BerandaBerita JabarSekda Jawa Barat Tak Mau Komentar Soal Pencopotan Wajah Ridwan Kamil di...

Sekda Jawa Barat Tak Mau Komentar Soal Pencopotan Wajah Ridwan Kamil di Underpass Dewi Sartika Depok

Pemerintah Provinsi Jawa Barat memutuskan mencopot foto Ridwan Kamil yang dipasang di Underpass Dewi Sartika, Depok. Kemudian pemerintah menggantinya dengan foto pahlawan lokal.

harapanrakyat.com,- Pemprov memutuskan untuk melepas foto mantan Gubernur Jabar periode 2013-2018, Ridwan Kamil di Underpass atau jalan bawah tanah di Kota Depok, beberapa waktu lalu.

Pelepasan foto Ridwan Kamil yang berjejer dengan tulisan Jabar Juara oleh petugas Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang (DBMPR) pada Sabtu 7 Februari 2026. Foto Ridwan Kamil yang mengusung Wedha’s Pop Art Portrait (WPAP) nantinya akan diganti dengan pahlawan asal Kota Depok. Mengingat, di underpass itu terdapat foto pahlawan nasional, Dewi Sartika yang berjejer dengan foto Ridwan Kamil.

Baca juga: Libatkan Perguruan Tinggi, Pemprov Jawa Barat Masih Evaluasi 29 Izin Usaha Pertambangan

Selain mencopot foto Ridwan Kamil di Underpass Dewi Sartika, slogan Jabar Juara juga turut dilepas. Tulisan itu nantinya akan digantikan dengan slogan Jabar Istimewa.

Ketika awak media menginformasi hal itu kepada Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Barat, Herman Suryatman enggan berkomentar mengenai pencopotan foto Ridwan Kamil di Underpass Dewi Sartika.

Ia menyebut, pencopotan foto mantan Gubernur Jawa Barat bukan merupakan kapasitas maupun kewenangannya. “Saya kira tidak dalam kapasitas saya. Atuh eta mah mangga we lah,” kata Herman, Selasa (10/2/2026).

Baca juga: Pemprov Jawa Barat Bakal Tanggung Biaya Kesehatan Warga yang Terdampak Pencoretan Peserta PBI JKN

Terpisah, Anggota DPRD Jawa Barat Dapil VIII yang meliputi Kota Depok dan Bekasi, Ronny Hermawan mengatakan, pencopotan itu menjadi momentum untuk mengubah paradigma pada visualisasi pejabat publik.

Ia menuturkan, pejabat publik sudah seharusnya mengedepankan kinerja daripada mendahulukan pemasangan wajahnya di ruang publik. “Sebagai pejabat publik memang sudah seharusnya mengutamakan kinerja, bukan hanya menghadirkannya gambar di ruang maupun fasilitas publik,” kata Ronny.

Menurutnya, masyarakat tentu berharap pada kinerja pemerintah, bukan hanya sekadar slogan maupun simbol. Sebab, penyelesaian persoalan membutuhkan tindak lanjut dan konsistensi kepala daerah. “Sekarang Gubernur sudah keliling sebagai bukti kehadiran. Ke depan tentu harus ada tindak lanjut untuk menyelesaikan persoalan seperti, banjir, bangunan liar, dan lainnya,” katanya. (Reza/R6/HR-Online)

BERITA TERBARU