Selasa, Januari 31, 2023
BerandaBerita JabarKeluarga di Garut Ungkap Kejanggalan Kematian Fatimah Korban Pembunuhan Wowon Cs

Keluarga di Garut Ungkap Kejanggalan Kematian Fatimah Korban Pembunuhan Wowon Cs

harapanrakyat com,- Pihak keluarga Fatimah di Garut, Jawa Barat, ungkap adanya kejanggalan atas kematian Fatimah, yang sebelumnya dikabarkan mengalami kecelakaan laut.

Fatimah sendiri merupakan salah satu korban pembunuhan berantai yang dilakukan pelaku Wowon Cs.

Kejanggalan itu diungkapkan pihak keluarga, lantaran saat jenazah Fatimah dibawa ke Garut, tidak ada satu barang pun yang dikembalikan kepada keluarga Siti di Garut. Dari Noni yang merupakan korban selamat waktu itu.

Keluarga almarhum Siti Fatimah, korban pembunuhan berantai Wowon Cs sempat curiga, dan merasa janggal dengan kecelakaan laut yang terjadi pada Februari tahun 2021 lalu.

Keluarga asal Kampung Sawah Gunung Desa Sukamulya Kecamatan Pakenjeng Garut, tak menerima barang bawaan, usai jenazah dikembalikan ke kampung halaman.

“Pihak keluarga tak diberi barang bawaan almarhum waktu itu, seperti HP, atau tas atau barang yang dibawa korban waktu itu. Kami keluarga hanya menerima jenazah Siti yang sudah di dalam peti karena sesuai standar Covid-19 waktu itu,” kata Cecep Supriyatna, Kakak almarhum, Minggu, (22/1/2023).

Baca juga: Keluarga di Garut Tak Menyangka, Siti Korban Pembunuhan Wowon Cs

Pihak Keluarga di Garut Diberi Kabar Fatimah Menceburkan Diri ke Laut

Pada waktu itu Cecep juga mengungkapkan, bahwa keluarga hanya diberi tahu, almarhum menceburkan diri bersama yang bernama Noni. Ia hanya diberi tahu petugas di sana, bahwa korban sudah meninggal, sementara Noni selamat.

“Diberitahu Siti meninggal, nah ada satu lagi namanya Noni itu selamat saat kecelakaan laut itu,” tambahnya.

Cecep merinci, bahwa Ia diberi kabar bahwa korban kecelakaan laut, saat berada di antara Pelabuhan Lembar NTB menuju Pelabuhan Padang Bai Bali.

Keluarga di Garut kemudian merasa janggal, karena terakhir komunikasi bersama korban pada tahun 2020, saat almarhum Fatimah di pesawat menuju pulang ke tanah air.

“Jadi bulan 9 tahun 2020 itu kan video call, banyak saksinya keluarga, istri saya juga terima komunikasi Siti, kata Siti, lagi di pesawat mau pulang ke Indonesia, itu bulan 9 tahun 2020 itu. Tapi ko lama ga pulang ke kampung, terus kita cari tanya sana sini, ga ketemu, nah ketemu itu pas kabar almarhum kecelakaan laut bulan februari 2021,” masih kata Cecep.

Keluarga di kampung almarhum tak mengetahui Siti menuju Cianjur bertemu dengan komplotan Wowon Cs.

Namun pihak keluarga di Garut, sempat menerima transfer uang dari Dede (salah satu pelaku pembunuhan berantai), itu pun Siti Fatimah masih di Arab Saudi.

“Jadi kan Siti itu TKW di Arab Saudi, nah pas anak saya mau nikah, ia transfer uang Rp 7 juta. Tapi uang itu bukan dari kiriman Siti, malah dari transfer atas nama Dede. Nah dari situ juga saya heran, kok bukan Siti langsung yang transfer. Untuk almarhum setiba di tanah air, gak tahu langsung ke Cianjur atau kemana, kan keluarga juga nunggu Siti di kampung,” terangnya.

Keluarga Mengetahui Fatimah Ikut Penggandaan Uang

Terkait ikut serta dalam supranatural penggandaan uang, Cecep mengetahui, saat almarhum mengutarakan lewat telepon. Siti sempat mengatakan kepada Cecep, bahwa uang selama kerja di Arab Saudi, sebagian banyak disimpan di Wowon Cs.

“Cerita, karena transfer yang dari Dede itu, kan saya tanya, ko bukan kamu yang kirim, ko atas nama Dede. Nah dari situ Siti cerita lah, bahwa ia ikut penggandaan uang bersama Dede Cs. Dari situ saya kaget, bahkan saya bilang ke siti, jangan ikut – ikutan kaya begituan, itu mah penipuan. Kemudian Siti jawab, gak akan ketipu katanya, aman ini mah, gitu. Sering saya nasehati, bukan waktu telepon itu saja, tiap dia kasih kabar, saya kasih saran jangan ikut begituan (penggandaan uang),” tukas Cecep.

Kini keluarga Siti di Garut, mempersilahkan petugas kepolisian yang berencana membongkar kembali makam Siti Fatimah, untuk kepentingan identifikasi dan otopsi.

Cecep, selaku kakak yang paling ditokohkan di keluarga mengaku ikhlas, apabila pembongkaran makam almarhum dilakukan petugas.

“Jika itu untuk kepentingan penyidikan silahkan dibongkar. Yang pasti keluarga di kampung, justru terpukul saat ini, dibandingkan menerima kabar saat almarhum kecelakaan laut waktu itu. Ya ga menyangka, ternyata adik saya menjadi korban pembunuhan berantai si Wowon. Yang pasti untuk pembongkaran makam kita ikhlas, untuk membantu polisi,” tutup Cecep. (Pikpik/R8/HR Online/Editor Jujang)