Senin, Maret 27, 2023
BerandaBerita TasikmalayaJenazah Pensiunan Polisi yang Ditemukan Mengambang di Gorong-Gorong Tasikmalaya Bakal Diotopsi

Jenazah Pensiunan Polisi yang Ditemukan Mengambang di Gorong-Gorong Tasikmalaya Bakal Diotopsi

harapanrakyat.com,- Jenazah pensiunan polisi yang ditemukan mengambang di sebuah gorong-gorong di Kampung Balekamang, Cikunir, Kecamatan Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat akan diotopsi Selasa (14/5/2023).

“Untuk memastikan penyebab dan sebab-sebab kematian korban kita akan melakukan otopsi besok pagi, sudah dijadwalkan dengan dokter Forensik,” Kata Kasat Reskrim Polres Tasikmaya AKP Ari Rinaldo, Senin (13/3/2023).

Selain terdapat luka lecet, juga terdapat luka di 3 titik kepala jenazah pensiunan polisi tersebut. Polisi menganggap luka-luka tersebut dangkal.

“Kalau korban ada lecet, entah kenapa, cuma yang pasti, luka-lukanya itu dangkal, ada tiga titik di kepala. Korban ini kalau menurut masyarakat punya penyakit gula, tidak mempunyai penyakit ayan,” katanya.

Baca Juga: Pensiunan Polisi Ditemukan Mengambang dalam Gorong-Gorong di Tasikmalaya

Sebelumnya diberitakan, Pensiunan polisi ditemukan mengambang tak bernyawa di sebuah gorong-gorong di Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. Tepatnya di Kampung Balekamang, Cikunir, Kecamatan Singaparna.

Penemuan sesosok mayat berinisial ES (65), seorang pensiunan polisi pada Minggu (12/03/2023) siang membuat geger warga setempat.

Diketahui ES ini seorang pensiunan polisi. Ia bertugas di Jakarta pada tahun 2017 lalu. Tempat penemuan mayat ini pun tidak jauh dari rumah korban yang hanya berjarak 200 meter.

Kepala Desa Cikunir Ibin Arifin mengatakan, korban pertama kali ditemukan oleh anak kecil yang akan memancing.

“Awal mulanya korban ditemukan di bawah gorong-gorong itu oleh anak kecil yang akan memancing dan melihat ada kepala korban. Langsung saya laporan ke Polsek Singaparna,” katanya di lokasi kejadian.

Ibin juga menuturkan, korban merupakan sosok yang baik. Ia pun kenal dekat dengan korban.

“Korban ini seorang pensiunan polisi tahun 2017. Tugas terakhirnya di Jakarta. Kalau korban punya masalah, saya nggak tahu. Cuma memang pada hari Kamis sesudah menjemput anaknya sekolah, korban tidak pulang ke rumah. Motornya pun dibawa sama anaknya,” terang Ibin Arifin. (Apip/R7/HR-Online/Editor-Ndu)