Selasa, Januari 31, 2023
BerandaBerita BisnisPeluang Saham Teknologi Memiliki Prospek Naik Meski Tertekan

Peluang Saham Teknologi Memiliki Prospek Naik Meski Tertekan

Peluang saham teknologi masih bisa naik meski tertekan. Saham sektor teknologi masih bisa berpeluang naik tergantung dari kinerjanya. Seperti yang Anda ketahui jika setiap perusahaan memiliki kinerja yang tidak sama.

Saham teknologi cenderung negatif untuk tahun ini. Hal ini mengingat banyak sekali perusahaan sektor teknologi yang mulai masuk pasar Bursa Efek Indonesia atau BEI masih membukukan rugi bersih. Sehingga mengakibatkan penurunan minat masyarakat untuk menginvestasikan dana pada sektor tersebut.

Baca Juga: Saham Cap Tikus Melantai di BEI dengan Dana IPO Rp 176 Miliar

Peluang Saham Teknologi di Tahun 2023

Ada banyak jenis saham yang bergerak naik turun seiring dengan kinerja perusahaan. Saham teknologi salah satu yang bisa mendapatkan dampak dari berbagai faktor.

Sama halnya dengan sektor lain, saham teknologi memiliki potensi keuntungan tinggi dengan tingkat risiko lebih tinggi pula. Mengingat sektor teknologi hanya dapat terpengaruh oleh waktu tentu Anda harus lebih memahaminya.

Saat tren pasar sudah berubah beberapa perusahaan teknologi pun akan mengalami perubahan apakah mampu bertahan atau tidak. Meski demikian peluang usahanya tetap bisa berkembang.

Baca Juga: Rekomendasi Saham Top Picks Diduduki oleh 3 Sektor Teratas

Kriteria Saham Teknologi yang Dilirik Investor

Niko Margaronis selaku analis BRI Danareksa Sekuritas mengungkapkan jika ada beberapa kriteria perusahaan teknologi yang sering dilirik investor. Adapun kriteria tersebut mulai dari perusahaan mampu menghasilkan pertumbuhan.

Selain itu, perusahaan tersebut dapat memvalidasi posisi sebagai pimpinan pada sektor terkait. Likuiditas perusahaan tergolong aman karena menjadi kata kunci terkait seberapa cepat perusahaan agar menghasilkan keuntungan.

Pada kuartal terakhir ini analis BRI Danareksa lebih berorientasi ada keuntungan dan meningkatkan lanskap kompetisi secara kolektif. Termasuk pada perusahan Shopee dan GRAB yang mengejar efisiensi di seluruh pasar.

Saat bank sentral Amerika Serikat melakukan quantitative easing tahun ini justru akan menjadi sentimen positif bagi pasar. Kondisi ini akan meningkatkan uang lebih beredar sebagai likuiditas pasar tambahan.

Bagi investor yang mencari investasi sektor teknologi ketika kondisinya tinggi, namun untuk rekomendasi buy pada kuartal pertama tahun ini.

Baca Juga: Saham Emiten Konglomerat Dimiliki Orang Terkaya di Indonesia

Prospek Saham Teknologi

Saat desember 22 lalu inflasi Amerika Serikat mendorong keyakinan pasar pada kebijakan suku bunga The Fed lebih longgar terhadap FOMC. Agresifnya The Fed ikur berpengaruh pada peluang saham teknologi.

Bagi perusahaan teknologi lokal menurun pendanannya pada tahun 2023 yang masih dalam tantangan. Saat tahun 2023 fokus bisnis sektor teknologi ini lebih mengejar profitabilitas yang berdampak pada strategi bisnisnya.

Apalagi di kuartal kedua perusahaan teknologi lebih berorientasi pada keuntungan dan meningkatkan lanskap kompetisi secara kolektif. Seperti halnya PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) melakukan penampilan kerja untuk bisa menampilkan kinerja positif.

Hasil analisisnya menunjukkan bahwa NFCX memiliki nilai wajar Rp 26.000 per saham. Kemudian, GOTO memiliki nilai wajar Rp 300 dan BUKA Rp 1.000 per saham

Meski demikian, namun prospek dan peluang saham industri masih terbuka lebar. Saham yang satu ini sempat turun meski prediksinya akan naik di tahun 2023 saat ini. (R10/HR-Online)