Rabu, November 30, 2022
BerandaBerita JabarGuru SLB Lingkup KCD III Jabar Ciptakan Game Interaktif untuk Pembelajaran ABK

Guru SLB Lingkup KCD III Jabar Ciptakan Game Interaktif untuk Pembelajaran ABK

harapanrakyat.com,- Guru SLB di lingkup KCD III Jawa Barat menciptakan game interaktif sebagai metode pembelajaran bagi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK).

Selama pandemi Covid-19, setiap sekolah harus menerapkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Akan tetapi, bagi lingkungan pendidikan inklusif, metode pembelajaran secara online itu kurang efektif.

Seperti yang dirasakan salah seorang guru SLBN lingkup KCD (Kantor Cabang Dinas) Pendidikan Wilayah III Jabar, Flibianto.

Ia mengatakan, peserta didik kategori B atau tuna rungu, maupun kategori C atau tunagrahita, cenderung sulit berkonsentrasi jika mengikuti pembelajaran online.

Inovasi Guru SLB Lingkup KCD III Jabar

Baca Juga: Cadisdik Wilayah XI Jabar Komitmen Penuhi Hak Dasar Siswa, Distribusikan Ijazah Massal

Meski begitu, Flibianto tidak menyerah pada keadaan. Ia pun membuat inovasi digital, yakni metode pembelajaran melalui game interaktif bagi ABK.

Inovasi tersebut dapat diakses melalui Portal Web http://belajar.slbnsurade.sch.id/ yang isinya materi pembelajaran dasar meliputi pengenalan diri, pengenalan bilangan, pengenalan huruf. Serta, pengenalan tumbuhan, pengenalan hewan, dan lainnya.

Metode pembelajaran ini seperti halnya sedang bermain game. Bahkan, game interaktif buatannya ini bisa diakses melalui handphone.

“Semuanya kurang lebih sekitar 30 game, ada pula video. Jadi meski tidak online, namun siswa masih dapat melaksanakan pembelajaran, sehingga mereka juga bisa menghemat kuota,” terang Flibianto.

Dalam web portal tersebut terdapat berbagai pembelajaran. Mulai dari menyatukan huruf jadi satu kata. Kemudian, pelajaran dasar matematika seperti hitungan. Selain itu, ada juga pengenalan diri anggota tubuh, sampai belajar membaca melalui tampilan seperti halnya bermain games.

Baca Juga: Program Kecakapan Hidup SMAN 10 Tasikmalaya Cetak Generasi Siap Kerja

Banyak Diminati Sekolah di Luar Negeri

Untuk merancang inovasinya, Flibianto membutuhkan waktu selama 6 bulan hingga akhirnya bisa diakses oleh siswanya. Bahkan masyarakat umum pun bisa mengaksesnya.

Sejumlah permainan atau game interaktif gagasannya itu banyak dimanfaatkan oleh guru atau sekolah luar negeri.

“Banyak yang pakai. Kalau online kan bisa di luar negeri juga. Ada yang dari Brunei, mereka menanyakan cara membuatnya. Di hosting kan kita bisa melihat mana orang paling banyak membuka web. Mayoritasnya itu dari Singapura, Malaysia, dan China,” ungkap Flibianto.

Melalui inovasi pembelajaran interaktif bagi ABK ini, pada tahun 2020 lalu Flibianto meraih penghargaan dari Kemendikbud sebagai Peserta Terbaik Kategori Guru SLB Dedikatif dan Inovatif.

Awal mula ide Flibianto membuat game interaktif sebagai metode pembelajaran untuk ABK yaitu saat kondisi pandemi kian merebak ke daerah.

Ia pun mencari cara supaya pembelajaran kepada siswa SLB bisa tetap efektif dan dengan mudah para siswa memahaminya.

Saat ini Flibianto mengajar di SLB Negeri Kabupaten Bekasi. Ia berharap semua sekolah dapat membuat metode pembelajaran melalui digital yang diminati siswa.

“Pembuatannya tidak sulit, yang mahal itu ide. Jadi semua sekolah harus mampu membuat, semuanya harus saling kolaborasi. Jika kurang sempurna, guru lain bisa menyempurnakannya,” kata Flibianto.

Sementara itu Kepala Cadisdik Wilayah III Jabar, Asep Sudarsono mengatakan, pihaknya berharap hadirnya guru-guru yang inovatif bisa memberikan motivasi bagi pendidik. Terutama di Bekasi, Jabar, dan umumnya Indonesia.

Menurut Asep Sudarsono, ditugaskan di manapun, kalau memiliki jiwa korsa yang baik seorang pendidik bisa menghasilkan karya yang bisa bermanfaat bagi orang lain. (R3/HR-Online/Editor-Eva)