Rabu, Februari 8, 2023
BerandaBerita TerbaruAlasan Orbit Planet Berbentuk Elips dan Bukan Lingkaran

Alasan Orbit Planet Berbentuk Elips dan Bukan Lingkaran

Alasan orbit planet berbentuk elips perlu diketahui. Planet akan mengorbit dengan membentuk jalur elips karena alasan tertentu. Tentu saja Anda perlu mengetahui jawaban dari pertanyaan yang cukup umum di dunia astronomi ini.

Setiap planet pastinya akan melakukan orbit terhadap bintang utamanya. Seperti Bumi dan planet lainnya di Tata Surya yang mengorbit terhadap Matahari.

Akan tetapi, ada satu hal yang harus Anda sadari. Planet tidak memiliki bentuk orbit yang benar-benar bulat seperti lingkaran, melainkan lebih ke bentuk eclipse.

Baca Juga: Pengelompokan Planet Berdasarkan Garis Edar Bumi, Apa Saja?

Apa Alasan Orbit Planet Berbentuk Elips?

Planet-planet di Tata Surya akan mengitari Matahari melalui jalur mereka sendiri. Jalur tersebutlah yang bernama orbit atau garis edar.

Waktu untuk setiap planet mengitari Matahari juga berbeda-beda. Meski memutar mengelilingi Matahari, tetapi sesungguhnya garis edar planet tersebut bukan berbentuk lingkaran sempurna.

Pada zaman dahulu, manusia telah menganut paham Geosentris. Teori ini mulai seorang astronom Yunani kembangkan pada 100-170 M. Astronom tersebut bernama Claudius Ptolemeus.

Anggapan ini bertahan hingga 1.400 tahun setelahnya. Menurutnya, Bumi merupakan pusat Tata Surya, sedangkan Matahari dan planet lain melintasi Bumi dalam lintasan yang melingkar.

Namun, seorang astronom bernama Nicolaus Copernicus pada tahun 1543 mencetuskan model baru, yaitu Heliosentris. Menurutnya, Bumi dan planet lain mengelilingi Matahari, yakni dalam lintasan lingkaran.

Teori ini pun dianggap lebih baik daripada sebelumnya. Meskipun begitu, anggapan bahwa suatu gerak planet berbentuk lingkaran masih kurang tepat.

Baca Juga: Proses Pembentukan Planet Berhubungan dengan Gravitasi?

Pengertian Hukum Kepler

Johannes Kepler tahun 1600-an merupakan orang pertama yang membahas mengenai bentuk orbit planet. Meski tidak seteliti Brahe, tetapi Kepler lebih ahli dalam bidang matematika.

Setelah kematian Brahe, Kepler melengkapi pergerakan planet hingga merumuskan serangkaian rumus baru untuk menjelaskan karakteristik dari orbit planet.

Kepler berhasil menemukan keteraturan terkait gerak planet yang menjadi rumus Hukum I Kepler dan Hukum II Kepler, selain itu juga Hukum III Kepler.

Hukum I Kepler menjelaskan bahwa garis orbit berbentuk elips dengan Matahari di titik fokus. Elips memiliki 2 titik fokus yang berfungsi sebagai acuan untuk menggambarnya.

Alasan orbit planet berbentuk elips adalah karena adanya gravitasi. Pada Hukum II Kepler, menyatakan setiap planet memiliki gerak sedemikian rupa hingga suatu garis khayal dari Matahari ke planet itu yang mencakup daerah dengan waktu dan luas yang sama.

Baca Juga: Kehidupan di Luar Planet Bumi Sulit Ditemukan, Ini Penjelasannya!

Kelompok Planet Berdasarkan Orbitnya

Hukum III Kepler menjelaskan periode revolusi setiap planet yang mengelilingi Matahari. Lalu terdapat gaya sentripetal arahnya menuju Matahari pada setiap planet tersebut.

Terdapat 2 kelompok planet berdasarkan garis orbitnya, yaitu:

  • Planet Dalam yang letaknya berada di dalam garis edar Bumi. Contoh planet dalam ini adalah Merkurius dan Venus.
  • Planet luar yang berada di luar garis orbit Bumi, yaitu Mars, Jupiter, Saturnus, Uranus, dan juga Neptunus.

Jadi, alasan orbit planet berbentuk elips adalah karena adanya gaya sentripetal ini adalah karena gaya gravitasi. Gaya gravitasi ini berfungsi untuk mengikat planet agar tetap berada di orbitnya. (R10/HR-Online)