Sabtu, Desember 3, 2022
BerandaBerita TerbaruProfil Titiek Puspa, Penyanyi Istana Kesayangan Bung Karno

Profil Titiek Puspa, Penyanyi Istana Kesayangan Bung Karno

Profil Titiek Puspa merupakan catatan penting dalam sejarah seni tarik suara di Indonesia. Titiek Puspa penyanyi tersohor yang hidup sejak zaman penjajahan dan masih sehat hingga saat ini.

Berbagai tulisan merekam jejak kesenian Titiek Puspa sebagai profil penyanyi Istana kesayangan Bung Karno. Presiden Republik Indonesia nomor satu ini sangat menyukai penampilan dan suara Titiek untuk menghibur tamu-tamu penting negara di Istana.

Seiring dengan didapuknya Titiek Puspa sebagai penyanyi Istana, karirnya pun melesat dan merambah ke berbagai cabang lain dalam dunia seni. Salah satunya, Titiek Puspa bermain film.

Baca Juga: Profil WS Rendra, Penyair Tiga Zaman yang Legendaris

Titiek Puspa selain menjadi penyanyi tetapi juga pernah menjadi pemain film. Pada awal karirnya, Titiek Puspa membintangi film ”Di Balik Tjahaja Gemerlapan” (1966), dan ”Minah Gadis Dusun” (1966).

Sejarah Indonesia mencatat Titiek Puspa sebagai seniman serba bisa. Keserbabisaan Titiek dalam dunia seni ternyata berasal dari kreatifitas otodidak.

Lantas bagaimana Titiek belajar kesenian secara otodidak? Berikut akan kami ulas perjalanan hidup Titiek Puspa seorang penyanyi Istana kesayangan Bung Karno. Selengkapnya silahkan simak penjelasan di bawah ini.

Profil Titiek Puspa, Wanita Jawa yang Lahir di Kalimantan

Titiek Puspa lahir di Kalimantan Selatan pada tanggal 1 November 1937. Meskipun lahir di Kalimantan nama kecil Titiek tidak bisa membohongi leluhurnya yang orang Jawa. Sebab Titiek kecil bernama Sudarwati.

Nama yang relatif banyak digunakan oleh orang Jawa. Titiek lahir di Kalimantan karena tugas sang ayah yang saat itu menjadi Mantri Kesehatan pada zaman kolonial Belanda.

Ayah Titiek bernama Tugeno Puspowidjojo, dan ibunya bernama Siti Mariam. Kedua orang tua Titiek berasal dari Jawa. Tugeno berasal dari Kutoardjo, Purworedjo, Jawa Tengah, dan ibunya S. Mariam dari Trenggalek, Jawa Timur.

Menurut N. Leksono dalam bukunya berjudul ”Titiek Puspa: Sebuah Biografi”, (2003) menyebut Siti Mariam ibu Titiek Puspa terkenal sebagai wanita Jawa yang setia.

Kesetiaan ibunya tercermin ketika Ia rela melahirkan Titiek jauh dari kedua orang tua mereka yang berada di Trenggalek. Siti Mariam tabah mengikuti jejak suami yang berpindah tugas ke Kalimantan.

Baca Juga: Sejarah Taman Mini Indonesia Indah, Mega Proyek Tien Soeharto

Maka dari itu wanita Jawa yang lahir di Kalimantan ini menjadikan ibunya sebagai figur terbaik dalam menjalankan rumah tangga. Sudah semestinya seorang istri manut suami, ungkapnya dalam wawancara dengan N. Leksono (2007).

Meskipun lahir di Kalimantan Selatan, Titiek Puspa tidak lama tinggal di sana. Ayahnya dipindah tugaskan kembali oleh pemerintah kolonial ke Jawa. Ayah Titiek Puspa bekerja di salah satu Rumah Sakit pemerintah di Semarang, Jawa Tengah.

Oleh karena itu, Titiek Puspa menghabiskan masa-masa remaja di Semarang. Bahkan latar belakang ketenaran Titiek dalam panggung hiburan berasal dari kota tersebut.

