Minggu, Januari 29, 2023
BerandaBerita JabarSeorang Jurnalis di Garut Diintimidasi Oknum ASN Hingga Dilempar Samurai

Seorang Jurnalis di Garut Diintimidasi Oknum ASN Hingga Dilempar Samurai

harapanrakyat.com,- Seorang jurnalis di Garut diintimidasi oleh oknum ASN. Korban mendapat ancaman dua kali, yaitu datangi ke rumah dan saat di jalan. Bahkan, dalam intimidasi terakhir korban dilempari samurai.

Heru Sugiman, jurnalis Suara Pembaruan Nasional mendapat ancaman dan intimidasi yang diduga dilakukan oleh oknum Aparatur Sipil Negara (ASN).

Intimidasi itu dilakukan pelaku di kediaman korban yaitu Kampung Citangtu, Desa Citangtu, Kecamatan Pangatikan, Kabupaten Garut, Jawa Barat.

Insiden tersebut terjadi berurutan, yakni dari tanggal 18-19 Januari 2023. Korban menceritakan, awal kejadian itu terjadi pada 18 Januari malam sekitar pukul 18.30 WIB, saat ia sedang di rumah.

“Ketok pintu rumah. Terus pas tahu ada yang ketuk pintu, saya melihat dari sela kaca pintu. Terus ia bilang dengan kata-kata kasar, sia inget keneh ka aing (kamu masih ingat saya) sambil menyebut binatang,” tutur Heru, Rabu (24/01/2023).

Baca Juga: Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Api di Garut, Warga Mengenalnya Sebagai Ojol

Heru kemudian kaget melihat yang bertamu marah-marah. Ia pun mempersilahkan tamunya itu masuk lewat pintu depan. Tapi sang tamu marahnya makin menjadi-jadi. Korban kemudian lari dari rumah karena merasa takut.

Kemudian, pelaku pada esok harinya tanggal 19 Januari kembali meneror korban. Kali ini insidennya terjadi di jalan desa menuju rumah korban.

“Jadi papasan sama orang itu, ia pakai mobil plat merah, terus kasih lampu ke saya karena saya kan pakai motor, tapi malah mepet. Terus ia turun dari mobil sambil melempar samurai ke tanah. Nggak cukup itu saja, ia kembali ke mobil ngambil seperti senjata panjang, terus saya lari dari pada cari mati,” imbuhnya.

Heru telah melaporkan intimidasi dan ancaman yang ia terima ke Polres Garut. Sesuai laporan pengaduan, polisi melakukan BAP terhadap korban.

Belum diketahui motif pelaku melakukan intimidasi kepada seorang jurnalis di Garut tersebut. Namun, dugaan ancaman dan intimidasi buntut masa lalu. (Pikpik/R3/HR-Online/Editor-Eva)