Minggu, Maret 26, 2023
BerandaBerita TerbaruDinsos Jabar Awasi Pengemis dan Gelandangan Dadakan

Dinsos Jabar Awasi Pengemis dan Gelandangan Dadakan

harapanrakyat.com –Menjelang Ramadan, tidak luput juga dengan maraknya gelandangan dan pengemis dadakan.

Untuk itu, Dinas Sosial Pemprov Jabar akan melakukan koordinasi dengan stakeholder terkait di seluruh kabupaten/kota di Jawa Barat, dalam mengantisipasi adanya pengemis dadakan jelang dan selama Ramadan.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Jawa Barat, Dodo Suhendar mengatakan, mengingatkan masyarakat akan adanya gelandangan atau pengemis dadakan saat memasuki Ramadan.

Baca Juga : Kurir Ekspedisi di Bekasi Jadi Korban Pembegalan Saat Antar Paket

Hal itu mengingat, lanjut Dodo, segelintir orang kerap memanfaatkan momen Ramadan ini untuk mengemis di pinggir jalan, rung public, hingga di pusat keramaian.

“Mengantisipasi maraknya pengemis dan gelandangan dadakan ini, kita terus berkoordinasi dengan dinas di kabupaten dan kota karena mereka yang punya wilayah. Misalnya di Bandung, Cimahi dan lain sebagainya,” ungkapnya, Jumat (17/3/2023).

Menurutnya pemerintah daerah kabupaten/kota, memiliki regulasi masing-masing, terkait penanganan gelandangan dan pengemis ini.

“Pemerintah kabupaten/kota mempunyai regulasi masing-masing. Kita juga (Dinsos Pemprov Jabar) sama-sama ingin menekan hal tersebut, baik itu kepada gelandang atau pengemis maupun masyarakat,” ujarnya.

Ia menjelaskan, masyarakat sering terkecoh dan merasa iba sehingga memberi uang kepada pengemis dadakan tersebut. Padahal dengan mendapatkan uang, para pengemis dan gelandangan ini menjadi ketagihan dan semakin menjamur.

Baca Juga : Pemkab Bandung Barat Cabut Status KLB Keracunan Massal

“Kadang-kadang masyarakat terkecoh dengan tampilan pengemis atau gelandangan tersebut, yang akhirnya memberi (uang). Ketika udah ngasih apalagi dapat lumayan, itu kan membuat ketagihan,” katanya.

Dodo menambahkan, kebanyakan para gelandangan atau pengemis dadakan itu, berasal dari luar Jawa Barat. Ia mengakui, mentalitas orang-orang yang menjadi pengemis dadakan di Ramadhan masih banyak.

“Rumahnya mah di luar Jawa Barat bagus, tapi karena mentalitas tadi, daripada susah-susah (kerja) sudah aja jadi pengemis dan gelandangan dadakan karena bisa dapat uang,” katanya. (Rio/R13/HR Online/Editor-Ecep)