harapanrakyat.com,- Peredaran informasi bohong alias hoaks berbasis rekayasa kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) menjadi ancaman serius, terutama bagi kelompok yang memiliki keterbatasan literasi digital seperti lanjut usia (lansia).
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Jawa Barat, Mas Adi Komar mengatakan, generasi Milenial serta Z berperan penting untuk menjadi filter informasi bagi para orang tua di sekitar mereka.
Oleh karena itu, Adi mengajak mereka untuk melindungi penipuan digital di tengah keterbatasan literasi digital orang tua.
“Kita termasuk para remaja sudah semakin aware mengecek ulang berita. Tapi bagi orang tua kita maupun lingkungan sekitar yang literasi digitalnya belum mantap, mereka butuh pendampingan,” kata Adi, Kamis (12/3/2026).
Menurutnya, keterlibatan aktif masyarakat di tengah banyaknya sumber informasi tentu sangat efektif untuk mencegah sebaran hoaks.
Baca Juga: Masyarakat Diminta Waspada Soal Video Rekayasa AI yang Mencatut Nama Gubernur Dedi Mulyadi
Ia meminta warga yang lebih paham teknologi dan informasi agar tidak segan memberikan penjelasan kepada tetangga atau kerabat yang sudah sepuh.
“Kalau ada orang tua atau tetangga yang sudah sepuh, tidak ada salahnya kita memberikan pemahaman. Ingatkan mereka bahwa informasi jangan langsung disebar, tapi cek dan telaah dulu kebenarannya,” tuturnya.
Pengarahan Khusus dan Peran Jabar Saber Hoaks
Di level pemerintahan, Diskominfo Jawa Barat terus memperkuat sinergi dengan pemerintah kabupaten dan kota.
Setiap dua minggu sekali, Diskominfo Jawa Barat menggelar pengarahan khusus untuk menyusun materi sosialisasi literasi digital yang relevan bagi masyarakat.
Baca Juga: Dinkes Jawa Barat Gencarkan Imunisasi Campak di Delapan Daerah Prioritas
“Kami setiap pekan ada sosialisasi. Kami juga meminta dukungan pemerintah kabupaten dan kota serta OPD untuk menyusun serta menyosialisasikan materi untuk meningkatkan literasi digital masyarakat,” ucapnya.
Selain itu, Pemprov juga mengoptimalkan platform Jabar Saber Hoaks sebagai medium untuk memverifikasi keabsahan informasi.
“Kami memanfaatkan platform Jabar Saber Hoaks atau di kabupaten kota sudah ada Saber Hoaks juga. Jadi ini unit tugas Diskominfo yang berfungsi untuk menerima laporan dari masyarakat,” ujarnya. (Reza/Editor-Ndu)





