Senin, Februari 6, 2023
BerandaBerita TasikmalayaCurug Pamutuh Tasikmalaya, Eksotisme Leuwi Hejo

Curug Pamutuh Tasikmalaya, Eksotisme Leuwi Hejo

Curug Pamutuh Tasikmalaya adalah objek wisata air terjun yang memiliki kolam indah bernama Leuwi Hejo. Selain terkenal akan keindahan air terjun, wisatawan juga bisa berenang menikmati kesejukan kolamnya.

Lokasi berada di Dusun Geger Hanjuang, Desa Linggamulya, Kecamatan Leuwisari, Kabupaten Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Letak curug ada di kawasan lereng Gunung Galunggung, dari pusat kota sekitar satu jam perjalanan.

Orang-orang bisa menemukan curug di belakang area Prasasti Geger Hanjuang yang merupakan salah satu situs bersejarah.

Bagi Anda yang tertarik berkunjung ke Curug Pamutuh Tasikmalaya, simak ulasan di bawah ini mulai dari suasana tempat hingga fasilitas.

Pesona Objek Wisata Curug Pamutuh Tasikmalaya

Kata “pamutuh” berasal dari bahasa Sunda yaitu “pamutus”, yang memiliki makna pemutus dari segala urusan duniawi. Oleh karena itu, orang-orang yang berkunjung ke curug bisa melepaskan diri sejenak dari rutinitas untuk menikmati pemandangan alam.

Berenang di Leuwi Hejo

Daya tarik Curug Pamutuh Tasikmalaya ada pada kolam di bawah air terjun, yaitu Leuwi Hejo. Kata “leuwi” mengandung makna cekungan ke dalam atau danau, sedangkan hejo berarti hijau. Saat melihat kolam, air memantulkan warna hijau dari bebatuan yang penuh dengan lumut.

Baca Juga: Curug Sawer Tasikmalaya, Indahnya Air Terjun Delhi van Java

Untungnya, kolam ini tidak terlalu dalam sehingga bisa berendam dan cukup aman untuk sekedar bermain air. Selain itu, spot ini menjadi favorit wisatawan untuk berburu foto dengan latar belakang terbaik. Namun, Anda tetap perlu berhati-hati karena bebatuan di sekitar kolam agak licin.

Warung Makanan Masih Terbatas

Meski Curug Pamutuh Tasikmalaya memiliki keindahan luar biasa untuk dieksplorasi, namun fasilitas yang ada masih minim.

Maka dari itu, ada baiknya wisatawan membawa bekal dari rumah. Selain itu juga wisatawan perlu mengenakan alas kaki yang nyaman karena akan berjalan cukup jauh.

Wisatawan bisa menitipkan kendaraan di area parkir, lalu menelusuri jalur trekking yang menanjak. Namun, segala perjuangan yang dilalui akan terbayar begitu sampai di area curug.

Mengingat keindahan alam yang perlu kita lestarikan, akan ada beberapa papan himbauan untuk tidak meninggalkan sampah. Selain merusak pemandangan, sampah-sampah plastik juga sulit terurai dan berbahaya bagi kelangsungan flora dan fauna. (R7/HR-Online/Editor-Ndu)