Rabu, Februari 8, 2023
BerandaBerita TerbaruPenyebab Lonjakan Oksigen di Bumi hingga Menjadi Layak Huni

Penyebab Lonjakan Oksigen di Bumi hingga Menjadi Layak Huni

Penyebab lonjakan oksigen di Bumi menjadi temuan menakjubkan. Para ilmuwan menemukan apa yang menyebabkan oksigen di Bumi melonjak. Sebab, saat masa awal terbentuknya Bumi, planet ini masih minim oksigen.

Bumi tempat manusia tinggal ini merupakan salah satu planet di Tata Surya. Menurut perkiraan, Bumi terbentuk sekitar 4 miliar tahun lalu.

Pada saat itu, Bumi masih minim unsur kehidupan, yaitu oksigen. Secara perlahan oksigen di Bumi melonjak hingga menjadi penyebab munculnya kehidupan baru.

Baca Juga: Panjang Hari Bumi Meningkat, Alasannya Masih Jadi Misteri!

Ilmuwan Ungkap Penyebab Lonjakan Oksigen di Bumi

Menurut studi yang ada saat ini, Bumi terbentuk sekitar 4 miliar tahun lalu. Tentunya selama evolusinya Bumi mengalami berbagai perubahan.

Salah satunya adalah kadar oksigen di planet ini yang melonjak dengan pesat sehingga muncul berbagai makhluk hidup.

Saat Bumi terbentuk, planet ini berputar dengan sangat cepat. Diperkirakan Bumi hanya membutuhkan waktu 6 jam untuk menyelesaikan satu putaran.

Akan tetapi, putaran Bumi mulai melambat selama ratusan juta tahun berlalu. Ketika putarannya sudah mulai melambat, maka mikroba dapat terpapar sinar Matahari lebih lama.

Baca Juga: Pabrik Berlian di Perut Bumi Ditemukan, Usianya Miliaran Tahun!

Peran Keberadaan Mikroba

Keberadaan mikroba di Bumi ini berkaitan dengan lama rotasi planet. Ketika putaran Bumi melambat, maka lapisan padat cyanobacteria mulai menghasilkan oksigen.

Oksigen yang keluar tersebut menjadi salah satu produk sampingan dari fotosintesis yang mereka lakukan. Karena terkena Matahari lebih lama, maka fotosintesis mikroba terjadi lebih sering juga.

Akan tetapi, para ilmuwan sebelumnya masih belum mengetahui apa yang memicu dua oksigenasi transformatif yang kemudian menjadi penyebab lonjakan oksigen di Bumi. Sehingga menyebabkan organisme kompleks dapat berevolusi dan berdiversifikasi.

Namun, baru-baru ini ilmuwan menemukan petunjuk baru di lubang pembuangan dasar Danau Huron. Danau ini berbatasan dengan Michigan di Amerika Serikat dan Ontario di Kanada yang menjadi salah satu danau air tawar terbesar di dunia.

Di kedalaman danau tersebut hidup dua jenis mikroba, yaitu cyanobacteria ungu yang mencari sinar Matahari dan menghasilkan oksigen dengan fotosintesis. Kemudian bakteri putih yang mengonsumsi belerang dan melepaskan sulfat.

Keduanya berebut posisi sepanjang hari, bakteri pemakan belerang akan menghalangi akses mikroba ungu ke Matahari.

Baca Juga: Dampak Perubahan Iklim, Bumi Semakin Redup, Begini Menurut Ilmuwan!

Hubungan Dinamika Pelepasan Oksigen

Meski saling menghalangi, ternyata mikroba ungu dan putih dalam Danau Huron memiliki dinamika sendiri. Ketika siang hari, mikroba putih akan menghindari cahaya dan meninggalkan cyanobacteria ungu terbuka.

Dengan begitu, ia mampu berfotosintesis dan melepaskan oksigen. Judith Klatt, ilmuwan peneliti dari Institut Planck untuk Mikrobiologi Kelautan di Bremen, Jerman mengatakan bahwa ada hubungan mendasar di antara pelepasan oksigen dan dinamika cahaya.

Hubungan tersebut berdasarkan pada fisika difusi molekul. Hari yang semakin panjang menjadi penyebab lonjakan oksigen di Bumi, karena lebih banyak oksigen yang keluar dari lapisan. (R10/HR-Online)