Selasa, Januari 31, 2023
BerandaBerita TerbaruCara Tahallul bagi Jamaah Wanita, Rangkaian Haji dan Umroh

Cara Tahallul bagi Jamaah Wanita, Rangkaian Haji dan Umroh

Cara tahallul bagi jamaah wanita berbeda dengan jamaah laki-laki. Bagi jamaah wanita, tahallul penting dan memiliki tata cara tersendiri. Berikut ini ulasan lengkap mengenai bagaimana melakukan ibadah saat haji dan umroh tersebut.

Mengenal Cara Tahallul bagi Jamaah Wanita

Saat menjalankan ibadah haji maupun umroh, umat muslim pastinya familiar dengan kata tahallul. Lantas apa itu tahallul? Pada dasarnya, tahallul merupakan rukun yang ada dalam ibadah tersebut.

Mengenai pengertiannya, tahallul artinya keluar dari kondisi ihram karena sudah menyelesaikan haji atau umroh. Baik itu seluruhnya maupun sebagian.

Baca juga: Pengertian dari Ihram, Sunah dan Larangannya

Dengan demikian, ibadah haji dan umroh tak akan lengkap tanpa melakukan tahallul.

Mengenai caranya, tahallul bisa dengan mencukur atau bisa juga menggunting rambut sedikitnya tiga helai. Aturan ini berlaku untuk jamaah laki-laki maupun wanita. Tahallul dengan aturan tersebut sudah dianggap sah.

Akan tetapi, jamaah laki-laki sebaiknya cukur habis semua rambutnya. Hal ini juga bisa kita sebut dengan menggundul rambut. Sesuai dengan kesepakatan ulama, menggundul rambut bagi jamaah laki-laki nilainya lebih utama.

Berbeda halnya untuk cara tahallul bagi jamaah wanita. Jamaah wanita lebih baik memendekkan rambut saja. Saat tahallul, jamaah wanita tak perlu mencukur habis ataupun menggundul rambut.

Perihal bagaimana caranya, cukup mengambil rambut yang ada di sisi depan kepala terlebih dahulu. Rambut yang diambil bisa sebanyak ruas jari-jari. Setelah itu, potong rambut tersebut dengan pisau, gunting, atau alat lainnya.

Jenis-Jenis Tahallul

Setelah mengetahui bagaimana cara tahallul bagi jamaah wanita, pastikan tak lewatkan pula pembahasan seputar apa saja jenis tahallul dalam rangkaian ibadah haji dan umroh.

Pada dasarnya, jenis tahallul meliputi tahallul umroh dan haji. Berikut ulasan lengkapnya. Pastikan Anda menyimak pembahasannya dengan baik.

Tahallul Umroh

Sesuai dengan namanya, jenis tahallul ini memang terlaksana saat menunaikan ibadah umroh. Tahallul umroh ini hanya sekali sebagai tanda gugurnya semua larangan selama umroh sehingga boleh beraktivitas lagi yang sebelumnya terlarang.

Tahallul Haji

Dari namanya sudah kita ketahui bahwa jenis tahallul ini berlangsung ketika melaksanakan ibadah haji. Berbeda dengan tahallul umroh, tahallul haji ini terbagi lagi menjadi dua jenis. Sebut saja tahallul awal dan tahallul akhir.

Tahallul Awal

Jenis tahallul ini juga terkenal dengan sebutan tahallul ashghar. Tahallul awal ini merupakan tahallul pertama sebagai tanda hilangnya sebagian larangan haji.

Baca juga: Menghajikan Orang yang Sudah Meninggal, Begini Hukum dan Niatnya

Saat melakukan tahallul awal, jamaah boleh memakai wewangian, berganti pakaian, dan lain sebagainya.

Sementara untuk sebagian aktivitas lainnya yang masih dilarang yaitu berhubungan suami istri, menikah, dan bermesraan. Apabila terdapat jamaah yang melanggar aturan tersebut, maka akan kena denda.

Oleh karena itu, pastikan memahami dan mematuhi aturan yang berlaku, selain cara tahallul bagi jamaah wanita agar ibadah lancar.

Tahallul Akhir

Tahallul akhir memiliki nama lain sebagai tahallul tsani atau tahallul akbar. Anda bisa menunaikan tahallul akhir apabila sudah menyelesaikan semua rangkaian ibadah haji. Bisa kita bilang bahwa tahallul akhir ini menjadi pelengkap haji.

Untuk melakukan tahallul, jamaah perlu mencukur rambut, melakukan thawaf ifadhah, dan lempar jumrah. Apabila rangkaian tahallul akhir tersebut sudah terlaksana, berarti Anda telah terbebas dari semua larangan saat ihram.

Dalam artian, Anda sebagai jamaah bisa melakukan berbagai aktivitas yang awalnya terlarang tersebut.

Berkaitan dengan tahallul akhir, sebenarnya ada banyak pendapat yang membicarakannya. Salah satu pendapat tersebut menyebutkan bahwa tahallul akhir bisa dilakukan dengan melempar jamratul aqabah, thawaf ifadhah, dan sai.

Ketika sudah menyelesaikan thawaf, sai, kembali ke Mekah, serta wukuf di Arafah maka bisa melakukan tahallul akhir.

Baca juga: Tata Cara Wukuf di Arafah, Rukun Haji yang Penting

Ada pula pendapat yang menyebutkan bahwa meski jamaah belum melempar 3 jumrah dan bermalam di Mina, namun sudah boleh melakukan semua larangan ihram.

Bagi Anda yang ingin menunaikan ibadah haji maupun umroh, pastikan tidak melewatkan pembahasan seputar cara tahallul bagi jamaah wanita di atas. Saat mengikuti pembahasan ini, Anda juga bisa menemukan beragam informasi menarik lainnya seperti jenis-jenis tahallul. Dengan berbekal wawasan atau pengetahuan yang mumpuni, maka ibadah haji dan umroh yang Anda tunaikan bisa lancar. (R10/HR-Online)