harapanrakyat.com,- Ruas jalan penghubung Kabupaten Sumedang dan Kabupaten Subang, di kawasan Haurpapak, Desa Surian, Kecamatan Surian Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, kembali menjadi sorotan. Jalan yang sudah puluhan tahun rusak akibat tanah labil itu, hingga kini belum mendapat solusi permanen.
Terlihat badan jalan hanya ditutup lapisan tanah di atas susunan beronjong, menyebabkan jalur yang tidak stabil. Kondisi tersebut memaksa para pengguna jalan ekstra hati-hati saat melintas, terutama pengendara roda dua.
Kekhawatiran pun dirasakan oleh warga yang setiap hari melintasi jalan penghubung kabupaten tersebut. Aas Siti, warga Desa Surian, mengungkapkan rasa takutnya saat membawa penumpangnya menggunakan sepeda motor matic.
“Takut jatuh. Jalan ini rusaknya sudah lama. Ingin cepat diperbaiki supaya kami bisa aman saat lewat, apalagi kalau bawa orang,” kata Aas, Kamis (31/7/2025).
Dedi. Warga lainnya mengatakan, jalan ambles sepanjang 50 meter itu merupakan jalur baru yang dibangun menggantikan jalan sebelumnya yang longsor. Namun, kondisi jalur baru justru lebih parah.
“Malah jadi lebih sering ambles, terutama saat hujan. Sudah beberapa kali diperbaiki, tapi tetap rusak lagi,” jelasnya.
Baca Juga: Pembangunan Jalan Lingkar Utara di Sumedang Ditarget Rampung Mei 2025
Kerusakan ini mengganggu kenyamanan berkendara dan menghambat mobilitas warga. Terlebih di musim hujan saat jalan penghubung ke Kabupaten Subang menjadi licin dan sulit dilalui kendaraan roda empat.
“Kalau musim hujan parah banget ini, kendaraan roda empat susah, kalau motor masih bisa,” ucapnya.
Sementara itu Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir, mengakui permasalahan ini. Pihaknya tengah menyiapkan langkah strategis untuk mengatasi kondisi tersebut secara menyeluruh.
Salah satu opsi yang tengah dikaji adalah pengalihan jalur ke lokasi yang lebih stabil.
“Surian memiliki sembilan desa. Sebagian besar akses jalannya sudah kami perbaiki, seperti ke Desa Wanajaya dan Pemekarsari. Namun Haurpapak memang masih jadi tantangan besar karena struktur tanahnya terus bergerak. Sudah tiga kali diperbaiki, tetap rusak lagi. Kami sedang kaji opsi pengalihan jalur,” kata Dony. (Aang/R9/HR-Online/Editor-Dadang)





