Senin, Februari 6, 2023
BerandaBerita BisnisRekomendasi Saham CPO 2023 Diprediksi Mengalami Penurunan

Rekomendasi Saham CPO 2023 Diprediksi Mengalami Penurunan

Rekomendasi saham CPO yang mulai terlihat merosot belakangan ini. CPO sendiri menjadi saham dengan rekomendasi terbaik. Harganya yang terus naik membuat saham tersebut mampu bertahan.

Namun berbeda dengan kondisi saat ini dimana CPO terlihat tertekan belakangan ini. Harga CPO kontrak pengiriman pada bulan Februari 2023 pun merosot 11,04% dari RM 4.372 per ton menjadi RM 3.850 per ton.

Lantas, bagaimana prospek kedepan saham tersebut? Mari simak ulasan selengkapnya.

Baca Juga: Saham yang Kebal Resesi Investor Wajib Tahu, Ini Salah Satunya!

Rekomendasi Saham CPO di Tahun 2023

Kondisi saham sebuah perusahaan memang bisa mengalami naik turun seiring berjalannya waktu. Seperti halnya tahun 2022 lalu saham CPO atau Crude Palm Oil sempat mengalami lonjakan perdagangan hingga mencapai MYR 7.500/ton.

Lonjakan yang terjadi tersebut disebabkan oleh beberapa faktor. Berbeda dengan emiten yang memiliki umur pohon prima yaitu 10-13 tahun masih memiliki peluang bagus.

Emiten tersebut masih mencatat pertumbuhan pendapatan dan laba bersih. Pertumbuhan produksi tandan buah segar atau TBS serta CPO emiten mampu menutupi jatuhnya dari harga jual CPO.

Harga terakhir dari CPO sendiri berakhir pada level tinggi yaitu MYR 6.808 per ton meski 2 minggu terakhir ini mengalami prospek yang menurun.

Baca Juga: Peluang Saham Teknologi Memiliki Prospek Naik Meski Tertekan

Penyebab Penurunan CPO

Analis Henan Putihrai Sekuritas Alroy Soeparto mengajukan pendapatnya tentang rekomendasi saham CPO. Adapun penyebab yang mengakibatkan saham mengalami penurunan salah satunya peningkatan ekspor CPO Indonesia yang cukup tinggi.

Hal inilah yang mengakibatkan stok CPO di beberapa negara importir masih banyak. Tidak hanya itu aja, China sebagai negara importir utama mencatat kenaikan kasus Covid-19 dalam minggu terakhir.

Kondisi ini mengakibatkan pemerintah China yang memberlakukan lockdown seiring dengan kebijakan Zero-Covid. Hal inilah yang mengakibatkan penurunan aktivitas ekonomi hingga menurunnya kebutuhan minyak sawit.

Apalagi adanya ancaman resesi pasar global tahun 2023 mengakibatkan melemahnya aktivitas perekonomian dan perindustrian.

Baca Juga: Saham Cap Tikus Melantai di BEI dengan Dana IPO Rp 176 Miliar

Prediksi Harga Jual Saham CPO

Rekomendasi saham CPO masih cukup baik untuk pohon yang masih dalam kisaran usia produksi. Saat kondisi pasar global yang mulai resesi dan kondisi importir tidak stabil prediksi harga jual atau Average Selling Price saham CPO akan lebih rendah.

Sehingga mengakibatkan pendapatan dan laba bersih perusahaan kelapa sawit turun secara kuartalan. Adapun prediksi dari Alroy memprediksi harga saham CPO akan berada pada kisaran RM 3.600 per ton hingga RM 4.400 per ton.

Harga CPO tidak akan kembali tinggi seperti yang telah terjadi beberapa waktu lalu yaitu mencapai RM 7.000 per ton akibat efek perang geopolitik Rusia-Ukraina. Dalam jangka pendek perkiraan harga CPO akan berada kisaran RM 3.500-RM 4.500 per ton.

Namun untuk setahun penuh 2023 prediksi rata-rata akan lebih rendah dari tahun 2022. Ada faktor yang mempengaruhi harga tersebut turun di tahun 2023. Mulai dari produksi minyak sayur, minyak kedelai, bunga matahari, minyak rapeseed lebih baik secara tahunan. 

Karena kondisi inilah rekomendasi saham CPO diperkirakan masih tetap menurun sepanjang tahun 2023. Meski sempat pada level harga tinggi di tahun 2022. (R10/HR-Online)