BerandaBerita JabarViral Penculikan di Garut Ternyata Hoaks, Dua Bocah SD Ngaku Diculik karena...

Viral Penculikan di Garut Ternyata Hoaks, Dua Bocah SD Ngaku Diculik karena Takut Didamprat Ortu

Takut dimarahi orang tua, dua orang bocah mengarang cerita telah diculik oleh tiga pria tak dikenal. Video dugaan penculikan itu pun viral di Garut.

harapanrakyat.com,- Polisi mengungkap fakta di balik video viral dugaan penculikan dua bocah SD di Kabupaten Garut, Jawa Barat. Setelah dilakukan penyelidikan dan olah tempat kejadian perkara (TKP), peristiwa tersebut dipastikan hanyalah skenario palsu.

Dua bocah berinisial J dan Z itu nekat bolos sekolah untuk bermain ke area pemakaman di Kecamatan Cilawu dan ke Alun-alun Kota Garut. Karena takut dimarahi orang tua, keduanya kemudian mengarang cerita telah diculik oleh tiga pria tak dikenal.

Baca Juga: Diduga Korupsi Kredit Fiktif, 3 Eks Pimpinan Cabang PT BPR Intan Jabar Garut Ditahan Kejaksaan

Video pengakuan tersebut sempat membuat resah masyarakat. Polisi bahkan harus melakukan olah TKP di dua lokasi berbeda, yakni di area pemakaman Kecamatan Cilawu dan Alun-alun Garut, tempat keduanya menghabiskan waktu saat bolos sekolah.

Kasi Humas Polres Garut, Ipda Adi Susilo, membenarkan bahwa informasi penculikan yang sempat viral tersebut tidak benar.

Baca Juga: Viral Dua Bocah SD Diculik di Garut, Begini Faktanya

“Betul beredar video viral ada dua orang anak telah diculik oleh tiga pria tak dikenal. Setelah dilakukan penyelidikan dan olah TKP di dua tempat yaitu Alun-alun Garut dan pemakaman, ternyata anak tersebut tidak diculik,” jelas Adi, Kamis (12/2/2026).

Adi menjelaskan, fakta yang sebenarnya adalah kedua anak tersebut bolos sekolah dan berbohong demi menghindari amarah orang tua.

“Jadi dua anak tersebut bolos dari sekolah akan tetapi takut kepada orang tuanya sehingga berbohong mengaku telah diculik. Kesimpulannya, tidak ada aksi penculikan,” tambahnya.

Baca Juga: Viral Penampakan Ular Sanca Raksasa di Garut, Besarnya Menyerupai Tiang Telepon!

Akibat kegaduhan yang sempat terjadi, kedua orang tua bocah tersebut menyampaikan permintaan maaf secara terbuka di Polres Garut. Polisi pun mengimbau masyarakat agar lebih bijak dalam menggunakan media sosial dan tidak terburu-buru menyimpulkan suatu peristiwa sebelum ada klarifikasi resmi, agar tidak menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. (Pikpik/R7/HR-Online/Editor-Ndu)

BERITA TERBARU