BerandaBerita JabarJelang Mudik Lebaran 2026, Astamaops Polri Siagakan Layanan 110 dan Perkuat Respons...

Jelang Mudik Lebaran 2026, Astamaops Polri Siagakan Layanan 110 dan Perkuat Respons Cepat

Menjelang Mudik Lebaran 2026, Asisten Utama Operasi Kapolri memastikan layanan 110 Polri siap merespons cepat panggilan darurat masyarakat. Kesiapan ini bertujuan menjamin kelancaran dan keamanan selama periode Mudik Lebaran 2026 melalui optimalisasi pelayanan.

harapanrakyat.com,- Menjelang musim mudik Lebaran 2026, Asisten Utama Operasi (Astamaops) Kapolri, Komjen Pol Mohammad Fadil Imran, memastikan seluruh jajaran Polres di Indonesia siap memberikan pelayanan optimal kepada masyarakat. Terutama dalam merespons panggilan darurat melalui layanan 110. Hal tersebut disampaikannya saat mengecek langsung layanan 110 di Mapolres Sumedang, Jawa Barat pada Selasa (3/3/2026).

Baca juga: Ribuan Pelajar Ikuti Pesantren Kilat Ramadan 1447 H di Masjid Agung Sumedang, Ini Pesan Bupati Dony

Menurutnya, setiap laporan yang masuk melalui layanan tersebut wajib ditangani dengan cepat dan tepat. Kecepatan respons terhadap panggilan darurat menjadi faktor krusial dalam menjaga keselamatan masyarakat. Khususnya saat arus mudik lebaran yang identik dengan peningkatan mobilitas dan potensi kerawanan di jalan raya.

“Jika ada laporan melalui telepon layanan 110, panggilan darurat, itu juga harus direspon cepat. Itu pesan saya pada teman-teman di Polres Sumedang,” ujarnya.

Layanan 110 di Mudik Lebaran 2026

Saat ini, Polri tengah memasuki tahap pra-Operasi Ketupat 2026 berupa pelatihan dan simulasi. Operasi terpusat tersebut dijadwalkan berlangsung selama dua pekan, mulai 13 hingga 25 Maret 2026. “Untuk Operasi Ketupat sendiri saat ini sedang tahap pelatihan, pelatihan pra-operasi,” ucapnya.

Fadil memastikan koordinasi dilakukan secara menyeluruh, mulai dari Mabes Polri hingga tingkat Polres. Sinergi juga melibatkan Direktorat Lalu Lintas di tingkat nasional dan provinsi untuk mengatur strategi rekayasa lalu lintas.

“Pengaturan arus kendaraan tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan harus terintegrasi agar efektif mengurai kepadatan. Karena itu pengaturan lalu lintas tidak bisa sendiri-sendiri,” ungkapnya.

Baca juga: DPC PDIP Sumedang Tegaskan Larangan Kader Terlibat Operasional Program MBG

Sejumlah jalur utama menjadi perhatian khusus dalam pengamanan tahun ini. Di antaranya jalur selatan, Pantura yang mengarah ke Jawa Barat dan Jawa Tengah, serta kawasan Cadas Pangeran yang dikenal memiliki karakteristik medan menantang.

Arahan teknis, lanjutnya, telah dibahas dalam rapat koordinasi di Mabes Polri. Rapat ini diikuti para Kapolda, Karo Ops, Dirlantas, hingga Kapolres dari seluruh Indonesia secara daring.

“Itu sudah kita arahkan kemarin di Mabes, dihadiri oleh para Kapolda, Karo-Ops, Dirlantas, Dir Intel, serta Kapolres yang hadir secara online. Jadi sudah memahami, juga sudah terbiasa,” pungkasnya.

Polri berharap persiapan matang ini dapat menjamin arus mudik Lebaran 2026 berjalan aman, tertib, dan lancar. Dengan demikian masyarakat dapat merayakan hari raya dengan rasa nyaman dan tenang. (Aang/R6/HR-Online)

BERITA TERBARU