Sabtu, Desember 3, 2022
BerandaBerita BanjarPelajar di Kota Banjar Diduga Jadi Korban Rudapaksa Kakak Ipar

Pelajar di Kota Banjar Diduga Jadi Korban Rudapaksa Kakak Ipar

harapanrakyat.com,- Seorang perempuan berinisial YI (17), warga Kecamatan Pataruman, Kota Banjar, Jawa Barat, diduga menjadi korban rudapaksa (pemerkosaan) kakak iparnya sendiri berinisial AS.

Korban merupakan seorang pelajar yang masih duduk di bangku kelas 1 di salah satu Sekolah Menengah Atas (SMA).

Peristiwa itu terungkap setelah korban memberanikan diri untuk berbicara kepada bibinya berinisial RS.

Baca Juga: DPO 2 Tahun, Pelaku Pencabulan Anak di Kota Banjar Akhirnya Ditangkap Polisi

Dikonfirmasi harapanrakyat.com, RS mengatakan, awalnya ia mendapat telepon dari TS yang merupakan kakak korban, bahwa YI tidak mau pergi ke sekolah.

“Awalnya bisa tahu saya ditelepon sama kakak korban, dia menceritakan bahwa YI nggak mau sekolah, nggak mau makan, di dalam kamar terus, mata sama mulutnya ditutup,” kata RS kepada wartawan, Senin (14/11/2022).

Ia menjelaskan, setelah mendengar cerita itu dirinya langsung datang ke rumah tempat korban tinggal untuk melihat kondisinya.

“Saya datang ke rumah TS, kemudian saya tanya anaknya kenapa nggak mau makan, nggak mau sekolah tapi tidak dijawab,” jelasnya.

Saat itu, ia berinisiatif untuk menyuruh TS kakak perempuan korban untuk keluar rumah terlebih dahulu agar YI mau menceritakan apa yang terjadi.

“Lama-lama saya bilang ke TS supaya keluar dulu dari rumah biar saya yang nanya ke YI. Kemudian setelah itu baru dia mau bicara katanya diperkosa sama AS,” terangnya.

Pengakuan Korban Rudapaksa Kakak Ipar

Ketika ditanya lebih lanjut, korban mengaku diperkosa oleh AS sebanyak satu kali. Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 02.00 WIB, saat semua penghuni rumah tertidur pulas.

“Cuman satu kali doang jawabnya, tapi nggak dijawab lagi kapannya itu. Dia bilang kejadiannya malam, tapi malam yang mana saya nggak tahu. Istrinya juga ada waktu itu cuma udah tidur,” ungkapnya.

Lanjut RS, korban rudapaksa tersebut tidak berani teriak minta tolong lantaran takut diancam oleh kakak ipar. Belum lagi korban merupakan anak yang pendiam.

“Kedua orang tua korban udah meninggal dunia jadi dia dirawat sama kakaknya. Pas kejadian tidak teriak mungkin dia takut karena diancam, posisinya itu semua udah pada tidur,” paparnya.

Sementara itu, Kapolres Banjar AKBP Bayu Catur Prabowo, melalui Kasi Humas Aipda Nandi Darmawan mengatakan, pihaknya telah menerima laporan terkait kasus tersebut.

“Benar, kami sudah menerima laporan terkait kasus tersebut pada hari Minggu, 14 November 2022 kemarin,” ucap Nandi Darmawan.

Lanjut Nandi, pihak kepolisian saat ini masih melakukan pemeriksaan terhadap korban, saksi, dan diduga pelaku pemerkosaan.

“Masih dalam pemeriksaan, hasilnya nanti kita akan informasikan lebih lanjut,” pungkasnya. (Sandi/R7/HR-Online/Editor-Ndu)