Infeksi kantung empedu merupakan kondisi peradangan yang terjadi pada kantung empedu akibat sumbatan atau pertumbuhan bakteri. Kantung empedu sendiri menjadi organ kecil di bawah hati. Fungsinya yakni untuk menyimpan cairan empedu. Cairan ini membantu proses pencernaan lemak di usus halus. Nah, ketika terjadi gangguan aliran empedu, maka risiko terinfeksi akan meningkat.
Baca Juga: Penularan dan Gejala Infeksi Cacing Cambuk pada Manusia
Kenali Penyebab Infeksi Kantung Empedu
Penyebab paling umum infeksi pada kantung empedu ialah adanya batu empedu yang menyumbat saluran empedu. Sumbatan tersebut membuat cairan empedu tertahan dan memicu peradangan. Kondisi ini terkenal sebagai kolesistitis akut. Selain batu empedu, infeksi bakteri juga dapat memperparah peradangan yang sudah terjadi.
Ada faktor risiko lain meliputi obesitas, pola makan tinggi lemak, diabetes, dan usia lanjut. Sebagai informasi, wanita cenderung lebih berisiko mengalami gangguan infeksi kantung empedu. Selain itu, gaya hidup kurang aktif dan sehat juga dapat memperburuk kondisi ini. Apabila tidak ditangani dengan tepat, maka infeksi dapat menyebar dan menimbulkan komplikasi serius.
Gejala yang Perlu Diwaspadai
Gejala infeksi pada kantung empedu umumnya berupa nyeri hebat di perut kanan atas. Rasa nyerinya dapat menjalar ke punggung atau bahu kanan. Nyeri ini sering muncul setelah mengonsumsi makanan berlemak dan bisa berlangsung selama beberapa jam. Kemudian, rasa sakitnya juga semakin intens.
Selain nyeri, penderitanya juga dapat mengalami demam, mual, dan muntah. Perut pun akan terasa kembung dan tidak nyaman. Pada beberapa kasus, kulit dan mata terlihat menguning akibat gangguan aliran empedu. Gejala tersebut menunjukkan adanya gangguan serius pada sistem empedu.
Baca Juga: Manfaat Daun Seri, Mengobati Infeksi hingga Mencegah Kanker
Jika infeksi semakin parah, maka dapat terjadi peningkatan denyut jantung dan tekanan darah menurun. Kondisi ini memerlukan penanganan medis lebih lanjut. Misalnya saja, seperti pemeriksaan lewat tes darah dan USG. Sebab, diagnosis yang cepat dapat membantu mencegah risiko komplikasi lebih lanjut.
Penanganan dan Pencegahan
Siapa pun harus tahu bahwa penanganan infeksi kantung empedu ini tergantung pada tingkat keparahan kondisi penderitanya. Pada tahap awal, dokter biasanya memberikan antibiotik untuk mengatasi infeksi bakteri. Seperti halnya obat pereda nyeri juga dokter berikan guna mengurangi ketidaknyamanan. Selain itu, penderitanya pun sering akan dokter sarankan untuk beristirahat dan menjalani perawatan di rumah sakit.
Akan tetapi, jika kondisi tidak membaik, maka tindakan operasi bisa menjadi penanganan lanjutan. Operasi pengangkatan kantung empedu atau kolesistektomi ini bisa untuk mencegah kambuhnya penyakit. Prosedur ini tergolong aman dan setelah operasi, tubuh tetap dapat mencerna lemak meskipun tanpa kantung empedu.
Lalu, untuk pencegahannya dapat siapa pun lakukan dengan menjaga pola makan seimbang dan rendah lemak jenuh. Tak hanya itu, konsumsi serat yang cukup dapat membantu menjaga kesehatan pencernaan. Selanjutnya, olahraga rutin juga berperan penting dalam mengontrol berat badan. Lebih dari itu, lakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala untuk membantu mendeteksi gangguan sejak dini.
Baca Juga: Gejala Infeksi Amoeba Pemakan Otak Mematikan, Waspada!
Infeksi kantung empedu bukan kondisi yang boleh dianggap sepele. Peradangan yang tidak tertangani dengan tepat dapat menyebabkan pecahnya kantung empedu dan infeksi menyebar ke rongga perut. Maka, pengenalan gejala sejak awal sangat penting untuk mencegah komplikasi. Dengan pola hidup sehat dan penanganan medis yang tepat, risiko infeksi kantung empedu pun dapat diminimalkan dan kualitas hidup tetap terjaga. (R10/HR-Online)





