Rabu, Februari 1, 2023
BerandaBerita TerbaruTempat Angker di Pulau Jawa, Berani Berkunjung?

Tempat Angker di Pulau Jawa, Berani Berkunjung?

Setidaknya ada lima tempat angker di Pulau Jawa. Tempat angker merupakan suatu tempat yang tampak menyeramkan dan sebagian orang menganggapnya berhantu. Indonesia sangat kental dengan hal mistis dan kisah legenda nenek moyang terdahulu.

Sebagian besar masyarakat mempercayai bahwa setiap tempat memiliki kisah dan urban legend-nya masing-masing.

Inilah 5 Tempat Angker di Pulau Jawa

Masyarakat menganggap lima tempat berikut ini angker, apa alasannya?  

Alas Roban

Alas Roban terletak di Kabupaten Batang, Jawa Tengah. Masyarakat mengenal Alas Roban sebagai salah satu tempat angker yang ada di jalur Pantura. Tidak jarang terjadi kecelakaan yang memakan korban jiwa.

Tempat ini merupakan kawasan hutan jati. Masyarakat meyakini Alas Roban adalah tempat pembuangan mayat pembunuhan dan tempat buang jin.

Baca Juga: Apa Itu Khodam, Benarkah Bisa Bantu Raih Sukses dan Jabatan?

Tidak sedikit orang yang mengalami hal mistis saat melewati jalur tersebut, bahkan tertahan beberapa waktu di dimensi lain. Maka dari itu, jika Anda akan melewati Alas Roban usahakan melewatinya pada siang hari.

Namun apabila terdesak dan harus melewatinya di malam hari, hendaklah berdoa setiap waktu dan memohon perlindungan kepada Allah SWT.

Lawang Sewu

Lawang Sewu terletak di Semarang, Jawa tengah. Tepatnya berada di sebelah Tugu Muda. Tempat ini merupakan bangunan perkantoran yang kini telah menjadi destinasi wisata. Bangunan bersejarah yang dibangun pada zaman kolonial Belanda tahun 1900-an.

Masyarakat juga meyakini Lawang Sewu merupakan tempat angker. Dengan adanya urban legend pada masa lalu. Tempat yang menjadi saksi bisu pertumpahan darah pertempuran para pahlawan Indonesia melawan serdadu Belanda.

Penjara bawah tanah menjadi pelengkap kisah sedih dan kelam pada masa lalu. Tempat penyiksaan dan penjara bagi para pahlawan yang menentang kebijakan penjajah. Penjara berukuran sempit untuk puluhan orang. Bahkan para tahanan tidak diberikan makanan, tidak sedikit tahanan yang meninggal.

TPU Jeruk Purut

TPU Jeruk Purut adalah sebuah taman pemakaman umum yang terletak di Cilandak Timur, Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Masyarakat setempat meyakini TPU Jeruk Purut merupakan salah satu tempat angker di Pulau Jawa.

Saking terkenal angker, sampai diangkat menjadi sebuah film horror yang berjudul Hantu Jeruk Purut.

Mengutip dari Wikipedia, menurut kepercayaan setempat, TPU ini dihantui seorang pastor yang kepalanya dipenggal. 

Hantu tersebut membawa kepalanya di tangan. Kemudian seekor anjing hitam besa mengikuti hantu tersebut. Konon hantu dan anjing hitam ini nyasar saat sedang mencari makamnya sendiri.

Alas Purwo

Alas Purwo merupakan sebuah taman nasional yang terletak di Kecamatan Tegaldlimo dan Kecamatan Purwoharjo, tepatnya Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur.

Taman Nasional ini memiliki aura mistis yang sangat kuat. Sehingga mendapat julukan hutan paling angker di Tanah Jawa. Alas Purwo juga memiliki 40 gua, salah satu diantaranya yaitu gua Mayangkara.

Masyarakat setempat mempercayai Alas Purwo adalah tempat untuk bersemedi dan pesugihan. Pada malam satu suro, banyak pengunjung yang datang untuk melakukan semedi, dengan tujuan mendapat wangsit dan juga kesaktian.

Selain terkenal sebagai tempat angker dan keramat di Pulau Jawa, masyarakat mempercayai bahwa Alas Purwo dapat membawa seseorang ke dimensi lain.

Gunung Lawu

Gunung Lawu terletak di Pulau Jawa, tepatnya di perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Timur. Ada tiga kabupaten yang masuk kawasan Gunung Lawu. Ketiga Kabupaten tersebut adalah Kabupaten Karanganyar di Jawa Tengah, Kabupaten Ngawi dan Kabupaten Magetan di Jawa Timur.

Masyarakat setempat mempercayai Gunung Lawu adalah tempat angker. Hal ini terkait banyaknya fenomena mistis yang menyebar di masyarakat.

Baca Juga: Pernikahan Jin dan Manusia, Jadi Makmur atau Membawa Petaka?

Salah satu fenomena mistis Gunung Lawu adalah keberadaan Pasar Dieng atau Pasar Setan. Konon pasar tersebut merupakan tempat transaksi bagi para jin dan makhluk halus penunggu Gunung Lawu. Tak sedikit para pendaki yang mengalami kejadian aneh, seperti mendengar suara keramaian.

Sebagai bentuk penghormatan kepada sang penguasa dan penunggu Gunung Lawu, ada beberapa pantangan. Pendaki Gunung Lawu harus tidak boleh melanggar pantangan tersebut.

Pantangan tersebut di antaranya pengunjung tak boleh berbicara kotor, melakukan hal asusila, bercanda berlebihan, begitu juga bicara sembarangan tak diperbolehkan.

Tidak sedikit orang yang mengalami gangguan aneh, bahkan tersesat dan tertinggal rombongan. Maka dari itu, selalu jaga etika dan kesopanan di manapun berada, apalagi saat melewati tempat angker di Pulau Jawa tersebut. (Witri/R7/HR-Online/Editor-Ndu)