Sabtu, Februari 4, 2023
BerandaBerita TerbaruProfil S Bagio, Calon Ambtenaar yang Jadi Komedian Sukses

Profil S Bagio, Calon Ambtenaar yang Jadi Komedian Sukses

Profil S Bagio ternyata menarik untuk diungkap. Komedian yang sukses di Jakarta sejak tahun 1960-an ini dulunya bercita-cita jadi Ambtenaar (Pegawai Negeri) di Purwokerto.

Ayahnya yang juga seorang pejabat tinggi pada zaman Kolonial Belanda sudah mempersiapkan S Bagio sebagai anak lelaki satu-satunya menjadi pegawai negeri. Namun karena bakatnya di kesenian lebih tinggi, membuat S Bagio jadi komedian.

Profil S Bagio terkenal di Purwokerto sehabis bergabung dengan grup lawak (daerah) bersama temannya bernama Drajat sejak tahun 1955-1960.

Akan tetapi, ia baru terkenal luas di Jakarta setelah memenangkan perlombaan lawak dengan Eddy Sud dan Iskak.

Baca Juga: Profil Dono Warkop, Komedian yang Mengabdikan Diri Jadi Dosen

Selain bersama mereka, S Bagio yang mudah bergaul ini tumbuh menjadi aktor pengocok perut pemeran dalam grup lawak bersama Darto Helm, Diran, dan Sol Saleh dalam Bagio CS.

Lantas bagaimana latar belakang kehidupan profil S Bagio bisa menjadi terkenal sebagai seorang komedian di tahun 1960? Berikut ulasan lengkapnya.

Profil S Bagio, Calon Ambtenaar yang Jadi Komedian Sukses

Melansir majalah Tempo tanggal 30 November 1979 berjudul ”S. Bagio Bersama Istri”,  latar belakang kehidupan S Bagio yang saat itu sudah dipersiapkan oleh ayahnya sebagai calon pegawai negeri (Ambtenaar).

Namun pria kelahiran Purwokerto, Jawa Tengah tanggal 3 Maret 1933 ini menolak tawaran ayahnya akibat merasa tidak punya bakat menjadi pelayan publik.

S Bagio mengaku lebih suka menghibur warga dengan jalan kesenian dari pada duduk merenung di kantor formal layaknya seorang Ambtenaar.

Ayahnya bernama Siswa Soewarno yang menginginkan anaknya jadi Pegawai Negeri sempat kecewa melihat sikap S. Soebagio. Namun kekecewaannya itu hilang seketika tatkala pemeran iklan Ajinomoto yang legendaris ini sukses menjadi komedian sejak tahun 1960 di Jakarta.

Berdasarkan pengakuan S Bagio pada majalah Tempo, ketenarannya saat ini merupakan pemberian dari kolega kecil di kampungnya bernama Drajat. Ialah yang memperkenalkan S Bagio pada dunia lawak dasar.

Baca Juga: Profil Eddy Gombloh, Komedian Legendaris dari Yogyakarta

Menjadi komedian “Tembak”

Komedian yang terlatih secara otodidak, S Bagio tidak pernah belajar komedi sebelumnya, namun karena bakatnya sudah ada, materi-materi komedi yang jenaka sangat mudah dikuasainya dalam waktu yang relatif singkat.

Drajat adalah teman S Bagio yang mengajarkan lawakan secara otodidak ini. Ia juga yang mengajak S Bagio terjun ke dunia komedi sejak tahun 1955-1960.

Lima tahun berturut-turut inilah, profil S Bagio tumbuh menjadi seorang pelawak yang tangguh dan teruji. Ia juga mulai menjadikan panggung komedi sebagai profesinya.

Di samping menjalani kuliah di Fakultas Hukum UGM, S Bagio bekerja sebagai komedian yang dipanggil dari kampung ke kampung.

Menjuarai Perlombaan Lawak di Yogyakarta

Ketika menjadi Mahasiswa UGM nama S Bagio tercatat sebagai Mahasiswa yang piawai melawak. Oleh sebab itu ketika perlombaan lawak Nasional digelar di Yogyakarta, namanya terdaftar sebagai peserta yang memperebutkan piala kejuaraan.

Lawannya tidak tanggung-tanggung. Saat itu ada Eddy Sud dan Iskak yang kemudian menjadi pelawak seangkatan dengan S Bagio dalam film komedi Ibukota bersama Ateng.

Ketika perlombaan dimulai, S Bagio sempat gugup. Namun kegugupannya itu terkalahkan, ia mengalihkan kegugupan panggung dengan celotehan komedi latah (kagetan) seperti, ”eh copot… eh copot…!!!”

Spontanitas latah ini menyebabkan juri memilih S Bagio sebagai pemenang lomba. Bahkan karangan latahnya itu membuat profil S Bagio terkenal sebagai komedian sukses. Ia pun beraksi di layar televisi.

Kemenangan lomba ini membuat S Bagio semakin yakin dengan profesi sebagai pelawak. Sebab setelah ia memenangkan lomba ini banyak tawaran job yang datang dari stasiun televisi Nasional di Jakarta.

Baca Juga: Profil Bing Slamet, Komedian dan Agitator Revolusi Zaman Jepang

S Bagio pun memilih meninggalkan kuliahnya di UGM dan mengembara ke Jakarta. Pertama kali produk komedinya tampil di layar televisi memerankan film berjudul Berabe, 1960. Meskipun masih merintis, wajah S Bagio mulai terkenal oleh publik.

Sempat Sengsara dan Mengkampanyekan Keluarga Berencana (KB)

Pasca memuncaknya profil S Bagio yang tenar sebagai pelawak dari tahun 1960-1979, namanya mulai meredup di dunia hiburan Indonesia. Ia mengaku sempat sengsara dan mengambil job kampanye KB meskipun sudah memiliki sembilan anak.

S Bagio sempat menyewa sepetak rumah di gang kecil Jakarta. Tempatnya mengkhawatirkan sebab selain sempit hampa udara, rumah petak ini langganan banjir setiap hujan besar datang secara mendadak.

Kendati demikian, keluarga S Bagio termasuk anak dan istrinya menerima ini dengan ikhlas. Kesabaran dan ketabahan inilah menjadi jalan menuju kesuksesan kembali S Bagio di jagad komedi Jakarta.

Namanya kembali bersinar setelah menjadi bintang iklan Ajinomoto. Akibat bakat komedi yang menempel abadi, hanya mengucap ”Langganan… Ajinomoto” (1981) iklan ini bisa membuat nama besar dan profil S Bagio kembali terangkat.

S Bagio meninggal pada tanggal 29 Juli 1993 akibat Leukimia. Aktor pelawak legendaris asal Purwokerto ini meninggalkan sembilan anak dan puluhan karya film komedi terbaik bangsa. (Erik/R7/HR-Online/Editor-Ndu)