Sabtu, November 26, 2022
BerandaBerita Tasikmalaya3 Pria Mengaku Wartawan Bikin Resah Guru SMP di Tasikmalaya

3 Pria Mengaku Wartawan Bikin Resah Guru SMP di Tasikmalaya

harapanrakyat.com,- Tiga orang pria yang mengaku wartawan bikin resah para guru di SMP Negeri Gunungtanjung 1, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. Pasalnya, 3 orang tersebut datang pada jam pelajaran dengan tujuan yang tidak jelas, Kamis (17/11/2022).

Terlihat dalam rekaman CCTV yang terpasang di sekolah yang ada Kecamatan Gunungtanjung ini, terlihat 3 orang menggunakan mobil masuk ke parkiran sekolah.

Salah seorang berbadan tegap memakai kemeja putih tersebut, langsung ke ruangan guru sambil mengucapkan salam.

Baca Juga: Kisah Haru Wartawan Tasikmalaya Beri Makan Hingga Evakuasi Kucing Terlantar

Namun tiba-tiba orang yang mengaku wartawan ini langsung marah, karena kemungkinan kepala sekolah yang jadi tujuannya tidak ada di ruangan kerjanya.

Selain itu, pria yang berbadan tegap itu menanyakan jumlah absensi guru dan Kepala SMP Negeri Gunungtanjung 1 yang belum datang.

“Kemana ini kepala sekolah belum datang,” ucapnya dengan nada tinggi.

Kemudian, pria berbadan tegap itu memerintahkan kepada 2 orang temannya untuk memeriksa guru yang hadir.

Tak hanya itu, pria yang mengaku sebagai wartawan ini juga mencak-mencak kepada guru yang sedang duduk di dalam ruangan Tata Usaha.

“Satpam itu harus ditata. Saya nanyain kepsek ada gak, satpam itu bilang euweuh (gak ada),” katanya.

Baca Juga: Seorang Oknum Wartawan Mengamuk di Kantor Desa di Tasikmalaya

“Bukan begitu kepada tamu, itu harusnya sopan. Yeuh guru mah sebagai pendidik kuduna melayani tamu, garawe teh teu disiplin (nih guru itu sebagai pendidik harusnya melayani tamu, kerjanya gak disiplin,” imbuhnya.

Sambil mondar-mandir memencak guru yang duduk tersebut, kemudian dua orang temannya datang membawa daftar hadir guru.

“Foto semuanya daftar guru. Kita laporkan ke Jakarta. Teu baraleg! (gak bener),” ucapnya.

Wakasek SMPN Gunungtanjung 1 Tasikmalaya Akui 3 Orang Mengaku Wartawan Bikin Resah

Sementara itu, Wakasek SMPN Gunungtanjung 1, Edi Rudiana, membenarkan bahwa kedatangan tiga orang yang mengaku sebagai ‘kuli tinta’ ini meresahkan para guru.

Sebab menurutnya, terkadang apa yang mereka tanyakan tidak jelas tujuannya. Ia pun membantah, bahwa ketika datang wartawan pihaknya tidak ingin memberikan informasi.

“Jadi apapun yang mereka mau seperti meminta informasi kita layani kok. Tetapi kok ujung-ujungnya keluar dari jalur yang ditanyakan,” ucap Edi Rudiana kepada HR Online, Jumat (18/11/2022).

Lanjutnya menambahkan, bahwa tiga pria yang mengaku wartawan ini hanya menanyakan jumlah siswa SMP Negeri Gunungtanjung 1.

“Kami sampaikan kalau siswa di sini ada sekian. Kelas 7 ada sekian, kelas 8 sekian dan kelas 9 ada sekian,” katanya.

Baca Juga: PWI Pusat Kecam Intimidasi dan Ancaman Pembunuhan terhadap Wartawan Detik.com

Namun ia mengaku bingung saat mereka datang langsung marah-marah. Sebab, ia tidak tahu apa yang tiga orang tersebut inginkan. Tapi, katanya, ujung-ujungnya menanyakan BOS dan lainnya.

“Terkait BOS, memang mereka juga harus tahu. Jangankan mereka yang mengaku wartawan, masyarakat juga harus tahu tentang penggunaan BOS di sekolah ini,” ujarnya.

Sementara untuk BOS, pihaknya sering mensosialisasikan peruntukan anggaran kepada komite dan juga orang tua siswa.

“Dengan adanya yang ngaku wartawan ini, kami merasa tidak nyaman. Seolah- olah kami yang terus dipersalahkan,” ucapnya.

Tertibkan Orang yang Ngaku Wartawan!

Lebih lanjut Edi Rudiana menambahkan, bahwa pihaknya sudah memberikan informasi kepada ketiga orang tersebut.

“Dia nanya lagi ke yang lain, nanya lagi ke yang lainnya. Semisal nanya absen dan guru tidak hadir,” katanya.

Edi menjelaskan, bahwa bukan guru yang tidak hadir. Namun melainkan datang sebelum jam pelajaran saat guru sedang KBM di kelas.

Baca Juga: PWI Dukung Polisi Tindak Tegas Oknum Wartawan Pemeras di Ciamis

“Sehingga pada ujung-ujungnya seperti itu, meminta uang. Kami berharap yang menaungi temen-temen media, tolong orang yang mengaku wartawan ditertibkan. Karena sangat meresahkan untuk para guru dan murid,” pungkasnya.

Rupanya, kejadian tersebut tidak hanya di SMP Negeri Gunungtanjung 1 saja. Hal serupa pun kerap terjadi di sekolah lainnya. Seperti di Kecamatan Karangjaya, Kecamatan Sukaraja dan kecamatan lainnya yang ada di Kabupaten Tasikmalaya.

Merasa prihatin terhadap guru yang resah kedatangan orang mengaku atau oknum wartawan, sejumlah jurnalis di Kabupaten Tasikmalaya langsung memberikan ilmu dasar jurnalistik terhadap guru se-Kacamatan Karangjaya, Kabupaten Tasikmalaya, pada Kamis, 17 November 2022. (Apip/R5/HR-Online/Editor-Adi)

Diskominfo Kota Banjar