Sabtu, Desember 3, 2022
BerandaBerita JabarSMKN 1 Cibadak Sukabumi Sukses Kembangkan Lemon California

SMKN 1 Cibadak Sukabumi Sukses Kembangkan Lemon California

harapanrakyat.com,- SMKN 1 Cibadak Sukabumi, Jawa Barat, berhasil mengembangkan buah Lemon California, mulai dari budidaya hingga pengolahan buah lemon California.

Selama ini Kabupaten Sukabumi memang dikenal sebagai daerah yang punya potensi besar dalam sektor pertanian. Potensi itu pun dimanfaat SMKN 1 Cibadak, dan terbukti berhasil membudidayakan Lemon California.

Kepala SMKN 1 Cibadak, Iwan mengatakan, budidaya tanaman buah Lemon California berawal dengan memanfaatkan lahan dari pemerintah pusat seluas 5,000 meter persegi.

Kemudian, sekolah binaannya juga mendapat dukungan dari Seameo Biotrop melalui program Ketahanan Pangan berupa benih Lemon California. Benih tersebut ditanam pada lahan seluas 5.000 meter persegi.

“Selanjutnya kami mengembangkan benih lemon tersebut hingga luas lahan kebun Lemon California ini menjadi 2 hektar,” terang Iwan.

SMKN 1 Cibadak Sukabumi Kembangkan Lemon California Sejak 2016

Baca Juga: Budidaya Ikan Mas di Kolam Terpal Mudah dan Menguntungkan

Dikembangkan sejak 2016 oleh siswa kelas XI SMKN 1 Cibadak Sukabumi jurusan ATPH (Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura).

Kemudian, pada tahun 2018, siswa kelas XI jurusan APHP (Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian) mengolah buah Lemon California ini menjadi minuman kemasan.

“Karena kami punya kebun buah Lemon California dengan luas mencapai 2 hektar dan ini sebagai hulu bagi industri pengolahan minuman berbahan buah lemon. Maka itulah yang jadi favorit SMKN 1 Cibadak Sukabumi untuk mengembangkannya dari hulu ke hilir,” kata Iwan.

Kini, SMKN 1 Cibadak juga mengembangkan berbagai macam olahan dari lemon. Mulai minuman hingga hand sanitizer ekstrak lemon. Untuk merek produk minumannya bernama Lemonial, sedangkan merek hand sanitizer yaitu HS Lemon PM.

Atas kesuksesannya itu, SMK Negeri 1 Cibadak punya peran sebagai vendor produk-produk olahan berbahan Lemon California.

Bahkan pelaku UMKM banyak yang membeli produk-produk tersebut untuk dijual ke berbagai daerah. Mulai dari Cianjur hingga Bogor. Bukan hanya itu, SMKN 1 Cibadak Sukabumi juga banyak menerima pesanan hasil olahan buah Lemon California dari sekolah maupun lembaga.

“Kita menyediakan minuman olahan sari lemon kemasan yang menggunakan cup dan botol. Konsumen juga bisa memasangkan nama produknya sendiri. Tapi ada syarat kuantiti,” terangnya.

Baca Juga: Program Kecakapan Hidup SMAN 10 Tasikmalaya Cetak Generasi Siap Kerja

Produk Unggulan Lainnya

Selain olahan buah Lemon California, SMKN 1 Cibadak Sukabumi juga mempunyai produk unggulan lain, seperti roti, ubi ungu, bakpia, Aghurt yakni yoghurt rasa buah. Kemudian, nata aloe yakni jelly lidah buaya, keripik nangka dan keripik pisang, serta Selena yaitu nata de coco.

Semua itu adalah produk olahan yang ada pada jurusan Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian. Selain itu, SMKN 1 Cibadak bekerjasama dengan PT. Akasha Wira Internasional Tbk, kini memproduksi makanan dengan cita rasa serta kemasan Korea.

Adapun yang akan dikerjasamakannya yaitu produk Rose Ramyun, Woonhae Cheese Ramyun, Rose Topokki Wonhae, Fried Rose Ramyun. Kemudian, Fish Cake dan Fried Creamy Roose Ramyun.

Miliki 10 Program Unggulan

Terpisah, Dr. Nonong Winarni, Kepala KCD Pendidikan V Jawa Barat, menambahkan, SMKN 1 Cibadak Sukabumi adalah salah satu SMK Negeri unggulan di Kabupaten Sukabumi.

Ada 5 program keahlian di SMKN 1 Cibadak, yaitu program Agriteknologi Pengolahan Hasil Pertanian, Hortikultura, Agribisnis Tanaman Pangan. Kemudian, Agribisnis Perikanan, Agribisnis Ternak, dan Desain Komunikasi Visual.

Baca Juga: Tiga Karya Siswa SMKN 1 Cibinong Bogor Digunakan untuk Produksi Semen

Namun, seiring perkembangan waktu, tahun 2022 Kompetensi keahlian di SMKN 1 Cibadak Sukabumi menjadi 10, dan peserta didiknya mencapai 1.894 orang.

Nonong menjelaskan, sekolah ini menerapkan model pembelajaran TEFA (Teaching Factory) yang merupakan model pembelajaran untuk sekolah kejuruan berbasis jasa atau produksi yang mengacu standar dan prosedur sebagaimana sektor industri.

“TEFA ini pengembangan unit produksi, yaitu menerapkan sistem mitra industri pada unit praktek/produksi yang telah ada di setiap sekolah vokasi,” jelas Nonong.

Untuk diketahui, SMKN 1 Cibadak Sukabumi pada tahun 2022 ini kembali mendapatkan program Dirjen Pendidikan Vokasi tahun 2022.

Terkait kerjasama dengan industri, sekolah ini bekerjasama dengan PT. Akasha Wira International, PT. Lemon Indonesia Alam Lestari, serta PT. Indokopi Makmur Sentosa Tangerang.

SMKN 1 Cibadak Miniaturnya Industri Sekolah

Sementara itu, Kabid. Pembinaan SMKN Jawa Barat, Edy Purwanto menambahkan, SMKN 1 Cibadak sebagai miniaturnya industri yang terdapat di sekolah.

Melalui metode pembelajaran TEFA, sekolah tersebut sudah mampu menghasilkan berbagai macam produk unggulan yang diterima pasar.

“Saat ini tinggal memperluas jaringan saja supaya pasarnya bisa lebih luas lagi. Dengan begitu, industri di SMK Negeri 1 Cibadak ini nantinya akan terus melakukan ekspansi,” kata Edy.

Menurutnya, SMKN 1 Cibadak Sukabumi tak hanya menjual produknya pada mitra industri, tapi juga bisa memenuhi permintaan mitra-mitra lainnya.

“Seperti halnya produk olahan berupa minuman lemon itu. Itu yang beli bisa pesan mereknya sesuai permintaan,” imbuh Edy.

Terpisah, Kadisdik Jawa Barat, Dedi Supandi menjelaskan, dengan menyandang status sebagai SMKN BLUD, pihaknya menargetkan kepada sekolah dan siswanya agar berhubungan dengan mitra industri secara langsung.

“Jadi nanti tidak ada anak lulusan SMK hanya bisa kerja di pabrik. Tapi mereka mampu membuka atau menciptakan peluang kerja sesuai industri dan pasar. Sehingga siswa lulusan dari SMK BLUD bisa mencetak konsep wirausaha muda,” pungkas Dedi. (R3/HR-Online/Editor-Eva)