Kamis, Mei 1, 2025
BerandaBerita CiamisMengenal Eyang Kaliwon, Sang Penjaga Batas Galuh Ciamis

Mengenal Eyang Kaliwon, Sang Penjaga Batas Galuh Ciamis

harapanrakyat.com,- Belum banyak yang tahu bahwa di Kelurahan Maleber, Kecamatan Ciamis, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat terdapat situs Makam Embah atau Eyang Kaliwilon. Padahal, Embah Kaliwon ini terkenal sebagai sang penjaga batas kota Galuh Ciamis.

Seperti diketahui, bahwa Ciamis terdapat banyak situs budaya dari berbagai masa dan peradaban sejarah.

Baca Juga: Situs Cidehem di Sandingtaman Ciamis Ramai Dikunjungi Peziarah

Bahkan, julukan terbaru saat ini untuk Tatar Galuh Ciamis adalah Kota Seribu Situs.

Tidak hanya di daerah, di pusat Kota Ciamis juga terdapat beberapa situs. Nah, salah satunya adalah Situs Makam Embah Kaliwon ini.

Sejarah Eyang Kaliwon, Sang Penjaga Batas Kota Galuh Ciamis

Sosok yang legendaris ini berasal dari Cirebon keturunan Galuh. Bentuk makam Embah ini unik, berupa punden berundak yang terdapat di bukitan.

Menurut beberapa orang, bahwa masyarakat dari beberapa daerah sering mengunjungi makam tersebut. Tujuannya hanya ingin melakukan doa dan berziarah di makam tersebut.

Dosen Kegaluhan Unigal Ciamis, Ilham Purwa mengatakan, Eyang Kaliwon merupakan salah satu pasukan atau bala tentaranya Galuh.

Saat itu, ia mendapat tugas sebagai penjaga batas di pusat Galuh wilayah kota Utara, yang berbatasan dengan Sungai Cileueur atau Sungai Cimamut.

“Embah Kaliwon berdomisili atau ditugaskan di posnya, yang sekarang itu menjadi Kelurahan Maleber dan dusunnya juga saat ini menjadi Dusun Kaliwon atau kampung Kaliwon. Situsnya juga sekarang menyatu dengan pemakaman umum,” katanya, Kamis (27/7/2023).

Baca Juga: Kisah Pasukan Kerajaan Mataram Menghilang di Situs Dalem Kanduruan Kota Banjar

Kenapa dinamakan Kaliwon? Ilham menjelaskan, karena dulunya kampung-kampung itu menamakan bloknya seperti Dusun Kaliwon, Wage, Pon dan yang lainnya. Bahkan, di tempat lain juga saat ini masih ada.

“Teman atau partner Eyang Kaliwon itu yakni Eyang Jagapati, juga sama sebagai penjaga batas atau wilayah teritorial Kabupaten Galuh,” jelasnya.

Namun, sambungnya, posisi Eyang Jagapati dulu tugasnya di Bubulak (Kelurahan Maleber). “Karena pos pemantauan Kabupaten Galuh berada di situ untuk wilayah Utara,” ucapnya.

Ilham mengungkapkan, seiring berjalannya waktu, masih tetap wilayah tersebut (Bubulak) dijadikan pos pengamanan teritorial. Di antaranya di sana ada rumah Belanda.

“Saat zaman Belanda itu juga jadi pos pengamanan,” ungkapnya.

Letak Makam Embang Kaliwon

Lanjutnya menambahkan, di situs tersebut tidak hanya ada makam Eyang Kaliwon. Namun juga terdapat dua makam lainnya, yakni dua istrinya.

Kemudian untuk posisi makamnya itu berada di bukitan, dalam arti posisi makamnya paling atas.

“Jadi posisi makamnya itu di terletak di posisi punggungan paling atas, atau dalam bahasa sundanya Ngalingga Manik. Menandakan bahwa tokoh tersebut adalah tokoh penting. Di sekitar makam sang penjaga batas Galuh Ciamis, juga ada makam Patih Kuningan dan keluarga dari Cirebon Girang,” terangnya.

Menurut Ilham, yang menjadi ciri khas makam dari Galuh, susunan jirat makam dan nisannya terbuat dari batu alami, yakni andesit beku. Sehingga berbeda dengan yang lain.

Baca Juga: Situs Gedeng Mataram Kota Banjar, Belanda Pernah Dibuat Bingung karena Ini!

Karena rata-rata peninggalan-peninggalan Galuh, susunan makamnya dengan batu, baik di timur, utara, selatan maupun barat.

