Rabu, Februari 8, 2023
BerandaBerita JabarSumbang Inflasi Daerah, Pemkot Bandung Tinjau Ulang Penyesuaian Tarif Layanan Air Minum

Sumbang Inflasi Daerah, Pemkot Bandung Tinjau Ulang Penyesuaian Tarif Layanan Air Minum

harapanrakyat.com,- Turut menyumbang inflasi daerah tertinggi pada Desember 2022, Pemerintah Kota Bandung akan meninjau ulang aturan penyesuaian tarif pelayanan air minum dan air limbah.

Wali Kota Bandung, Yana Mulyana mengatakan, dalam waktu dekat ini pihaknya akan menunda penyesuaian tarif pelayanan air minum tersebut. Yana mengatakan, pada 2022 tingkat inflasi di Kota Bandung mencapai 7,54 persen.

“Penyumbang tertinggi inflasi daerah pada Desember 2022 yaitu dari penyesuaian tarif pelayanan air minum sebesar 1,77 persen. Kami akan menyiapkan keputusan walikota terkait penundaan penyesuaian tarif ini,” ungkap Yana di Kota Bandung, Jawa Barat, Selasa (24/1/2023).

Yana juga menjelaskan, beberapa komoditas penyumbang inflasi bulanan lainnya di Kota Bandung yakni bawang merah, tahu mentah, beras, dan cabai merah.

Baca Juga : Antisipasi Inflasi, Disdagin Kota Bandung Pantau Stok dan Harga Kebutuhan Bahan Pokok

Pihaknya pun mengaku saat ini berbagai upaya Pemkot Bandung terus mengupayakan pengendalian inflasi, salah satunya melakukan operasi pasar murah di Kota Bandung.

Selain itu, lanjut Yana, pihaknya juga melakukan pemantauan harga berbagai komoditas kebutuhan bahan pokok masyarakat.

Selain itu, untuk memenuhi pangan sendiri, Pemkot Bandung telah menggalakkan program Buruan SAE.

Pihaknya mengharapkan, dengan berbagai upaya Pemkot Bandung ini mampu mengendalikan inflasi di Kota Bandung.

Mendagri Minta Kepala Daerah Fokus Kendalikan Inflasi Daerah

Sementara itu, Menteri Dalam Negeri RI Tito Karnavian meminta kepala daerah di seluruh Indonesia untuk fokus dalam mengendalikan inflasi. Hal itu terungkap saat rapat koordinasi pengendalian inflasi bersama para kepala daerah di Indonesia.

Baca Juga : Tekan Inflasi Daerah, Pemkab Bandung Salurkan Bantuan Rp 43 Miliar

Rakor sebagai tindak lanjut dari arahan Presiden RI Joko Widodo agar para kepala daerah dari mulai gubernur, bupati/wali kota fokus mengendalikan inflasi.

“Evaluasi mengenai produk apa saja dan penyebab yang membuat inflasi tinggi itu sangat penting. Kepala daerah harap cek langsung sehingga mengetahui angkanya berapa, terutama komoditas-komoditas yang dianggap penyumbang inflasi,” ujar Tito.

Untuk wilayah Jawa Barat, Kota Bandung menjadi wilayah tertinggi tingkat inflasinya. Meski demikian, secara umum tingkat inflasi di Jawa Barat masih terkendali.

Secara nasional, Tito juga mengatakan, tingkat inflasi masih relatif terkendali yakni berada pada level 5,5 persen pada periode Desember 2022. (Ecep/R13/HR-Online)