Kamis, Februari 9, 2023
BerandaBerita TasikmalayaHeboh Ketua Nasdem Kota Tasikmalaya Dicopot, Begini Faktanya

Heboh Ketua Nasdem Kota Tasikmalaya Dicopot, Begini Faktanya

harapanrakyat.com,- Heboh beredar kabar Ketua Partai Nasdem Kota Tasikmalaya Azies Rismaya Mahfud dicopot dari jabatannya sebagai ketua DPD oleh DPW Nasdem Jabar. Azies pun menepis isu tersebut.

“Kalau ini tidak menjelaskan ini saya khawatir terutama buat jajaran DPD dan Bacaleg itu ada miskomunikasi. Nasdem dan Azies itu lambang satu, mereka percaya terhadap Azies dan Nasdem itu tidak akan terpisahkan,” Kata Azies Rismaya Mahfud di Kantor DPD Nasdem Kota Tasikmalaya, Kamis (12/1/2023).

Azies menegaskan kabar pencopotan tersebut tidak benar dan hanya miskomunikasi.

“Untuk menentramkan dan menenangkan. Berita yang sudah tersebar kalau saya dicopot oleh DPW Nasdem Jawa Barat itu tidak benar hanya ada mis komunikasi,” ungkapnya.

Agar tidak ada kabar serupa, Azies pun akan membetulkan struktur organisasi Partai Nasdem, mendahulukan Silaturahmi dan konsolidasi internal.

Baca Juga: AHY Tepis Isu Koalisi Bersama PKS dan Nasdem Jalan di Tempat

“Jangan sombong dan takabur. Dahulukan akhlak itu yang utama dan pertama. Kita sapa warga, memberikan tutur bahasa yang mudah sehingga masyarakat dapat memahami,” jelasnya.

Ketua Partai Nasdem Kota Tasikmalaya ini menargetkan raih 10 kursi DPRD pada Pemilu mendatang. Untuk meraihnya, Nasdem ke depan harus silaturahmi, berbuat baik dan biarkan dalam hati dekat dengan warga yang tulus dan ikhlas. Jangan membodohi warga namun mengajarkan pemahaman sesuai amanat UUD 45.

“Kita optimis. Nasdem harus terorganisir dengan baik. Itu salah satu kekuatan dengan niat yang baik, tidak boleh ada yang bengkok. Salam Restorasi, perubahan ker arah yang lebih baik,” ujarnya.

Sementara itu, Ahmad Taufik, Ketua Bapilu Nasdem Kota Tasikmalaya menjelaskan, terkait kabar pencopotan Ketua Nasdem Tasikmalaya hanya miskomunikasi. Ada hal teknis yang harusnya melaporkan ke DPW tapi tidak mengirimkan laporan.

“Ketika tidak ada pergerakan seperti ini akan di nol kan dan seandainya terjadi akan ada Plt. Tapi tidak terjadi dan itu hanya miskomunikasi,” tegasnya. (Apip/R9/HR-Online/Editor-Dadang)