Selasa, November 29, 2022
BerandaBerita TerbaruPlanet Tiruan Bumi Berhasil Ditemukan, Berpotensi Layak Huni

Planet Tiruan Bumi Berhasil Ditemukan, Berpotensi Layak Huni

Planet tiruan bumi berhasil ditemukan. Misi menemukan planet tiruan yang mirip bumi di luar tata surya (exoplanet) membuahkan hasil. Ilmuwan di dunia berhasil menemukan sejumlah planet yang mirip dengan bumi, namun apakah planet-planet itu layak huni?

Ilmuwan sudah menemukan hampir 2.000 planet asing semenjak 1995 silam. Teleskop luar angkasa Kepler NASA merupakan penemu dari penemuan tersebut. Penemuan itu merupakan misi untuk mencari seberapa banyak planet mirip bumi yang terletak di semua galaksi Bima Sakti.

Baca Juga: Kehidupan di Luar Planet Bumi Sulit Ditemukan, Ini Penjelasannya!

7 Planet Tiruan Bumi, Apakah Layak Huni?

Guna memenuhi persyaratan sebagai planet layak huni, suatu planet mesti relatif kecil, planet tersebut juga harus mengorbit pada zona layak huni bintangnya.

Selain itu, planet layak huni juga harus punya keberadaan air di dalam bentuk cair di permukaannya. Ketika teknologi teleskop mengalami peningkatan, maka muncul juga berbagai faktor yang lain.

Mulai dari komposisi atmosfer serta seberapa aktif bintang induknya. Seperti merangkum dari laman SPACE, inilah 7 planet mirip bumi yang berhasil ditemukan.

Gliese 667Cc

Planet ini berada hanya 22 tahun cahaya dari bumi. Ukurannya 4,5x lebih besar dari bumi. Penemuan planet ini tepat 10 tahun silam.

Gliese 667Cc mengorbit dengan waktu cukup singkat, yaitu dalam 28 hari saja. Namun, bintang yang Gliese 667Cc orbit merupakan katai merah. Sehingga jauh lebih dingin dari matahari.

LP 890-9c

Planet tiruan bumi terbaru yaitu LP 890-c atau “Bumi Super”. Ukuran planet tersebut 40% lebih besar daripada bumi serta mempunyai laut.

Planet temuan September 2022 tersebut ditemukan oleh teleskop terbaru NASA James Webb. Perkiraannya, LP 890-9c ini mengorbit bintang selama 8,5 hari.

Baca Juga: Pengelompokan Planet Berdasarkan Garis Edar Bumi, Apa Saja?

Kepler-22b

Kepler-22b merupakan salah satu planet mirip bumi, penemuannya yaitu pada tahun 2011 lalu. Planet ini berada 600 tahun cahaya dari bumi serta mengorbit kira-kira 290 hari.

Kepler-22b adalah planet Kepler penemuan pertama pada zona layak huni bintang induknya. Planet tersebut jauh lebih besar daripada bumi, yaitu kira-kira 2,4x lebih besar. Tidak terlihat jelas, apakah planet mirip bumi ini berbatu, gas, atau cair.

Kepler-69c

Jarak Kepler-69c ini kira-kira 2.700 tahun cahaya atau berkisar 70% lebih besar dari bumi. 242 hari merupakan waktu planet ini untuk menyelesaikan satu orbitnya. Alhasil, posisi Kepler-69c sebanding dengan venus di dalam tata surya.

Nah, bintang induk Kepler-69c kira-kira 80% lebih terang seperti matahari. Hal itu menjadikan planet satu ini terlihat berada pada zona layak huni.

Kepler-62f

Ukuran dari Kepler-62f ini 40% lebih besar daripada bumi. Planet ini mengorbit bintang yang jauh lebih dingin daripada matahari. Penemuan planet mirip bumi ini sama dengan Kepler-69c, yaitu 2013 silam.

Kepler-62f mengorbit dalam waktu 267 hari. Alhasil, planet tersebut letaknya tepat di dalam zona layak huni. Sistem Kepler-62f berada kira-kira 1.200 cahaya.

Kepler-186f

Planet tiruan bumi ini 10% lebih besar daripada bumi. Kepler-186f terletak pada zona layak huni bintangnya.

Tetapi, planet ini hanya mendapatkan sepertiga energi dari bintangnya yang diperoleh bumi dari matahari.

Bintang katai merah merupakan bintang induk Kepler-186f. Penemuan planet tersebut terjadi tahun 2014. Letak Kepler-186f kira-kira 500 tahun cahaya dari bumi.

Baca Juga: Planet dengan Bulan Terbanyak di Tata Surya, Bumi Kalah Jauh!

Kepler-452b

Penemuan Kepler-452b terjadi pada tahun 2015. Menurut NASA, planet ini merupakan planet yang paling mirip berdasarkan penemuan sejauh ini.

Bintang induknya cukup mirip matahari kita. Planet Kepler-452b juga mengorbit pada zona layak huni. Planet mirip bumi ini terletak 1.400 tahun cahaya dari bumi.

Nah, itulah deretan planet tiruan bumi. Tujuh planet di atas benar-benar planet-planet yang memiliki sebutan sebagai “bumi tiruan”. Sehingga, planet tersebut punya potensi layak huni. (R10/HR-Online)