Selasa, Februari 7, 2023
BerandaBerita BanjarCapaian Investasi Tahun 2022 di Kota Banjar Rp 1,3 Triliun Diklaim Serap...

Capaian Investasi Tahun 2022 di Kota Banjar Rp 1,3 Triliun Diklaim Serap Ribuan Tenaker

harapanrakyat.com,- Capaian investasi tahun 2022 di Kota Banjar, Jawa Barat, tembus hingga Rp 1,3 triliun. Capaian sebesar itu terhitung sampai dengan bulan Oktober 2022.

Dari nilai investasi yang masuk ke Kota Banjar sebesar itu diklaim telah mampu menyerap ribuan tenaga kerja.

Kepala Dinas Penanaman Modal Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Banjar, Sahudi mengatakan, realisasi capaian nilai investasi sebesar Rp 1,3 triliun yang masuk ke Kota Banjar itu meliputi tiga sektor bidang investasi. Yaitu sektor primer terdiri dari tanaman pangan, peternakan dan perikanan sebesar Rp 3,9 miliar.

Kemudian, untuk sektor sekunder terdiri dari industri, makanan, industri logam atau mesin, farmasi, industri kayu dan lainnya. Nilai investasi yang masuk sebesar Rp 72,7 miliar.

Sedangkan, untuk investasi paling besar pada sektor tersier yang terdiri dari konstruksi, perdagangan, perumahan, gudang, rumah makan dan restoran. Serta, nilai investasi jasa lainnya sebesar Rp 1,24 triliun.

Baca Juga: TKW Ciamis Dikabarkan Meninggal di Jepang

“Capaian investasi tahun 2022 di Kota Banjar yang masuk sampai dengan bulan Oktober mencapai 1,3 triliun rupiah. Paling besar investasi sektor tersier,” kata Sahudi kepada harapanrakyat.com, Selasa (08/11/2022).

Capaian Investasi Rp 1,3 Triliun Serap Tenaker 10.400 Orang

Ia menyebutkan, dari nilai investasi tersebut, jumlah unit usaha yang tercatat sampai Oktober 2022 sebanyak 2.243 unit. Dengan estimasi penyerapan tenaga kerja sebanyak 10.400 orang.

Jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2021, capaian nilai investasi pada tahun ini mengalami peningkatan sebesar Rp 950 miliar. Pada tahun 2021 tercatat hanya Rp 394,7 miliar.

‘Bila kita bandingkan tahun sebelumnya dengan periode yang sama, capaian realisasi investasi tahun ini lebih besar. Ada peningkatan sekitar 950 miliar rupiah,” terangnya.

Menurut Sahudi, meningkatnya nilai investasi tersebut karena meningkatnya pelaku usaha dalam mendaftarkan kegiatan usahanya melalui Sistem Online Single Submission.

“Peningkatan nilai investasi ini kemungkinan banyaknya pelaku usaha yang mendaftarkan usahanya melalui sistem OSS. Yang mana sistem ini memberikan kemudahan dan kecepatan akses,” pungkasnya. (Muhlisin/R3/HR-Online/Editor-Eva)