Rabu, Februari 8, 2023
BerandaBerita TerbaruMengenal Sosok Manuel Akanji, Pencetak Gol Tunggal Swiss Lawan Portugal

Mengenal Sosok Manuel Akanji, Pencetak Gol Tunggal Swiss Lawan Portugal

Manuel Akanji memang tidak setenar Xherdan Shaqiri maupun Granit Xhaka yang merupakan pemain kunci timnas Swiss. Namun siapa sangka Akanji berhasil mencetak satu-satunya gol buat Swiss saat laga melawan Portugal pada 16 besar Piala Dunia 2022.

Sayangnya, gol semata wayang yang ia buat tidak bisa membantu timnas Swiss untuk melaju ke babak 8 besar. Sehingga harus tersingkir oleh Portugal dari Piala Dunia 2022.

Diketahui, Akanji sendiri merupakan sosok pemain bertahan. Namun, ia bisa menyumbang gol bagi Swiss. Apakah kalian mengenal sosok tersebut?

Profil Manuel Akanji

Punya nama lengkap Manuel Obafemi Akanji, merupakan pria kelahiran Swiss pada 19 Juli 1995. Ia juga punya darah keturunan Nigeria.

Darah tersebut didapat dari ayahnya yakni Abimbola Akanji, yang merupakan mantan pemain sepak bola amatir.

Baca Juga: Portugal Hajar Swiss 6-1, Sosok Pengganti Ronaldo Cetak Hattrick

Sedangkan ibunya yang bernama Isabel Akanji, merupakan mantan atlet tenis di tim nasional Swiss.

Sebagai anak kedua, Manuel Akanji punya dua saudara. Mereka masing-masing memiliki nama Michelle dan Sarah.

Perjalanan karirnya sebagai pemain bola bermula saat usianya masuk 9 tahun. Kala itu, ia masuk sebagai pemain salah satu klub amatir Swiss bernama FC Wiesendangen.

Di tim tersebut, ia berposisi sebagai winger dan playmaker. Kendati demikian, Manuel Akanji berhasil menorehkan sejumlah prestasi.

Baca Juga: Timnas Maroko Bikin Kejutan di Piala Dunia 2022, Kini Spanyol yang Jadi Tumbal

Hal itu yang membuat sejumlah tim tertarik untuk meminangnya. Masuk usia 11 tahun, ia bergabung bersama akademi FC Winterthur. Dari situ, ia memulai karir di divisi dua Swiss.

Seiring dengan bertambahnya waktu, skill pemain tersebut terus meningkat. Bahkan, ia juga beberapa kali mendapat penghargaan.

Masuk usia 17 tahun, Akanji berganti posisi bermain. Ia kala itu mendapat posisi sebagai pemain bertahan. Dari situ, Timnas Swiss U-20 tertarik untuk memanggilnya.

Itu merupakan salah satu batu loncatan Manuel Akanji untuk berkiprah di kompetisi besar. Hingga kini ia bisa berada di Manchester City, usai Pep Guardiola tertarik akan penampilannya. (Revi/R5/HR-Online/Editor-Adi)