Senin, Februari 6, 2023
BerandaBerita TerbaruKisah Perang Bani Quraizhah, Terjadi pada Bulan Dzulqadah!

Kisah Perang Bani Quraizhah, Terjadi pada Bulan Dzulqadah!

Kisah perang Bani Quraizhah merupakan perang yang terjadi pada masa akhir Dzulqa’dah saat awal Dzulhijjah. Kisah Bani Quraizhah yang melakukan perang ini terjadi tahun ke-5 Hijriyah. Peperangan ini menjadi sejarah Islam yang perlu umat muslim kenang.

Awal mula terjadinya peperangan ini yaitu karena kaum Yahudi telah berkhianat tentang perjanjian damai dengan kaum muslim. Parahnya lagi, peperangan ini terjadi pada saat bulan Dzulqa’dah.

Baca juga: Kisah Rasulullah dan Pengemis Buta, Selalu Bersabar Meski Dihina!

Peperangan ini terjadi di Madinah. Munculnya peperangan pada bulan Haram ini merupakan ulah dari kaum Yahudi yang tidak suka dengan adanya kedamaian.

Kisah Perang Bani Quraizhah yang Berperang di Bulan Haram

Dalam Islam, bulan Dzulqa’dah termasuk suatu bulan yang dinilai sangat sakral. Tak hanya itu saja, bulan ini juga menjadi bulan yang dimuliakan dalam Islam. Adanya kemuliaan dalam bulan ini terbukti dengan berbagai macam hal.

Salah satu kemuliaan bulan Dzulqa’dah yaitu semua amalan yang baik akan mendapatkan pahala dari Allah dengan berlipat ganda. Kemudian, untuk amalan atau perbuatan yang maksiat juga akan mendapatkan dosa dari Allah dengan berlipat ganda.

Seseorang yang beramal baik tentunya akan mendapatkan keuntungan yang cukup besar. Sedangkan orang yang beramal maksiat saat bulan ini tentunya akan mendapatkan kerugian yang sangat besar. Sebab dosanya akan menjadi berlipat ganda.

Tak hanya itu saja, untuk menghormati bulan Dzulqa’dah yang mulia ini, Allah juga melarang untuk umat Islam melakukan peperangan. Karena melakukan peperangan pada bulan haram ini hukumnya dosa besar. Jadi, bulan Dzulqa’dah ini harusnya umat Islam bisa damai tanpa peperangan.

Meski demikian, terdapat sejarah penting yang sebaiknya umat Islam ketahui dan bertepatan dengan bulan haram (Dzulqa’dah) ini, antara lain yaitu meletusnya kisah perang Bani Quraizhah ini.

Perang ini terjadi pada tahun kelima sesudah Nabi Muhammad SAW hijrah. Adapun latar belakang terjadinya peperangan ini yaitu lantaran pengkhianatan kaum Yahudi terhadap perjanjian damai. Kaum Yahudi sebelumnya telah menyepakati perjanjian damai dengan umat Islam.

Ketika itu, para umat Islam sebenarnya sedang dalam keadaan yang kelelahan dan juga dalam kondisi kritis. Kondisi yang kritis tersebut bisa dilihat dari segi kekuatan atau dari segi senjata yang bisa mereka gunakan pada saat perang.

Baca juga: Kisah Hamzah Masuk Islam Paman Nabi SAW Dapatkan Hidayah

Sebab, peristiwa peperangan ini terjadi setelah umat Islam baru selesai melakukan perang melawan orang kafir, yang banyak kita kenal dengan perang Khandaq pada saat akhir bulan Syawal.

Dengan adanya pengkhianatan janji damai dari orang Yahudi tersebut, maka terjadilah perang Bani Quraizhah belum lama setelah perang Khandaq selesai dilakukan.

Awal Mula Timbulnya Kebencian Kaum Yahudi

Sejak kedatangan atau hijrahnya Nabi Muhammad SAW ke Madinah, para kaum Yahudi sudah tinggal lebih dulu tinggal di Madinah menjadi merasa tidak nyaman. Mereka terganggu dengan kedatangan Nabi Muhammad SAW ke Madinah.

Mereka juga merasa jika pengaruhnya menjadi berkurang. Sebab, sebelumnya ada dua suku yang terus berperang, suku itu adalah Aus dan Khazraj. Namun, sekarang ini kedua suku tersebut bisa hidup dengan damai setelah Rasulullah SAW datang ke Madinah.

Mengetahui hal ini, kaum Yahudi terus dilanda rasa kebencian terhadap Nabi Muhammad SAW hingga mereka sering membuat makar.

Orang-orang Yahudi pun juga kerap mengkhianati janji yang sebelumnya telah mereka sepakati untuk bersama-sama untuk menjaga Kota Madinah agar aman dan damai.

Namun, pada saat Nabi SAW baru saja kembali dari perang Khandaq, Malaikat Jibril AS datang kepada Nabi Muhammad untuk memerintahkan kembali mengangkat pedangnya.

Kemenangan Nabi Muhammad SAW dalam Peperangan

Setelah Bani Quraizah merusak perjanjian damainya dan berita tersebut telah sampai kepada Rasulullah SAW, hati Nabi SAW merasa kecewa, resah dan terus mengkhawatirkan keselamatan dari kaum muslim yang ada di Madinah.

Baca juga: Kisah Salamah bin Akwa, Kesatria Pemanah yang Pemberani

Namun, akhirnya datanglah pertolongan dari Allah SWT. Janji Allah untuk menolong Rasul-Nya dan mengalahkan musuh-musuhnya akhirnya tiba. Allah telah mengembalikan musuh-musuh tersebut dalam keadaan kecewa dan merugi.

Sampai pada akhirnya, Nabi Muhammad SAW kembali ke Madinah dalam keadaan menang dan mendapat berbagai dukungan. Pada saat itulah orang-orang segera meletakkan senjatanya dan berhenti berperang. Di sinilah kisah perang Bani Quraizhah berakhir. (R10/HR-Online)