harapanrakyat.com,- Demo yang digawangi PMII (Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia) terkait program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) di kelurahan Margabakti, Kecamatan Cibeureum, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat nyaris berujung ricuh, Senin (14/8/2023).
Demo yang digelar di kantor Pemkot Tasikmalaya diwarnai aksi saling dorong antara mahasiswa dan petugas. Bahkan sejumlah mahasiswa nyaris terlibat baku hantam dengan petugas. Saat itu petugas hendak memadamkan api dari ban bekas yang dibakar, namun mahasiswa melarangnya.
Korlap aksi Arip Muzstasabani mengatakan, warga kelurahan Margabakti tidak kunjung menerima sertifikat tanah sejak tahun 2018. Padahal sejumlah warga sudah mendaftarkan tanahnya melalui program PTSL.
“Seperti biasanya PJ Walikota tidak menghadapi massa aksi, pihak yang hadir hanya perwakilan dari BPN, BAPENDA dan dari ASDA 3. Setelah berdialog panjang lebar, kami menyampaikan apa yang menjadi tuntutan kami, kami minta kebijakannya selalu berdalih akan disampaikan ke atasan,” katanya.
Baca Juga: Banyak Sampah Mencemari Sungai, Puluhan Orang Geruduk Kantor Pemkot Tasikmalaya
Padahal, kata Arip, aksi demo terkait PTSL di Margabakti Tasikmalaya bukan kali ini saja. Sebelumnya, demo juga sempat dilakukan untuk menuntut hal yang sama.
“Kami dari PMII dan juga masyarakat Margabakti ini bukan satu kali saja melakukan aksi ini, sudah kedua kalinya. Namun, tidak ada itikad baik dari pemerintah untuk bisa meninjau permasalahan ini,” katanya.
Menurut Arip, sekitar 80 sertifikat milik warga Margabakti belum diterbitkan oleh BPN. Padahal masyarakat sudah melakukan pembayaran untuk mendaftarkan tanahnya dalam program PTSL.
“Kami juga sering mendapat aduan dari masyarakat yang menjadi korban program PTSL. Oleh sebab itu kami dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia meminta kepada ayahanda presiden Ir Joko widodo untuk mengevaluasi ulang program PTSL di seluruh indonesia, terkhusus di Kota Tasikmalaya,” katanya.
Sementara itu perwakilan dari BPN, BAPENDA dan dari ASDA 3 yang menemui massa aksi berjanji akan menyampaikan tuntutan mahasiswa kepada pimpinannya. (Apip/R7/HR-Online/Editor-Ndu)