harapanrakyat.com,- Pernyataan mengenai urunan desa (Urdes) di Desa Jayaraksa, Kecamatan Cimaragas, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, yang disampaikan oleh pihak desa dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD), mendapat tanggapan serius dari salah satu wajib pajak, Heni Sri Sundani, warga Bogor, pada Jumat (3/10/2025).
Heni sendiri memiliki sejumlah bidang tanah di Desa Jayaraksa dan diurus oleh kakaknya, bernama Yaya.
Ia mengaku awalnya mempertanyakan besaran urdes tahun 2025 yang lebih besar dari nilai total tagihan SPPT PBB. Pertanyaan itu dipostingnya di akun Facebook pribadinya.
“Setiap tahun saya bayar Urdes, tapi tahun ini nilainya lebih besar dari PBB,” ujar Heni melalui pesan Whatsapp.
Heni pun mempertanyakan transparansi terkait penggunaan urdes. “Tapi respon desa bilangnya saya bukan warganya. Dan saya tidak tahu apa-apa. Padahal saya wajib pajak di desa tersebut yang setiap tahun juga taat membayar pajak. Saya menyimpan semua bukti bayar pajaknya,” kata Heni.
Kemudian, pihaknya mempertanyakan integritas kolektor PBB yang mau diajak kerjasama oleh kakaknya. “Perangkat desa kok bisa diajak melakukan manipulasi secara bersama-sama terhadap wajib pajak. Itu kan di tanda tangan oleh Kepala Desa juga. Berarti sepengetahuan Kades. Seharusnya kalau menerapkan praktik Good Corporate Governance (GCG), kan itu tidak akan terjadi,” ucapnya.
Heni juga menyangkal jika dia belum melunasi pajak PBB tahun 2025. “Saya punya bukti transfer dan tanda lunas dari desa. Kalaupun masih ada yang belum dibayar, itu karena saya belum menerima tagihannya. Bukan saya tidak mau bayar,” jelasnya.
Ia juga menyayangkan, pihak Desa yang seolah-olah membenarkan tindakan mark up dengan alasan dirinya tidak pernah membayar kakaknya. “Padahal kaka saya sudah kasbon lebih dari 20 juta. Dan saya juga yang menanggung biaya kuliah anaknya sampai lulus,” ungkap Heni.
Heni pun tidak setuju dalam masalah Urdes ini di framing masalah keluarga. “Kalau urusan keluarga, saya bisa selesaikan sendiri. Perangkat desa melakukan mark up, itu bukan sekedar kelalaian. Tapi tidak berintegritas,” pungkasnya. (Jujang/Editor Jujang)





