Sabtu, November 26, 2022
BerandaBerita BanjarBuruh Minta Upah Naik, Apindo Kota Banjar Buka Suara

Buruh Minta Upah Naik, Apindo Kota Banjar Buka Suara

harapanrakyat.com,- Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kota Banjar, Jawa Barat, merespon soal keinginan buruh yang meminta upah naik pada tahun 2023 mendatang.

Apindo juga mengungkapkan kondisi terkini tentang perkembangan dunia usaha pasca pandemi Covid-19 yang masih dalam masa recovery.

Ketua Apindo Kota Banjar Oni Kurnia mengatakan, terkait permintaan buruh soal kenaikan upah tersebut, pihaknya masih menunggu penetapan UMP dari Gubernur.

Selain itu, Apindo akan mengikuti rumusan atau formulasi pemerintah dalam menentukan skala upah. Rumusan tersebut menggunakan peraturan pemerintah nomor 36 Tahun 2021 Tentang Pengupahan.

“Kenaikan upah nilainya masih menunggu UMP. Kita ikut aturan yang berlaku saja PP 36 Tahun 2021 untuk keberlangsungan usaha dan kepentingan pekerja,” kata Oni, Rabu (16/11/22).

Baca juga: Menjelang Penetapan UMP, Buruh di Kota Banjar Minta UMK 2023 Naik

Lanjutnya berujar, penghitungan skala upah menggunakan PP 36 tahun 2021 menurutnya sudah realistis. Pasalnya, di dalamnya juga sudah memuat rumusan penghitungan batas atas bawah untuk penentuan skala upah.

Pengusaha Minta Pemerintah Konsisten

Pengusaha, memahami keinginan pekerja yang ingin memperbaiki pendapatannya. Tetapi, hal itu tentunya tidak mudah dan harus sama-sama saling memahami agar keberlangsungan usaha juga tetap berjalan.

Oleh sebab itu, kata Oni, Apindo juga meminta pemerintah agar dalam penghitungan pengupahan ini konsisten menggunakan PP 36 tahun 2021.

“Kami minta bersama-sama saling memahami karena kenaikan upah itu tidak hanya menyangkut pekerja tapi juga pengusaha dan keberlangsungan dunia usaha,” ujarnya.

“Apindo juga meminta agar dalam pengupahan ini pemerintah konsisten menggunakan PP 36 karena dari informasi yang kami terima pemerintah akan mengubah formulasi penghitungan kenaikan upah,” katanya menambahkan.

Kondisi dunia usaha pasca pandemi Covid-19, kata Oni, saat ini masih dalam masa pertumbuhan. Kondisi itu dilihat dari pertumbuhan ekonomi di Jawa Barat yang sekarang ini berada di angka 6,12 persen dan tingkat inflasinya 5,58 persen.

Meski begitu, untuk kondisi di Banjar kondisi dunia usaha pasca pandemi Covid-19 tersebut tidak sampai berdampak pada adanya pemutusan hubungan kerja (PHK).

Meskipun, lanjut Oni, akibat kondisi itu memang terdapat beberapa perusahaan yang melakukan pengurangan jam kerja karena omzet perusahaannya menurun. Terutama sektor industri kayu.

“Sejauh ini dari pemantauan teman-teman Apindo untuk di Banjar kondisi itu tidak sampai memberhentikan pekerja. Hanya pengurangan jam kerja akibat omzet perusahaannya menurun,” katanya. (Muhlisin/R6/HR-Online)

Diskominfo Kota Banjar