Minggu, November 27, 2022
BerandaBerita TerbaruKisah Fatimah Al Fihri, Pendiri Universitas Pertama di Dunia

Kisah Fatimah Al Fihri, Pendiri Universitas Pertama di Dunia

Kisah Fatimah Al Fihri, seorang wanita muslimah pendiri universitas pertama di dunia. Mungkin Anda masih belum mengetahui bahwa pendiri universitas pertama di dunia adalah seorang wanita muslim, yakni Fatimah Al Fihri. Sebab tidak ada sumber populer di luar dari buku-buku sejarah akademik terkait dengan zaman keemasan Islam yang menyebutkannya.

Nyatanya, universitas pertama Universitas Al-Qarawiyyin ada karena pendirinya yaitu seorang muslimah bernama Fatimah Al Fihri. Universitas tersebut telah berdiri pada tahun 859, hampir seratus tahun sebelum pendirian Universitas Al Azhar di Kairo.

Ia merupakan permata mahkota dan simbol kuat aspirasi perempuan dan pemimpin yang kreatif dalam sejarah Islam.

Baca Juga: Nabi yang Merawat Maryam binti Imran, Ketahui Kisahnya!

Kisah Fatimah Al Fihri

Fatimah Al Fihri lahir pada tahun 800 M dari seorang ayah saudagar kaya bernama Muhammad Al-Fihri di Kairouan, Tunisia. Sewaktu muda, ia bermigrasi bersama ayahnya dan saudari Mariam dari Al-Kairouan di Tunisia ke Fez, Maroko.

Di kota ini mereka menjadi pedagang yang sukses serta menjadi salah satu pebisnis yang ternama.

Meskipun terkenal kaya, mereka tidak antisosial serta sering menggelar kegiatan dengan melibatkan para dhuafa. Kisah Fatimah Al Fihri juga merupakan seorang wanita muslim yang fasih dalam pembelajaran Islam klasik seperti fiqih dan juga hadits.

Ia juga wanita yang saleh, memiliki pikiran yang cerdas, berjiwa visioner, serta memiliki kemurahan hati.

Kemudian Fatimah mewarisi kekayaan besar dari sang ayah yang kemudian ia manfaatkan untuk berbagai hal baik.

Kekayaan tersebut juga bukan ia gunakan untuk bersenang-senang saja dalam kehidupan kaya. Melainkan ia menggunakan harta kekayaannya untuk mendirikan masjid, universitas, dan juga perpustakaan.

Baca Juga: Hassan bin Tsabit, Penyair Kesayangan Nabi Muhammad SAW!

Pembangunan Universitas Al-Qarawiyyin

Kisah Fatimah Al Fihri berlanjut ketika ia membangun masjid bernama Al-Quaraouiyine atau Al-Qarawiyyin pada bulan Ramadhan 245 Al-Hijri (859 M). Di samping masjid, ia pun mendirikan madrasah tempat pendidikan dengan standar tertinggi.

Selama pembangunan masjid Al-Quaraouiyine tersebut pun, Fatimah selalu berpuasa setiap hari.

Awalnya masjid tersebut memiliki fungsi keagamaan yang sama dengan masjid dan juga madrasah-madrasah lainnya. Fungsinya yaitu sebagai tempat pengajaran ilmu tradisional Islam yang menjadi landasan ajaran Islam dimanapun.

Terdapat 3 bidang studi utama bagi siapa saja yang ingin mempelajarinya, yaitu tafsir Al-Quran, Ilmu Hadits, dan Ilmu Fiqih.

Kemudian dalam perkembangannya, bidang studinya bertambah dengan menawarkan berbagai pelajaran non Islam sebagai bagian pendidikan yang lebih luas. Beberapa bidang studi tersebut seperti astronomi, matematika, astrologi, puisi, sastra, dan juga fisika.

Inovasi tersebut menjadi hal yang penting bagi tempat tersebut sehingga menjadi lebih dari sekedar sekolah keagamaan.

Hal tersebut juga menjadi titik balik sejarah Universitas Al-Qarawiyyin dan masa depan pendidikan tinggi di seluruh dunia. Al-Qarawiyyin juga mengundang ketertarikan sarjana dan cendekiawan muslim, kajian ilmu pun sering berlangsung di sana.

Para penuntut ilmu pun mulai berdatangan dari penjuru Maroko, dari negara-negara Arab, hingga dari penjuru dunia.

Baca Juga: Syuraih Al Qadhi, Hakim yang Adil dan Menjadi Teladan

Perkembangan Universitas

Dalam waktu singkat, kisah Fatimah Al Fihri berlanjut dengan Fes mampu bersanding dengan Cordova dan Baghdad, pusat ilmu pada masa itu. Kemudian para ulama pun mendapat tugas formal untuk mengajar di Al-Qarawiyyin secara resmi pada masa Al-Murabithi.

Data sejarah juga menyebutkan bahwa sistem pendidikan formal berlangsung di masjid ini pada masa Al-Murini.

Waktu itu, mulai muncul banyak kelas yang lengkap dengan fasilitas pengajaran, mulai dari kursi hingga beberapa lemari. Universitas ini pun akhirnya melahirkan banyak pemikir ternama, seperti pakar matematika Abu Al-Abbas Az-Zawawi.

Pakar Bahasa Arab dan dokter yaitu Ibnu Bajah serta pemuka dari Mazhab Maliki yaitu Abu Madzhab Al-Fasi.

Al-Qarawiyyin telah berdiri 100 tahun sebelum Universitas Al-Azhar di Mesir yang muncul pada sekitar tahun 975 M. Kemudian Universitas ini juga telah muncul 200 tahun sebelum universitas tertua di Eropa yaitu Bologna di Italia yang muncul tahun 1088 M.

Guinness Book of World Records juga telah mengakui Al-Qarawiyyin sebagai lembaga tertua yang ada di dunia, telah beroperasi sebagai universitas selaku pemberi gelar akademik.

Demikianlah kisah Fatimah Al Fihri dan perjalanan Universitas Al-Qarawiyyin di Fez, Maroko. Kisah Fatimah yang cerdas dan rendah hati tentunya bisa menjadi teladan bagi kita semua. (R10/HR-Online)

Diskominfo Kota Banjar