Senin, Februari 6, 2023
BerandaBerita TasikmalayaBelum Selesai Dibangun, Alun-Alun Singaparna Tasikmalaya Dikunjungi Ratusan Warga

Belum Selesai Dibangun, Alun-Alun Singaparna Tasikmalaya Dikunjungi Ratusan Warga

harapanrakyat.com,- Alun-Alun Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat dikunjungi ratusan warga, Jumat (6/1/2023). Padahal Alun-Alun Singaparna tidak dibuka untuk umum lantaran belum selesai 100 persen.

Pantauan Harapanrakyat.com terlihat pengunjung menikmati Alun-Alun Singaparna yang proses pengerjaannya baru mencapai 97 persen. Warga yang datang selain berswafoto, juga bermain di atas rumput sintetis.

Baca Juga: Rumah Makan Khas Sunda di Tasikmalaya, Sambalnya Bikin Nagih

Salah seorang pengunjung, Wanda mengatakan, perubahan Alun-Alun Singaparna sangat signifikan.

“Pas sebelum direhab alun-alun ini pengunjungnya biasa saja, tetapi setelah direhab dan diperbaiki seperti ini otomatis pengunjung semakin banyak,” katanya, Jumat (6/1/2023).

Selain itu, Wanda juga melihat sisi positif dari dibangunnya kembali Alun-Alun Singaparna Tasikmalaya.

“Efek lainnya juga support UMKM, jadi lebih membantu dan mendongkrak ekonomi para pedagang di sekitar Alun-Alun Singaparna ini,” katanya.

Wanda juga berharap fasilitas Alun-Alun Singaparna ditingkatkan, terutama tempat sampah sehingga pengunjung terbiasa menjaga kebersihan dengan tidak membuang sampah sembarangan.

“Sebelum alun-alun direhab kan sampah itu ada di mana-mana. Tapi Kalau melihat dari kondisinya, katanya alun-alun ini belum diresmikan oleh Pemerintah, karena memang dari segi kesiapan belum 100 persen rampung,” ujarnya.

Sebagai pengunjung, Wanda mengaku sangat suka dengan rumput sintetis di Alun-Alun Singaparna.

“Pengunjung yang lainnya juga kayaknya paling disukai itu ada rumput sintetis, bisa duduk duduk sambil melihat langsung pemandangan gunung Cikuray,” katanya.

Semntara itu Sekda Kabupaten Tasikmaya Mohammad Zen mengatakan Alun-Alun Singaprna memang belum selesai 100 persen.

“Memang Alun-Alun Singaparna belum selesai karena terkendala cuaca yang cukup berat, baru mencapai 97 persen, untuk peresmiannya setelah bulan Februari 2023,” singkatnya. (Apip/R7/HR-Online/Editor-Ndu)