harapanrakyat.com,- Polisi gadungan yang rampok warga Medan di Kabupaten Garut, Jawa Barat ternyata sehari-harinya bekerja sebagai penjual bakso tusuk.
Hal itu diketahui setelah unit Jatanras Polres Garut melakukan penggerebekan di rumah salah satu pelaku. Uang dan perhiasan senilai Rp 46 juta hasil rampokan telah habis dibagi-bagi antara pelaku. Hasil rampokan itu kemudian dikirim ke istri masing-masing untuk kebutuhan sehari-hari.
Kasus perampokan yang menimpa pasangan korban bernama Pardomuan Nainggolan, dan Evi Yanti, ternyata dilakukan oleh polisi gadungan asal Garut, Jawa Barat.
Pelaku yang mengaku polisi tersebut sengaja membawa pistol airsoft untuk memuluskan aksinya.
Dua orang warga Medan itu pun menjadi korban perampokan modus OTT yang dilakukan oleh polisi gadungan yang bekerja sama dengan oknum wartawan.
Baca Juga: Polisi Gadungan dan Wartawan Abal-abal di Garut Rampok Warga Medan Gondol Uang 46 Juta
Kronologi Lengkap Polisi Gadungan Rampok Warga Medan di Garut
Perampokan terjadi di sebuah vila di Tarogong Kaler Garut, Jawa Barat. Polisi menceritakan kronologis awal para pelaku dengan modus menawarkan jasa bisa memasukan anak korban menjadi ASN KPK.
Aksi yang dirancang pelaku awalnya cukup mulus. Salah seorang pelaku menawarkan jasa bantuan bisa meloloskan seleksi anak korban menjadi ASN di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Dua orang korban awalnya ditelepon oleh pelaku. Korban diminta datang ke Jakarta, korban yang tergiur kemudian tiba di Jakarta pada (15/8/2024) lalu. Setelah sampai di Jakarta, korban diarahkan oleh pelaku agar menuju ke Garut.
“Sesampainya di Garut pada hari Jumat, korban terlebih dahulu disuruh menginap di hotel oleh pelaku. Besok paginya dijemput kembali oleh pelaku lalu diarahkan ke sebuah perumahan komplek. Mereka sudah ditunggu oleh 5 orang pelaku,” kata AKP Ari Rinaldo, Kasat Reskrim Polres Garut, Rabu (28/8/2024).
Kedua korban yang sangat percaya dengan skenario pelaku, kemudian diarahkan ke sebuah vila. Di tempat tersebut kemudian korban ditemui 5 pelaku, yang memang sudah siap melakukan perampokan.
Baca Juga: Daftar Pilkada Garut, Helmi-Yudi Naik Dodombaan ke KPU
Saat ditodong sebuah pistol di kepala korban, pelaku mengaku tengah menarget korban, bahwa pelaku ini mengaku sebagai anggota polisi dari Polda Jabar.
“Setelah di TKP itu, langsung menodongkan senjata kepada korban, dan mengaku korban ini adalah target operasi dari Polda, ya pelaku ngaku sebagai anggota polisi. Kemudian korban digeledah, ditodong senjata dan diambil uangnya dan perhiasan totalnya sebesar Rp 46 juta, HP dan perhiasan,” tambahnya.
Korban Dibuang ke Hutan
OTT palsu yang dilakukan oleh polisi gadungan, terhadap sepasang suami istri itu berlanjut ke proses pembuangan korban. Kedua korban disekap kemudian bagian mata dan mulutnya dilakban, lalu dibuang di hutan Ibun Bandung.
“Totalnya dengan perhiasan dan HP sekitar Rp 46 juta, lalu korban dibawa ke satu tempat, dan dibuang di daerah Ibun Bandung di pinggir hutan. Nah setelah korban itu selamat dan ditolong warga, korban membuat laporan pada hari Senin kemarin,” jelasnya.
Ada 3 orang pelaku yang berhasil diringkus petugas, masing-masing berinisial F, AF, dan A, dari tangan pelaku polisi menemukan senjata jenis pistol airsoft gun, id card wartawan, serta alat-alat lainya seperti HP dan mobil.
Baca Juga: Kades di Garut Babak Belur Dihajar Warga, Korban Dilarikan ke Puskesmas
Pelaku berinisial AF alias Noto inilah yang sehari-hari berjualan bakso tusuk tapi ngaku aparat. Polisi gadungan itu sengaja memberi harapan alias iming-iming kepada korban bisa meloloskan anaknya yang akan direkrut menjadi ASN lembaga anti rasuah. (Pikpik/R7/HR-Online/Editor-Ndu)