Menekuni Bakat Menyanyi Sejak SMP

Semenjak pindah ke Semarang, Jawa Tengah, Titiek Puspa berstatus pelajar tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Kala sekolah di Semarang Ia kerap ditunjuk oleh guru-gurunya menjadi murid yang mengisi panggung hiburan. Salah satunya bernyanyi. Titiek Puspa mengaku awal perdana manggung sebagai penyanyi karena guru keseniannya.

Penampilan Titiek menyanyi di sekolah tepat dengan hari kelulusan. Kala itu Ia menghibur teman-teman SMP-nya sekaligus sebagai kakak tingkat yang lulus dan akan melanjutkan ke jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA).

Tak disangka meskipun Titiek manggung pertama kali di acara kelulusan sekolahnya, tetapi kualitas suara penyanyi legendaris menuai tepuk tangan riuh dari para penonton.

Seluruh teman-teman, guru-guru, dan perwakilan orang tua murid yang menyaksikan penampilan Titiek bernyanyi, seraya bersorak dan bertepuk tangan terharu. Mereka merasa kagum dengan penampilan Titiek yang saat itu baru berumur 14 tahun.

Adapun judul lagu yang dibawa Titiek manggung perdananya sebagai penyanyi cilik adalah, Angin Menderu.

Karena penampilannya membawakan lagu tersebut, Titiek kemudian ditunjuk kepala sekolah SMP untuk mengikuti lomba nyanyi tingkat Nasional di Semarang. Hasilnya pun tak sia-sia, bocah yang baru lulus SMP itu menang juara pertama.

Mengundang Titiek Puspa Ke Istana, Bung Karno Tertegun Kagum

Karir Titiek Puspa sebagai penyanyi cilik nampaknya mengantarkan karir hidupnya sebagai seorang seniman kondang saat ini.

Sebab salah satu ketenaran Titiek sebagai penyanyi bertaraf Nasional ketika suaranya kerap mengudara di Radio Republik Indonesia (RRI).

Baca Juga: Profil S Bagio, Calon Ambtenaar yang Jadi Komedian Sukses

Suara merdu Titiek saat mengudara di RRI terdengar oleh Bung Karno hingga ke Istana. Pemimpin nomor satu itu kemudian tertegun dan ingin mengetahui siapa wanita pemilik suara merdu tersebut.

Akhirnya melalui surat resmi, Bung Karno kemudian meminta Titiek Puspa hadir di Istana Merdeka, Jakarta. Kehadiran Titiek sangat diharapkan Bung Karno, karena sang Presiden ternyata sedang mencari calon penyanyi penghibur tamu penting negara di Istana.

Titiek Puspa yang saat itu belum genap berumur dua puluh tahun kaget, sekaligus bangga. Dengan penuh harapan baik, Titiek kemudian berdandan dan lekas pergi ke Istana menggunakan pakaian resmi wanita Indonesia yakni, berkebaya.

Saat menghadap Bung Karno, Titiek Puspa langsung menyanyi. Titiek masih ingat saat itu Ia menyanyikan lagu berjudul ”Kasih Diantara Remadja” (1959).

Menurut Rafngi Mufidah, dan Dhanang Respati Puguh dalam Jurnal Historiografi, Vol. 2. No. (1) 2021 berjudul, “Menjadi Penyanyi Istana Negara: Biografi Titiek Puspa”, karena penampilan sukses membawa lagu tersebut, Titiek diangkat jadi penyanyi Istana.

Bung Karno sendiri yang menunjuk Titiek Puspa menjadi penyanyi Istana. Tujuannya untuk menghibur tatkala ada kunjungan penting tetamu dari mancanegara.

Bahkan saat itu Titiek pernah mengikuti tour Internasional rombongan Bung Karno ke berbagai negara di dunia. Antara lain ikut pergi ke Amerika, Hongkong, India, Belanda, Prancis, Italia, Budapest, dan Maroko. (Erik/R7/HR-Online/Editor-Ndu)