Selasa, Januari 31, 2023
BerandaBerita TerbaruFenomena Komet Hijau Akan Terjadi Setelah 50.000 Tahun

Fenomena Komet Hijau Akan Terjadi Setelah 50.000 Tahun

Fenomena komet hijau tahun 2023. Kali ini fenomena komet berwarna hijau akan segera terjadi. Fenomena astronomi komet ini akan terjadi pada awal Februari 2023.

Komet sendiri merupakan salah satu benda angkasa yang ada di sekitar Bumi. Secara sekilas komet memang memiliki bentuk menyerupai batu luar angkasa lainnya, seperti asteroid dan meteorid.

Hanya saja komet memiliki karakteristik yang berbeda. Batu luar angkasa ini memiliki bagian yang terlihat sebagai ekor.

Pada bulan Februari 2023 mendatang, salah satu komet akan berada di jarak terdekatnya dengan Bumi. Komet tersebut termasuk komet yang langka.

Baca Juga: Mengapa Komet Memiliki Ekor? Simak Penjelasan Lengkapnya!

Fenomena Komet Hijau Langka

Awal tahun 2023 sudah terjadi beberapa fenomena astronomi yang memukau. Kali ini terdapat salah satu fenomena komet yang akan terlihat dari Bumi.

Anda pasti sudah tidak asing lagi dengan komet. Komet merupakan benda langit yang juga terkenal dengan nama bintang jatuh

Namun demikian, kali ini bukan komet biasa. Sebuah komet dengan warna hijau bakal melintasi langit Bumi untuk kali pertamanya di dalam 50.000 tahun serta kemungkinan akan bertahan selama beberapa saat.

Ketika berada di dekat Bumi, komet dapat terlihat melalui teropong sebagai sebuah cahaya hijau kecil.

Komet dengan sebutan C/2022 E3 (ZTF) ini pertama kali diamati pada 10 Juli 2021. Anri Pangerang dari Pusat Riset Antariksa, BRIN alias Badan Riset dan Inovasi Nasional menjelaskan bahwa komet ini hanya melintas sekali di dalam seumur hidup lantaran orbitnya yang memiliki bentuk hiperbola.

Orbit hiperbola merupakan jenis orbit yang punya nilai kelonjongan alias eksentrisitas lebih besar dari 1 (satu), dengan demikian membentuk kurva terbuka pada kedua titik fokusnya.

Baca Juga: Cara Melihat Komet C/2017 K2 di Dekat Bumi, Perlu Alat Khusus?

Akan Terlihat di Indonesia

Ketika berada di jarak terdekatnya dengan Bumi, komet ini dapat terlihat di seluruh Indonesia dari Utara dekat konstelasi Camelopardalis.

Untuk DKI Jakarta dan sekitarnya, fenomena komet hijau ini mencapai titik tertingginya pada pukul 21.53 WIB dengan ketinggian 11.9 derajat. Ketika mencapai titik terdekat, komet akan terlihat di arah Utara dengan ketinggian 7,4 derajat untuk DKI Jakarta dan sekitarnya.

Sedangkan wilayah Indonesia Timur, komet akan terbenam saat mencapai titik terdekatnya dengan Bumi. Magnitudo komet tersebut ketika melintas dekat dengan Bumi mencapai +4.94. Kemungkinan komet dapat diamati dengan mata telanjang sangat rendah karena adanya polusi cahaya.

Baca Juga: Komet Raksasa K2 Bergerak Dekati Bumi, Tanda Bahaya?

Waktu Kemunculan Komet Hijau

Komet ini terlihat di wilayah pedalaman dan juga pedesaan semenjak pada 16 Januari jam 02.30 sampai 05.30 waktu setempat yang berasal dari arah Timur Laut dekat dengan konstelasi Bootes.

Pada 29 Januari komet akan terlihat pada tengah malam waktu setempat dan 30 Januari pada jam 21.00 dari arah Utara dekat konstelasi Draco.

Tanggal 31 Januari komet akan terbit pukul 19.00 waktu setempat dari arah Utara dekat konstelasi Camelopardalis. Selain itu, semenjak tanggal 1 Februari penampakan awal komet selalu terjadi setelah Matahari terbenam hingga 13 Februari sejak jam 18.30 hingga 01.00 waktu setempat yang berasal dari arah Utara hingga Barat dekat konstelasi Taurus.

Astronom memperkirakan bahwa periode komet ini 260 ribu hingga 50 ribu tahun. Jadi, jangan sampai melewatkan fenomena komet hijau yang langka ini. (R10/HR-Online)