Sebab saat itu dalam masa transisi corak pra Islam tapi masih dipakai di masa Islam.

“Menandakan bahwa agama dan budaya adalah dua hal yang berbeda, tetapi tidak pernah bisa dipisahkan,” tuturnya.

Makam Eyang Kaliwon Ramai Peziarah

Ilham menjelaskan, jasa-jasa Eyang Kaliwon ini merupakan salah satu pendiri atau yang membuka Kampung Maleber. Selain itu juga sebagai sang penjaga batas atau teritorial Kabupaten Galuh wilayah Kota Utara.

“Intinya, menjaga keamanan baik dari marabahaya maupun mobilitas penduduk. Makanya beliau berpartner dengan Eyang Jagapati,” jelasnya.

Eyang Kaliwon sendiri saat itu menjabat di masa era Bupati Galuh Raden Tumenggung Wiradikusumah, sekitar pada tahun 1800.

Ilham menuturkan, makam Embah Kaliwon ini memang sering sejumlah warga dari luar daerah di Kabupaten Ciamis datang atau berziarah.

Secara nilai sains sangat bersejarah, karena makam tersebut merupakan salah satu situs cagar budaya yang sudah terdaftar di Disbudpora Ciamis.

“Makam seperti ini secara budaya masyarakat masih banyak yang menziarahi. Kalau secara agama, ziarah itu orang-orang untuk mendapat karomah. Tapi ada juga yang kita hindari atau antisipasi terhadap orang-orang yang melakukan penyimpangan,” tuturnya.

Menurutnya, biasanya masyarakat melakukan ziarah ke Situs Makam Eyang Kaliwon ketika bulan Maulid dan Muharam atau malam Jumat Kliwon.

“Sebetulnya pengunjung itu gimana niatnya. Namun yang harus peziaran hindari adalah niat yang menyimpang,” pungkasnya. (Ferry/R5/HR-Online/Editor: Adi Karyanto)

Batik Hokokai Pekalongan, Sejarah di Balik Motifnya yang Rumit

Batik Hokokai Pekalongan, Sejarah di Balik Motifnya yang Rumit

Batik Hokokai Pekalongan sangat terkenal. Batik Hokokai ini memiliki sejarah di baliknya. Kini batik tersebut menjadi salah satu warisan budaya yang sangat penting. Sebagai...
Hari Buruh Tanpa Unjuk Rasa, Polres Kota Banjar Inisiasi Kegiatan Sosial hingga Jalan Santai

Hari Buruh Tanpa Unjuk Rasa, Polres Kota Banjar Inisiasi Kegiatan Sosial hingga Jalan Santai

harapanrakyat.com,- Peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day di Kota Banjar, Jawa Barat, kali ini berbeda. Biasanya peringatan ini identik dengan aksi unjuk rasa,...
Gerobak PKL di Langensari Kota Banjar Ludes Terbakar, Diduga Akibat Selang Kompor Gas Bocor

Gerobak PKL di Langensari Kota Banjar Ludes Terbakar, Diduga Akibat Selang Kompor Gas Bocor

harapanrakyat.com,- Sebuah gerobak milik pedagang kaki lima di samping Puskesmas Langensari 2, Kecamatan Langensari, Kota Banjar, Jawa Barat, ludes terbakar. Peristiwa itu pun membuat...
People Nearby Telegram Hilang, Ini Alasannya

People Nearby Telegram Hilang, Ini Alasannya

People Nearby Telegram hilang atau telah dihapus oleh pihak aplikasi sendiri untuk meningkatkan moderasi konten. Selain itu, juga untuk melindungi privasi pengguna serta mencegah...
Perwal Tunjangan Rumdin

Aktivis Sebut Janggal Perwal Tunjangan Rumdin DPRD Kota Banjar Malah Rugikan Negara, Singgung Mekanisme

harapanrakyat.com,- Aktivis sekaligus pengamat kebijakan publik Kota Banjar, Jawa Barat, Awal Muzaki, menilai janggal dengan terbitnya Perwal tunjangan rumdin dan transportasi pimpinan dan anggota...
Pelajar Diduga Keracunan MBG

Lagi-Lagi Pelajar Diduga Keracunan MBG di Tasikmalaya, Riska: Mungkin dari Sayur Labu Soalnya Sudah Basi

harapanrakyat.com,- Pengakuan salah seorang pelajar yang diduga keracunan MBG (Makan Bergizi Gratis) di SMP 1 Rajapolah, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, sakit perut disertai mual....