BerandaBerita JabarBerusia Hampir Seabad, Hotel Tjimahi Dijual Seharga Rp 37 Miliar, Ini Alasan...

Berusia Hampir Seabad, Hotel Tjimahi Dijual Seharga Rp 37 Miliar, Ini Alasan Pemiliknya

Theresia memiliki harapan besar agar pembeli baru nantinya tidak mengubah bentuk bangunan Hotel Tjimahi yang bersejarah.

harapanrakyat.com,- Hotel Tjimahi akan dijual oleh pemiliknya setelah melewati pertimbangan panjang selama enam tahun. Hotel bersejarah yang terletak di Jalan Jenderal Amir Machmud, Karangmekar, Cimahi Tengah, Kota Cimahi, Jawa Barat ini akhirnya diputuskan untuk dilepas ke pasar karena berbagai alasan operasional.

Kabar mengenai hotel tersebut akan dijual pertama kali mencuat melalui media sosial TikTok. Pemilik saat ini, Theresia Gerungan Soetamanggala, mengonfirmasi bahwa properti seluas 3.254 meter persegi itu ia tawarkan dengan harga Rp 37 miliar.

Baca Juga: Hotel Savoy Homann, Gedung Tua dan Bersejarah di Bandung

Hotel ini memiliki nilai sejarah yang tinggi karena nenek Theresia, Nyi Rd. Fatimah Singawinata, bersama suaminya yang berkebangsaan Belanda bernama Veen, membangun hotel ini sejak tahun 1927.

Alasan Hotel Tjimahi Dijual

Keputusan berat untuk menjual hotel ini mulai muncul sejak pandemi COVID-19 melanda Indonesia. Saat itu hotel terpaksa tutup, namun pihak manajemen tetap berupaya mempertahankan pegawai meskipun tanpa bantuan dari pemerintah.

Baca Juga: Grand Hotel Preanger, Napak Tilas Sejarah Ikonik di Jantung Kota Bandung

Selain dampak pandemi, Theresia mengaku sudah tidak sanggup mengelola hotel karena biaya operasional yang sangat besar. Salah satu beban yang paling memberatkan adalah Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) yang mencapai Rp 60 juta setiap tahunnya.

Selain kendala finansial, alasan lain di balik keputusan ini adalah absennya generasi penerus. Ketiga anak Theresia telah memilih jalur karir masing-masing, dan tidak memiliki niat untuk melanjutkan pengelolaan Hotel Tjimahi sebagai hotel keluarga.

Baca Juga: Purwakarta Pernah Punya Hotel Gantung Ekstrem, Apa Kabar Sekarang?

“Semua juga bilang ke saya jangan, sayang nanti kalau aya menjualnya. Sejujurnya, saya sudah eungap (sesak/lelah), lagi pula sepertinya memang sudah waktunya saya melepas ini,” tutur Theresia, Jumat (9/1/2026).

Meskipun telah ikhlas, Theresia memiliki harapan besar agar pembeli baru nantinya tidak mengubah bentuk bangunan Hotel Tjimahi yang bersejarah tersebut. Ia juga menyatakan tetap terbuka jika ada investor yang ingin bekerja sama sebagai opsi lain, selain menjual putus properti tersebut. (Eri/R3/HR-Online/Editor: Eva)

BERITA TERBARU