Minggu, November 27, 2022
BerandaBerita TerbaruSejarah Kantor Pos Indonesia, Administrasi Persuratan Belanda Abad 17

Sejarah Kantor Pos Indonesia, Administrasi Persuratan Belanda Abad 17

Sejarah Kantor Pos Indonesia merupakan catatan kuno yang menarik karena membahas tentang pola administrasi persuratan modern kolonial, yang berjalan sejak abad ke-17 masehi.

Catatan tentang alur pengiriman surat kilat merupakan representasi teknologi modern kala itu yang tak terpikirkan sebelumnya. Karena sebelumnya pengiriman surat secara manual dengan mengandalkan tenaga hewan: Merpati.

Baca Juga: Sejarah Tentara Pelajar, Pasukan Tempur Remaja Intelektual

Meskipun merepresentasikan teknologi modern dalam berkirim surat, sejarah Kantor Pos Indonesia masih belum banyak diketahui oleh generasi muda. Bagaimana sejarah awal pendirian Kantor Pos di Indonesia? Berikut ini penjelasannya.

Awal Mula Sejarah Kantor Pos Indonesia

Menurut Asa Briggs dalam bukunya berjudul ”Sejarah Sosial Media”, (2006) pertama kali Kantor Pos Indonesia berdiri di Batavia pada tanggal 26 Agustus 1746.

Pendiri kantor administrasi surat menyurat ini adalah Jenderal G. W. Baron van Imhoff yang kala itu menjabat sebagai Gubernur Jenderal VOC di Batavia.

Adapun tujuan pendirian Kantor Pos pertama kali adalah menjamin keamanan surat, terutama surat-surat yang memuat pesan perdagangan. Seperti permintaan barang dari Belanda kepada pengepul rempah di Nusantara dengan cepat.

Oleh sebab itu penggunaan Kantor Pos didominasi oleh kalangan Eropa. Seperti Belanda, Portugis, Spanyol, dan Inggris tatkala kejayaan Perusahaan Hindia Timur Belanda: Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC) masih berdiri.

Karena adanya Kantor Pos perdagangan mereka lancar. Keuntungan dari perdagangan inipun membuat Belanda terdaftar menjadi negara penjajah yang kaya. Keberhasilan ini kemudian dibuat modal untuk membangun cabang-cabang Kantor Pos untuk daerah prioritas perdagangan, seperti kota-kota Pelabuhan di Jawa.

Mendirikan Kantor Pos Cabang Semarang

Ketika pemerintah kolonial berhasil tumbuh menjadi negara yang kaya akibat rempah, keuntungan tersebut kemudian dijadikan modal untuk mendirikan Kantor Pos Cabang Semarang.

Pembangunan Kantor Pos Cabang Semarang merupakan langkah awal Belanda untuk menguasai perdagangan di daerah Jawa Bagian Utara.

Sebab setelah membangun Kantor Pos di Batavia, pemerintah kolonial hanya fokus pada perdagangan antara Sunda Kelapa dengan Banten dan wilayah sekitar Sumatera bagian Selatan.

Baca Juga: Sejarah Rumah Menteri Agama Pertama, Kini Jadi Tempat Uji Nyali

Pembangunan Kantor Pos Cabang Semarang terjadi setelah empat tahun berlalu dari pembangunan perdana Kantor Pos di Batavia.

Dengan adanya Kantor Pos Cabang Semarang pemerintah kolonial Belanda berharap bisa mengirim surat lebih cepat lagi. Terutama mengirim surat-surat yang berkaitan dengan permintaan barang (distribusi) perdagangan rempah.

Pembangunan Kantor Pos tersebut didirikan di Semarang, sebab daerah tersebut merupakan kota Pelabuhan. Kota di mana seluruh pedagang dunia berkumpul.

Maka selain menciptakan jalur pengiriman surat yang cepat, pembangunan Kantor Pos Cabang Semarang juga bermaksud untuk mengawasi daerah tersebut dari kerakusan negara lain, terutama rakus dalam menguasai perdagangan Belanda.

Perubahan Kepengurusan Pasca VOC Runtuh

Karena seluruh akses yang mudah, seperti pengiriman surat cepat dengan menggunakan Pos, pemerintah kolonial VOC terlena dari kenyamanan.

Pejabat VOC menggunakan keuntungan yang datang berlimpah untuk berpesta-pora. Orang-orang Belanda yang mendirikan VOC tidak memikirkan bagaimana kongsi perdagangan Hindia ini harus tetap sukses.

Kehidupan para pemimpin yang glamor membuat VOC runtuh pada tahun 1800. Kongsi dagang Belanda yang besar dan sukses itu mendadak bangkrut akibat banyak korupsi dan menggunakan dana yang berlebih untuk pesta pora.

Pengalaman pahit ini kemudian menjadi pelajaran bagi orang-orang Belanda di Nusantara. Mereka tidak ingin peristiwa kelam ini kembali terjadi. 

Maka pertama kali yang mereka lakukan untuk merevitalisasi kebijakan kolonial yakni dengan memperbaiki perubahan kepengurusan berbagai administrasi Belanda pasca runtuhnya VOC.

Baca Juga: Sejarah Gedung Lawang Sewu, Ornamen Bangunan Simbol Kemakmuran Jawa

Salah satu perubahan kepengurusan pasca VOC runtuh adalah struktur kepengurusan Kantor Pos. Pada tahun 1875 Kantor Pos dipindahkan menjadi kantor yang sama dengan Dinas Telegraf.

Penyatuan dua kantor dinas Belanda yang mengurus surat-menyurat ini bertujuan untuk mengefisiensikan dana, tatkala Belanda jatuh akibat VOC bangkrut.

Menurut catatan kolonial, penyatuan Kantor Pos dengan Dinas Telegraf juga terjadi karena sama-sama dinas urusan pengiriman surat menyurat umum dan perusahaan.

Upaya memperbaiki Kantor Pos sejak tahun 1875 ini berbuah manis. Sebab pada tahun 1906 pemerintah Hindia Belanda semakin memperhatikan Kantor Pos.

Pemakaian Kantor Pos pun tidak terbatas pada orang Eropa (Belanda) dan mengirim surat untuk urusan perdagangan. Sebab jasa Kantor Pos mulai digunakan oleh masyarakat umum (pribumi) untuk berkirim kabar dengan keluarga yang jauh. (Erik/R7/HR-Online/Editor-Ndu)

Diskominfo Kota Banjar