Minggu, November 27, 2022
BerandaBerita JabarSMKN 1 Kota Cirebon Berhasil Buat Perangkat Smart Home Berteknologi IoT

SMKN 1 Kota Cirebon Berhasil Buat Perangkat Smart Home Berteknologi IoT

harapanrakyat.com,- SMKN 1 Kota Cirebon berhasil mengembangkan perangkat teknologi yang memiliki konsep smart home. Sekolah yang ada di lingkungan Cabang Dinas Pendidikan (Cadisdik) Wilayah X Jabar ini, mengembangkan perangkat berteknologi yang sudah terintegrasi atau pendekatan IoT alias Internet of Things.

Seperti kita ketahui, bahwa konsep smart home ini merupakan inovasi seiring pesatnya perkembangan teknologi saat ini. Sehingga, dengan adanya terobosan tersebut, maka hanya dengan satu genggaman tangan, sudah bisa melakukan banyak aktivitas di dalam rumah.

Salah satu contoh, saat menjalankan aktivitas sehari-hari seperti mematikan maupun menyalakan lampu. Jadi, dengan perangkat berteknologi IoT ini, tidak mustahil aktivitas seperti itu bisa dilakukan dengan menempelkan jari pada smartphone.

Kepala SMK Negeri 1 Kota Cirebon, Arifuddin mengatakan, siswanya sudah mengembangkan 12 inovasi teknologi selama tahun 2022 ini.

“Salah satu inovasi teknologi yang terkait IoT yakni smart home,” katanya dalam keterangan resmi yang HR Online terima, Jumat (18/11/2022).

Baca Juga: SMAN 1 Lembang Implementasikan Inovasi Pembelajaran Tematik Terintegratif dan Kolaboratif

Lanjutnya menjelaskan, bahwa lewat inovasi IoT yang siswa SMKN 1 Kota Cirebon kembangkan ini, mampu mengatur rumah dengan sistem cara otomatis.

Jadi, dengan adanya perangkat ini, bisa mengoperasikannya dari jarak jauh melalui internet dengan memakai perangkat pintar.

“Sehingga panel pintu sampai CCTV semua bisa kita atur hanya lewat handphone, meski jaraknya jauh,” jelasnya.

SMKN 1 Kota Cirebon Terapkan Kurikulum Merdeka Berbagi

Ternyata, para siswa SMK Negeri 1 Kota Cirebon ini tidak cuma jago merancang software atau perangkat lunak saja. Tapi mereka juga bisa memproduksi hardware alias perangkat keras produk dengan konsep smart home.

Arifuddin mengatakan, bahwa dalam proses produksi smart home untuk permodelan, pihaknya melibatkan anak didiknya dari jurusan teknik konstruksi.

Sementara yang membuat aplikasi serta pengembangan perangkat lunaknya, yaitu oleh siswa jurusan Teknik Komputer dan Jaringan.

“Sedangkan yang merakitnya oleh siswa dari jurusan elektronika,” katanya.

Baca Juga: SMKN 1 Cibadak Sukabumi Sukses Kembangkan Lemon California

Lebih lanjut ia menambahkan, bahwa SMKN 1 Kota Cirebon sudah menjalankan Kurikulum Merdeka Berbagi.

Menurutnya, kurikulum tersebut dirancang serta disetujui oleh stakeholder, termasuk salah satunya mitra industri. Jadi dengan menerapkan kurikulum tersebut, maka setiap siswa yang mengikuti proses belajar mengajar sudah sejalan dengan kebutuhan industri.

Saat ini, kata Arifuddin, sudah ada 109 industri yang bermitra dengan SMK Negeri 1 Kota Cirebon, baik dari dalam maupun luar negeri.

“Untuk luar negeri salah satunya perusahaan dari Perancis, yakni Schneider Electric,” katanya.

Perangkat Smart Home IoT SMKN 1 Kota Cirebon Sudah Teruji

Meski sudah banyak produk smart home buatan industri besar yang menguasai pasar, namun Arifuddin tetap optimis bahwa produk hasil rancangan siswa SMK Negeri 1 Kota Cirebon mempunyai kualitas yang tidak kalah saing.

Sebab menurutnya, produk smart home hasil dari industri tersebut mempunyai beberapa kelemahan, yakni rawan diretas.

Ia mengklaim bahwa berbeda dengan produk hasil anak didiknya. Sebab, memiliki server IoT sendiri, sehingga lebih aman.

Baca Juga: Program Kecakapan Hidup SMAN 10 Tasikmalaya Cetak Generasi Siap Kerja

“Selain itu, kita juga membuat secara costum sesuai dengan apa yang pemesan inginkan. Makanya untuk urusan harga, produk kita bisa lebih murah dari yang ada dipasaran,” ujarnya.

Lanjutnya mengatakan, produk smart home buatan siswa SMKN 1 Kota Cirebon sudah melakukan teruji. Hal tersebut seiring dengan adanya perjanjian kerja sama atau Memorandum of Understanding (MoU) antara pihaknya dengan Lembaga Pengembangan Inovasi dan Kewirausahaan (LPIK) Institut Teknologi Bandung (ITB), bulan Oktober 2022.

“Jadi dalam MoU ini, untuk Smart City-nya ITB mempunyai software. Sedangkan kita merancang hardware,” pungkasnya.

Tanggapan Kadisdik Jabar dan Cadisdik Wilayah X

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Jabar, Dedi Supandi mengatakan, bahwa SMKN 1 Kota Cirebon adalah satu di antara 35 SMK Negeri berstatus BLUD atau Badan Layanan Umum Daerah di Jawa Barat.

“Status SMK Negeri yang BLUD ini, maka targetnya agar sekolah maupun siswa bisa berhubungan langsung dengan mitra industri,” katanya.

Baca Juga: Tiga Karya Siswa SMKN 1 Cibinong Bogor Digunakan untuk Produksi Semen

Jadi, tambahnya, nantinya tidak lagi ada lulusan SMK yang hanya kerja di pabrik. Namun bagaimana para siswa membuka peluang-peluang kerja sesuai pasar maupun industri.

Kepala Cadisdik Wilayah X Jabar, Ambar Triwidodo menambahkan, bahwa  pihaknya mendorong SMK yang ada di wilayah kerjanya. Yaitu, antara lain Kota Cirebon, Kabupaten Cirebon dan Kabupaten Kuningan untuk terus berinovasi.

Ia berharap, dengan adanya inovasi baru yang siswa rancang, bisa memberikan manfaat serta berdaya guna.

“Seperti apa yang SMKN 1 Kota Cirebon rancang yakni produk smart home. Teknologi tersebut bakal bermanfaat di era digital seperti sekarang ini,” katanya. (R5/HR-Online/Editor-Adi)

Diskominfo Kota Banjar