Rabu, Februari 8, 2023
BerandaBerita TerbaruKisah Perang Khandaq, Membangun Parit untuk Menahan Musuh

Kisah Perang Khandaq, Membangun Parit untuk Menahan Musuh

Kisah perang Khandaq terjadi pada bulan Syawal tahun 5 Hijriah. Kisah perang ini bernama Khandaq sebab kaum muslimin membuat parit. Kata Khandaq berasal dari bahasa Persia yaitu “Kadak” yang berarti “itu telah digali”.

Dalam perang ini musuh yang berhadapan dengan umat muslimin yaitu pasukan sekutu antara beberapa kaum. Koalisi atau sekutu tersebut yaitu antara kaum Yahudi, kaum Ghathafan, dan kaum kafir Quraisy Makkah. Ada beberapa alasan yang tersebutkan menjadi penyebab adanya perang ini.

Alasannya yaitu adanya kekhawatiran kaum Yahudi dan Quraisy karena eksistensi dari ajaran mereka.

Selain itu ada yang mengatakan pula bahwa alasannya yaitu karena kaum Ghathafan ingin menguasai perdagangan di Kota Madinah. Kemudian keinginan untuk balas dendam karena kekalahan pada perang sebelum-sebelumnya.

Baca Juga: Sejarah Perang Hunain yang Berhasil Dimenangkan Kaum Muslim

Kisah Perang Khandaq dalam Islam

Awalnya terdapat beberapa orang Yahudi yang membuat pasukan untuk melawan Nabi Muhammad SAW. Kemudian mereka menghasut kaum Quraisy dan memprovokasi kaum Ghathafan untuk turut menyerang Rasulullah. Total pasukan koalisi tersebut pun berjumlah hingga 10.000 pasukan.

Dalam peperangan ini Abu Sufyan bin Harb memimpin orang-orang Quraisy. Lalu Uyainah bin Hishn bin Hudzaifah bin Badr menjadi pemimpin pasukan kaum Ghathafan. Terakhir Salam bin Abdul Huqaiq memimpin pasukan kaum Yahudi Bani Nadhir menuju peperangan.

Mendengar kabar jumlah pasukan kaum kafir yang sangat besar, Rasulullah SAW pun bermusyawarah dengan para sahabat.

Kemudian Salman Al Farisi mengusulkan untuk membangun parit di wilayah utara Madinah. Sebab wilayah tersebut menjadi satu-satunya jalan terbuka untuk pasukan kaum kafir.

Sementara itu, bagian lainnya menjadi benteng karena adanya gunung yang penuh dengan pohon kecil dan pohon kurma.

Pepohonan tersebut akan menyulitkan unta serta pejalan kaki untuk melewatinya. Akhirnya pun parit dibuatlah dengan panjang 5.544 meter, lebar 4.62 meter dan dengan kedalaman 3.234.

Baca Juga: Kisah Rabiah bin Kaab, Tolak Menikah Demi Melayani Rasulullah

Mukjizat Rasulullah SAW

Kisah perang Khandaq juga menceritakan mukjizat Nabi Muhammad SAW dalam pembangunan parit. Saat itu, kaum muslimin mengalami kesulitan dalam menggali tanah berbatu, mereka pun mengutarakannya pada Nabi Muhammad SAW.

Rasulullah kemudian meminta air, lalu meludah ke dalamnya sembari berdoa dan menuangkannya ke atas tanah.

Akhirnya pun tanah tersebut bisa hancur sehingga penggalian parit bisa berlanjut. Kemudian ketika mereka menemukan batu yang sulit pecah, mukjizat Rasulullah muncul kembali.

Rasulullah SAW menghantam batu tersebut 3 kali kemudian muncul cahaya terang dari bawah kapak.

Kemudian mukjizat lain juga tampak ketika Jabir bin Abdullah menyiapkan hidangan yang hanya cukup untuk beberapa orang saja. Namun, atas izin Allah SWT hidangan makanan ini cukup untuk 1.000 orang kaum muslimin. Bahkan mereka sampai merasa kenyang dan makanannya pun masih tersisa.

Kronologi Perang

Dalam kisah perang Khandaq pasukan kaum muslimin bermarkas di Gunung Sil’un dengan parit yang membatasi mereka dari musuh.

Ketika pasukan musuh sampai di Madinah mereka terkejut sebab adanya parit yang menghalangi jalan. Mereka pun sadar bahwa strategi Rasulullah berbeda dengan strategi pada perang sebelum-sebelumnya.

Pasukan musuh pun mencoba berbagai cara untuk melewati parit, namun usahanya selalu gagal. Selama hampir satu bulan pun perang yang terjadi hanya saling melempar panah. Hingga akhirnya beberapa dari tentara kuda telah berhasil melewati parit tersebut, salah satunya yaitu Amr bin Abd Wad Al Amiri.

Konon katanya ia memiliki kekuatan yang setara dengan 100 orang. Nabi Muhammad pun memerintahkan agar pasukan menghadapinya. Kemudian muncullah Ali bin Abi Thalib yang menghadapinya hingga akhirnya berhasil membunuhnya.

Baca Juga: Kisah Raja Zulkarnain Adil dan Bijaksana Pembuat Tembok dari Besi

Badai Pasir

Kisah perang Khandaq berlanjut setelah pengepungan selama satu bulan, tanpa sepengetahuan sekutu Nua’im bin Mas’ud dari Bani Ghathafan sudah memeluk Islam.

Dengan kecerdasannya ia pun berhasil memecah belah para sekutu sehingga menguntungkan kaum muslimin. Kekuatan musuh pun akhirnya melemah.

Keberuntungan kaum muslimin pun tidak berhenti hanya sampai itu saja, sebab muncul pertolongan lain dari Allah SWT.

Pada waktu itu muncullah badai pasir yang memporak-porandakan perkemahan musuh. Hingga pada akhirnya pasukan musuh mengakui kekalahannya dalam perang ini.

Demikianlah kisah perang Khandaq mulai dari awal mula hingga kekalahan pasukan musuh. Dengan kecerdasan dan pertolongan dari Allah SWT, pasukan kaum muslimin menang. Padahal saat itu jumlah pasukan kaum muslimin kalah jauh dari pasukan musuh. (R10/HR-Online)