Selasa, Desember 6, 2022
BerandaBerita TerbaruPengertian Radiasi Hawking, Ada Apa dengan Lubang Hitam?

Pengertian Radiasi Hawking, Ada Apa dengan Lubang Hitam?

Pengertian radiasi hawking atau Hawking radiation menarik untuk dibahas. Radiasi Hawking memiliki pengertian yang berkaitan dengan lubang hitam atau black hole. Teori luar angkasa ini bahkan menjadi salah satu penemuan terbesar dari Stephen Hawking yang pernah ada.

Stephen Hawking sendiri merupakan salah satu ilmuwan asal Inggris yang cukup terkenal. Ia meninggal dunia setelah melawan penyakit amyotrophic lateral sclerosis (ASL) selama 50 tahun.

Sepanjang karirnya, Stephen Hawking telah berhasil menciptakan berbagai teori dan penemuan yang berharga bagi dunia ilmu pengetahuan. Salah satunya adalah prediksi keberadaan radiasi unik yang lubang hitam keluarkan.

Baca Juga: Misteri Isi Lubang Hitam Akhirnya Berhasil Ilmuwan Ungkap?

Apa Pengertian Radiasi Hawking?

Lubang hitam menjadi misteri alam semesta yang masih belum terpecahkan. Ilmuwan masih terus mencari cara untuk menguak berbagai rahasia lubang hitam.

Sejauh ini, lubang hitam terkenal sebagai horizon peristiwa atau titik tanpa kembali. Lubang hitam juga terkenal sebagai monster dalam ruang dan waktu yang bisa menelan semua objek dan materi di sekitarnya.

Fisikawan Inggris, Stephen Hawking telah menggunakan mekanika kuantum untuk dapat memprediksi partikel-partikel kuantum yang perlahan-lahan bocor keluar dari lubang hitam, sekarang disebut sebagai radiasi Hawking.

Baca Juga: Lubang Hitam di NGC 1850 Tertangkap Very Large Telescope

Awal Mula Penemuan Radiasi Hawking

Sekitar tahun 1970-an, Hawking mengusulkan bahwa lubang hitam tidak sepenuhnya ‘hitam’. Alasannya adalah karena mekanika kuantum.

Lubang hitam ini sebenarnya memancarkan sejumlah kecil dari radiasi benda hitam karena memiliki suhu yang tidak nol. Pengertian radiasi Hawking ini kemudian menunjukkan lubang hitam yang sebenarnya dikelilingi ‘bulu halus’.

Bulu halus tersebut terdiri dari partikel yang lolos dari tarikan gravitasi. Namun, pandangan tersebut sangat bertentangan dengan pandangan Einstein.

Kemudian pada 1974, Hawking mengatakan bahwa lubang hitam tidak abadi dan memiliki siklus kehidupan. Lubang hitam akan mengalami penguapan kemudian menyusut karena memancarkan radiasi.

Baca Juga: Lubang Hitam PKS 2131-021 Raksasa Akan Bertabrakan di Masa Depan?

Penggabungan Dua Teori

Stephen Hawking harus membuktikan pendapat yang ia kemukakan sebelumnya. Untuk membuktikannya, Hawking menggabungkan dua teori yang selama ini mustahil untuk sejajar, yaitu teori kuantum dan relativitas.

Lubang hitam membuat emisi radiasi gelombang elektromagnetik dan medan gravitasi yang sangat kuat serta fluktuasi energi. Rang hampa membentuk pasangan partikel dan antipartikel di area sekitar horizon peristiwa.

Salah satu dari pasangan unsur tersebut “jatuh” ke lubang hitam dan juga yang lainnya melepaskan diri sebagai emisi. Lalu melalui proses ini, lubang hitam kehilangan massa dan energinya.

Laju penyusutan lubang hitam akan berbanding dengan massanya, sehingga massa paling besar menjadi yang terkuat dan paling lambat “menguap”.

Lubang hitam memiliki massa yang setara dengan Matahari dan memiliki umur jutaan hingga miliaran tahun sebelum akhirnya lenyap “menguap”.

Pengertian radiasi Hawking menunjukkan bahwa semua yang masuk ke dalam lubang hitam ini akan meninggalkan informasi di sekitarnya. Hawking mengungkap bahwa sebenarnya lubang hitam memiliki lingkaran “rambut lembut” sebagai penyimpan informasi. (R10/HR-Online)