Rabu, Februari 8, 2023
BerandaBerita PangandaranWujudkan Pelayanan Paripurna, Dinkes Pangandaran Lakukan Inovasi Bidang Kesehatan

Wujudkan Pelayanan Paripurna, Dinkes Pangandaran Lakukan Inovasi Bidang Kesehatan

harapanrakyat.com,- Wujudkan pelayanan paripurna dalam bidang kesehatan, Dinas Kesehatan Pangandaran, Jawa Barat, selama tahun 2022 melakukan berbagai inovasi di bidang kesehatan.

Inovasi tersebut berdasarkan Peraturan Bupati Nomor 52 Tahun 2016 tentang Tugas Pokok, Fungsi, Uraian Tugas dan Tata Kerja Dinas Kesehatan, yakni melaksanakan urusan pemerintahan di bidang kesehatan.

Hal itu meliputi Kesehatan Masyarakat, Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Pelayanan Kesehatan dan Sumber Daya Kesehatan yang menjadi kewenangan pemerintah kabupaten.

Selain itu, juga melaksanakan kebijakan dari pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat (dekonsentrasi dan tugas pembantuan).

Dinkes Pangandaran Wujudkan Pelayanan Paripurna

Kepala Dinkes Kabupaten Pangandaran Yadi Sukmayadi mengatakan, sebagai kepala dinas dirinya telah banyak melakukan perubahan maupun inovasi untuk mencapai Pangandaran juara di bidang kesehatan.

Baca Juga: Yanlik Fest 2022, Dinkes Pangandaran Fokus Layani Vaksinasi dan Skrining HIV/Aids

“Sesuai dengan visi misi Kabupaten Pangandaran Bidang Kesehatan, Pangandaran juara mewujudkan pelayanan yang paripurna, bermutu, terjangkau, adil dan merata. Serta terbangunnya kemandirian masyarakat untuk berfikir hidup bersih dan sehat,” kata Yadi Sukmayadi kepada harapanrakyat.com, Selasa(10/01/2023).

Selain itu, lanjutnya, untuk menunjang pelayanan pada fasilitas kesehatan, pihaknya juga memenuhi kebutuhan sarana prasarana dan juga sumber daya manusia dengan menyelenggarakan tata kelola pelayanan kesehatan secara adil, jujur, transparan dan accountable.

“Seperti halnya kegiatan yang telah dilaksanakan oleh Bidang Pelayanan Kesehatan, Pencegahan dan Pengendalian Penyakit. Serta Bidang Kesehatan Masyarakat dan Sumber Daya Kesehatan,” kata Yadi Sukmayadi.

Kegiatan Bidang Yankes Tahun 2022

Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan (Yankes) Dinkes Kabupaten Pangandaran, dr Rina Veriany menambahkan, pihaknya bertanggung jawab atas tugasnya dalam membantu kepala dinas merumuskan kebijakan teknis dan kebijakan pelaksanaan program.

Kemudian, mengkoordinasikan penyediaan sarana dan prasarana kesehatan, pelaksanaan registrasi dan akreditasi sarana kesehatan. Maupun pelaksanaan pelayanan kesehatan dasar.

Baca Juga: Pasien ODGJ di Pangandaran Dilatih Keterampilan Tangan

“Tugas pokok Bidang Pelayanan Kesehatan yakni menyelenggarakan urusan pemerintahan bidang kesehatan aspek pelayanan kesehatan. Dalam hal ini meliputi pelayanan kesehatan primer dan kesehatan tradisional. Pelayanan rujukan dan mutu pelayanan kesehatan,” terangnya.

Lebih lanjut dr Rina Veriany menjelaskan, selama tahun 2022, Bidang Yankes telah melaksanakan berbagai kegiatan.

Seperti penyelenggaraan pelayanan kesehatan gratis di Puskesmas, Pustu, Poskesdes, Polindes dan Labkesda. Kegiatan pelayanan dasar kesehatan gratis, rujukan gratis dan persalinan gratis.

Tujuannya untuk membebaskan retribusi pelayanan kesehatan masyarakat Kabupaten Pangandaran, yang tidak terlindungi oleh Jaminan Kesehatan Nasional (Jamkesmas/KIS, Jamkesda, Askes, BPJS Kesehatan).

