Selasa, Januari 31, 2023
BerandaBerita JabarMiris! Gerombolan Motor di Garut yang Diamankan Polisi Ada yang Masih Anak...

Miris! Gerombolan Motor di Garut yang Diamankan Polisi Ada yang Masih Anak Sekolah

harapanrakyat.com,- Para gerombolan bermotor yang membuat resah warga Garut, ternyata mayoritas merupakan para pelajar SMP dan SMA,

Hal ini tentu membuat miris masyarakat, karena mereka masih di bawah umum. Namun ada juga gerombolan bermotor yang sudah dewasa. 

Para berandalan bermotor ini membikin ulah dengan menggunakan senjata tajam dan pecahan botol. Dalam video yang viral di media sosial, mereka terlibat koboi jalanan. Diduga untuk mencari jati diri dan kepuasan.

Baca Juga: Polisi Berhasil Amankan Gerombolan Bermotor yang Teror Warga Garut

Mengetahui anaknya terlibat dalam gerombolan bermotor, tentu membuat orang tua terpukul. Mereka tidak mengetahui anaknya ikut-ikutan dalam kegiatan tersebut.

“Gak tahu. Karena malam itu setahu saya, anak gak keluar rumah. Tapi ternyata memang anak saya keluar rumah bersama teman sekolah saat saya sudah tidur,” ungkap orang tua salah satu gerombolan bermotor, Selasa (10/1/2023).

Ia baru mengetahui kalau anaknya terlibat gerombolan bermotor, setelah petugas Polres Garut mendatangi kediamannya.

“Ya pas ada polisi ke rumah, tanya anak saya. Saya langsung kaget. Ternyata yang video viral itu ada anak saya,” katanya.

Tanggapan KPAID Terkait Gerombolan Motor di Garut

Kasus berandalan bermotor yang teror warga di Jalan Terusan Ahmad Yani Garut ini pun menjadi perhatian publik.

Dalam video durasi 35 detik yang viral di media sosial tersebut, terlihat mereka mengacungkan senjata tajam dan pecahan botol sambil mengendarai sepeda motor.

Baca Juga: Gerombolan Motor di Garut Bikin Ulah, Masyarakat Resah

Sementara itu, Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAID) Tasikmalaya yang membawahi wilayah kerja Garut, sudah memonitor atas para anak di bawah umur yang terlibat dalam aksi tersebut.

Ketua KPAID Tasikmalaya Ato Rinanto mengatakan, bahwa untuk anak-anak ada Sistem Peradilan Anak (SPA).

“Kita harus asesmen. Selain itu juga harus melibatkan Pusat Perlindungan Terpadu Pemberdayaan Perempuan. Karena mereka masih di bawah umur,” katanya.

Menurutnya, bahwa pelaku anak-anak yang terlibat dalam kasus tersebut, harus dibedakan dengan pelaku dewasa.

“Artinya untuk anak lebih menekankan ke pembinaan. Karena memang berbeda dengan kasus orang dewasa,” pungkasnya.

Saat ini, pihak kepolisian dari Polres Garut masih melakukan pendalaman dan pemeriksaan terhadap para gerombolan bermotor. (Pikpik/R5/HR-Online/Editor: Adi Karyanto)