Minggu, November 27, 2022
BerandaBerita PangandaranWarga Pangandaran Kesal, Antrian di SPBU Kedungwuluh Selalu Mengular

Warga Pangandaran Kesal, Antrian di SPBU Kedungwuluh Selalu Mengular

harapanrakyat.com,- Antrian di SPBU 34.46318 Desa Kedungwuluh, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat selalu mengular setiap hari.

Warga yang akan membeli bensin terpaksa harus antri hingga setengah jam lebih untuk mengisi Pertalite.

Sebenarnya warga bisa saja membeli Pertalite secara eceran, namun saat ini Pertalite eceran di Pangandaran langka. Selain itu, harganya pun mahal. Sementara jumlah SPBU juga tidak sebanding dengan kendaraan yang membutuhkan bensin.

Karena alasan itu, warga memilih antri dan bersabar untuk membeli bensin di SPBU Kedungwuluh.

Salah seorang warga Nono mengaku rela mengantri dan sabar hanya demi mendapatkan bahan bakar minyak jenis bensin Pertalite 1,5 liter. Nono mengisi Pertalite untuk motornya yang biasa digunakan bekerja sehari-hari.

“Sebenarnya saya kesal Mas, ngantri sampai setengah jam lebih untuk beli bensin 1,5 liter. Tapi gimana lagi beli di eceran langka dan kalau adapun, harganya mahal,” kata Nono di sela antrian motor SPBU Kedungwuluh Padaherang, Sabtu (19/11/2022).

Nono menuturkan, membeli bensin di SPBU membuatnya bisa lebih hemat, asalkan ia sabar mengantri.

“Saya beli Pertalite 1,5 liter cukup dengan uang Rp 15 ribu, tapi kalau beli di eceran jarang. Kalau ada, 1 liter harganya sampai Rp 13 ribu bahkan ada yang jual Rp 15 ribu, mending beli di SPBU walau ngantri,” tuturnya.

Baca Juga: Jauh dari SPBU, Warga Langkaplancar Pangandaran Keluhkan Mahalnya Harga BBM Eceran

Terkait antrian di SPBU Kedungwuluh, warga lainnya Deden berharap pemerintah tidak membuat masyarakat susah. 

“Beli bensin jenis Pertalite saja harus ngantri sampai setengah jam lebih, belum lagi ditambah harga kebutuhan lainnya yang mahal. Ribet banget mas, saya berharap pemerintah segera menormalkan kondisi di masyarakat seperti sebelumnya,” katanya.

Kata Petugas tentang Antrian di SPBU Kedungwuluh Selalu Mengular

Sementara salah seorang pegawai SPBU Kedungwuluh Rinto mengatakan, dirinya menangani pembeli Pertalite untuk kendaraan roda 4 menggunakan barcode atau bisa juga plat nomor.

Sedangkan untuk kendaraan motor atau roda 2 bebas. Rinto pun sudah menghitung waktu maksimal 1 pelanggan dilayani dalam waktu 2 menit saja. Apabila ada pergantian shift, Rinto mengaku memang sedikit telat.

“Kita dimaksimalkan satu pelanggan bisa dilayani maksimal 2 menit Pak, kalau setengah jam lebih mah itu sama ngantrinya,” singkatnya.

Salah seorang pengawas SPBU Kedungwuluh Abdul Halim mengatakan, pihaknya sudah maksimal dalam melayani konsumen. Tetapi karena terkendala dengan tenaga kerja yang bergantian shift, terkadang membuat pelayanan telat. 

“Kita menjalani pelayanan penjualan sesuai aturan saja. Tidak bisa mengubah kebijakan,  aturannya gitu ya kita hanya melaksanakan,” singkatnya. (Madlani/R7/HR-Online/Editor-Ndu)

Diskominfo Kota Banjar