BerandaBerita BanjarTak Kuat Menahan Beban, Dapur Rumah Warga Pangadegan Banjar Ambruk Saat Hujan

Tak Kuat Menahan Beban, Dapur Rumah Warga Pangadegan Banjar Ambruk Saat Hujan

BPBD Kota Banjar sudah melakukan asesmen kerusakan dan kondisi rumah warga Pangadegan yang ambruk.

harapanrakyat.com,- Hujan deras yang mengguyur wilayah Kota Banjar, Jawa Barat, menyebabkan rumah Pandi Sopandi (67), warga Lingkungan Pangadegan, RT 5/18, Kelurahan Hegarsari, Kecamatan Pataruman, ambruk pada bagian dapur, Sabtu (20/12/2025). Bagian dapur rumah Supandi yang terbuat dari material kayu itu, ambruk sekitar pukul 14.00 WIB.

Baca Juga: Diguyur Hujan Deras, Rumah Warga Kota Banjar Ambruk Diduga karena Lapuk

Pandi Sopandi mengatakan, saat hujan deras turun ia tengah beristirahat sendirian di bagian ruang belakang rumahnya. Namun, tiba-tiba terdengar suara seperti reruntuhan kayu. Setelah dilihat, ternyata atap dapur rumahnya sudah ambruk ke tanah, kayu penyangga atap juga patah.

“Saya lagi di ruang belakang tiba-tiba ada suara mau runtuh. Saya lihat sudah ambruk,” kata Pandi kepada wartawan.

Pandi menyebut, bangunan rumahnya sudah lapuk dan kadang jarang ia tempati karena khawatir sewaktu-waktu terjadi ambruk. Terlebih sekarang ini sedang musim penghujan.

“Saya kadang tidak tidur di sini tapi di Saung kebun takut kalau rumah ini ambruk,” ujar Pandi.

Sementara itu, Petugas BPBD Kota Banjar, Hartadi mengatakan, bagian dapur rumah warga Pangadegan ambruk karena sebagian besar kondisinya sudah lapuk.

Kondisi tersebut diperparah dengan cuaca hujan yang turun cukup deras disertai angin kencang, sehingga konstruksi bangunan rumah tidak kuat menahan beban.

“Bagian dapur rumah ini ambruk, karena tadi turun hujan lebat dan angin kencang. Terus konstruksi rumah juga 60 persen sudah lapuk,” ujarnya.

Baca Juga: Dapur Rumah Warga Banjar Ambruk Akibat Hujan Deras, Pemilik Selamat dari Reruntuhan

Lanjutnya mengatakan, rumah tersebut hanya ditempati oleh satu jiwa. Pemilik rumah kadang tidak tidur di rumahnya karena khawatir kondisi rumahnya ambruk.

Pihaknya telah melakukan asesmen kerusakan dan kondisi rumah warga Pangadegan tersebut. Setelah itu akan melaporkan kejadian tersebut ke pimpinan agar ditindaklanjuti.

“Kondisi bangunan 60 persen sudah lapuk. Nanti akan kami sampaikan ke pimpinan biar ditindaklanjuti,” katanya. (Muhlisin/R5/HR-Online/Editor: Adi Karyanto)

BERITA TERBARU