Selasa, November 29, 2022
BerandaBerita TerbaruMakam Siti Masyitoh, Harum Semerbak Berkat Keistiqomahannya

Makam Siti Masyitoh, Harum Semerbak Berkat Keistiqomahannya

Makam Siti Masyitoh konon harum semerbak baunya. Siti Masyitoh adalah wanita sholehah pemilik makam yang harumnya semerbak. Bahkan harum semerbak makam tersebut tercium oleh Nabi Muhammad SAW ketika melaksanakan Isra Miraj bersama malaikat Jibril.

Siti Masyitoh merupakan wanita sholehah yang hidup pada zaman Firaun, Raja Ramses II. Ia bekerja sebagai tukang sisir Asiyah sang Ratu Mesir. Asiyah adalah istri tercinta Firaun, seorang raja bengis yang mengaku dirinya sebagai Tuhan.

Baca Juga: Jumlah Anak Nabi Adam, Ini Menurut Beberapa Kitab Tarikh

Makam Siti Masyitoh yang Harum Semebak dan Kisahnya

Alkisah, Hazaqil yang merupakan suami Siti Masyitoh, merupakan orang kepercayaan Firaun. Nah, Hazaqil menentang keras hukuman mati yang dijatuhkan oleh Firaun terhadap hamba yang menentangnya.

Sikap Hazaqil tersebut lantas mengundang kecurigaan Firaun. Kemudian Firaun mengintrogasi Hazaqil. Hazaqil pun mengakui keimanannya terhadap Allah SWT.

Hal tersebut tentu saja menimbulkan kemurkaan Firaun. Sehingga, Hazaqil diberikan hukuman mati dengan cara yang begitu kejam.

Kematian suaminya yang sangat mengenaskan tersebut tidak menjadikan Siti Masyitoh lemah. Siti Masyitoh tetap bersabar dan senantiasa ikhlas di dalam keimanannya. Hal itulah yang nantinya membuat makam Siti Masyitoh harum semerbak.

Asiyah, sang Ratu Mesir memberikan kekuatan kepada Siti Masyitoh. Asiyah pun mengungkapkan bahwasanya dirinya juga beriman kepada Allah SWT. Namun, Asiyah menyembunyikannya dari suaminya, Firaun.

Baca Juga: Nabi yang Merawat Maryam binti Imran, Ketahui Kisahnya!

Kisah Masyitoh Penyisir Rambut Putri Firaun

Ketika Siti Masyitoh sedang menyisiri rambut putri Firaun, sisirnya terjatuh. Lantas, secara spontan Siti Masyitoh mengatakan asma Allah. Putri Firaun yang mendengar hal tersebut kemudian bertanya pada Masyitoh.

“Apa kau mengatakan nama ayahku?”

“Bukan, itu merupakan nama Tuhanku yang sudah menciptakan saya, menciptakan Anda (tuan putri), serta ayah tuan putri”.

“Apa maksudmu? Bukankah Raja Firaun adalah Tuhanku dan juga Tuhanmu, apakah ada Tuhan yang lain selain ayahku?” tanya putri Firaun dengan nada tinggi.

“Ayahmu bukanlah Tuhan, dia hanyalah seorang manusia biasa. Allah, adalah Tuhan sekalian alam”. Siti Masyitoh menjawabnya tanpa ragu.

“Segeralah bertaubat kau, atau akan kuadukan hal tersebut kepada ayahku”.

“Tuan putri, keyakinanku terhadap Allah SWT tak bakal berubah. Jika tuan putri hendak mengadukan hal tersebut kepada ayah tuan putri silahkan saja. Aku tidak merasa keberatan,” Siti Masyitoh menjawab dengan mantap.

Putri Firaun merasa murka lalu menceritakan hal itu kepada ayahnya.

“Apa? Di luar sana pengikut Musa kian bertambah, bahkan di sini hambaku sendiri sudah jadi pengikut Musa?”

Kemudian Firaun memerintahkan untuk memanggil Siti Masyitoh agar menghadapnya. Saat menghadap, Firaun menanyakan hal yang sama kepada Masyitoh.

Siti Masyitoh menjawabnya dengan penuh keyakinan tanpa ada rasa ragu sedikitpun. Firaun membawa Masyitoh beserta anak-anaknya ke lapangan esok harinya.

Masyitoh dan Anak-anaknya Mendapat Siksaan

Kisah ini juga merupakan salah satu penyebab makam Siti Masyitoh bisa memiliki harum semerbak. Di lapangan itu sudah tersedia sebuah kancah.

Kancah adalah kuali yang sangat besar dengan tungku api menyala. Lalu, Firaun memerintahkan Masyitoh agar bertaubat dan mengakuinya Tuhan. Namun, Masyitoh tetap teguh terhadap keyakinannya. 

Satu per satu anak Masyitoh dimasukkan ke dalam kancah lalu direbus hidup-hidup. Hal itu tetap saja tidak menggoyahkan keimanan Masyitoh. Ibu manakah yang tega menyaksikan anak-anaknya direbus hidup-hidup di depan matanya?

Hingga sampailah pada anak bungsu yang masih menyusu pada Masyitoh. Masyitoh memandang wajah anaknya. Dengan izin Allah SWT anak yang masih bayi itu pintar berbicara.

“Ibu, lanjutkanlah. Biarkan saja anakmu ini masuk ke dalam minyak panas itu. Tetaplah yakin bahwa Allah sudah menyediakan tempat untuk kita di Surga-Nya.”

Baca Juga: Kisah Qabil dan Habil, Pembunuhan Pertama di Muka Bumi!

Makam Keluar Aroma Wangi

Mendengar ucapan anaknya di atas, Masyitoh kian merasa yakin. Lantas, tanpa menunggu, Masyitoh menerjunkan diri serta bayi di gendongannya ke dalam kancah tersebut.

Ajaibnya, sesudah minyak panas itu menggerus raga keluarga yang senantiasa istiqomah terhadap keyakinan imannya, terciumlah bau yang sangat harum dari kancah tersebut.

Allah sudah memberi keistimewaan terhadap hambaNya yang senantiasa istiqomah. Mereka bahkan tidak merasakan panasnya minyak yang mendidih. Sebab, Allah sudah mencabut nyawa mereka sebelum tubuh tersebut menyentuh minyak panas.

Pada saat tulang belulangnya dikuburkan, dari makam Siti Masyitoh keluar aroma yang sangat wangi. Riwayat mengenai kisah Siti Masyitoh tersebut terdapat di dalam hadits Ibnu Abbas RA. Saat Rasulullah SAW melakukan Isra Mi’raj, ia mencium aroma yang semerbak harumnya.

Merasa penasaran, Rasulullah SAW bertanya kepada malaikat Jibril, “Wangi apakah ini wahai Jibril?” Malaikat Jibril kemudian menjawab, itu merupakan aroma wangi dari makam seorang wanita sholehah bernama Masyitoh beserta anak-anaknya.

Demikianlah kisah seorang wanita sholehah yang tetap berpegang teguh pada keimanannya. Walaupun harus berhadapan dengan bahaya yang merenggut nyawanya serta keluarganya. Allah SWT pun memuliakannya, sehingga makam Siti Masyitoh berbau harum. (R10/HR-Online)