“Juga terlaksananya pelayanan kesehatan yang terkendali. Baik dari segi biaya dan juga mutunya,” papar dr Rina Veriany.

Terlaksananya monitoring dan evaluasi program pelayanan kesehatan gratis di Puskesmas, Pustu, Poskesdes, Polindes dan Labkesda di Kabupaten Pangandaran. Serta memberikan pelayanan kesehatan yang bermutu dan berkualitas.

Hal tersebut sesuai dengan standar pelayanan kesehatan yang menjangkau seluruh lapisan masyarakat secara adil dan merata.

Baca Juga: Peserta BPJS Kesehatan di Pangandaran Capai 95 Persen

Akselerasi Program Indonesia Sehat

Selain itu, pihaknya juga melakukan akselerasi Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PIS-PK). Program ini terdiri dari pertemuan koordinasi teknis terintegrasi lintas program/lintas sektor.

Termasuk pemutakhiran data bagi Puskesmas yang terkendala jaringan internet, dan penguatan analisis data PIS-PK. Analisis hasil PIS-PK terintegrasi lintas program di tingkat kabupaten dengan memberikan pelayanan kesehatan.

“Diantaranya pelayanan kesehatan di 15 Puskesmas, 1 RS, 1 PSC, 11 Pos Kesehatan Wisata, 2 Pos Terpadu, 8 gerai vaksin dan rapid test,” paparnya.

Sedangkan, kegiatan-kegiatan kedinasan lainnya seperti screening kesehatan pada acara pelantikan, olahraga, dan lainnya. Kegiatan tersebut dilakukan oleh PSC 119 Pesisir Pangandaran.

Bidang Yankes juga mengikuti pelaksanaan kegiatan Festival Pelayanan Publik. Tujuannya untuk memudahkan akses pelayanan publik dan mengintegrasikannya dalam satu waktu dan tempat.

“Festival Pelayanan Publik Kabupaten Pangandaran tahun 2022 berlangsung di lima desa yang tersebar di lima kecamatan. Bentuk pelayanan kesehatannya berupa pengobatan gratis, program vaksinasi dan sunatan massal,” terangnya.

Baca Juga: UPTD Farmasi Pangandaran Cek Kesiapan Penampung Vaksin untuk BIAN

Tim Pembina Cluster Binaan (TPCB) melaksanakan pendampingan terpadu kepada 15 Puskesmas yang akan diakreditasi pada tahun 2023 ini.

Selain itu, TPCB juga memfasilitasi Puskesmas dalam melakukan perbaikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat secara berkesinambungan.

“Tim TPCB pun memberikan rekomendasi kepada Puskesmas dalam kaitan upaya-upaya perbaikan supaya mencapai pelayanan berkualitas,” kata dr Rina Veriany.

Kegiatan Bidang P2P

Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Aang Saefurahmat mengatakan, pada tahun 2022, Bidang P2P secara umum telah melaksanakan berbagai kegiatan, seperti kegiatan eliminasi malaria. Berdasarkan hasil asesmen, kegiatan ini mendapatkan nilai tertinggi di provinsi.

Kegiatan lainnya yaitu mendorong pengobatan terhadap ODHA untuk aktif ARV ada sebanyak 60 orang. Kemudian, temuan kasus TBC dengan cakupan temuan sebanyak 78,8 persen. Beberapa indikator ada peningkatan cakupan dari tahun sebelumnya.

Selanjutnya, cakupan skrining iva test juga meningkat dari tahun sebelumnya. Evakuasi ODGJ sekitar 700 orang. Sebagian sudah masuk ke RSJ Marzoeki Mahdi. Dalam hal ini, Kabupaten Pangandaran melalui PKM Cijulang mendapat juara Inovasi Kesehatan Jiwa.

“Kemudian, kasus KLB Covid-19 dapat terkendali. Dari penurunan kasus hingga zero kematian. Begitu pula KLB leptospirosis dapat terkendali. Terjadi penurunan kasus dan tidak ada lagi yang meninggal akibat kasus tersebut,” pungkas Aang Saefurahmat. (Madlani/R3/HR-Online/Editor-Eva)