BerandaBerita TerbaruPersija Jakarta Dijuluki APBD FC oleh Netizen, Bos Klub Beri Penjelasan

Persija Jakarta Dijuluki APBD FC oleh Netizen, Bos Klub Beri Penjelasan

Perdebatan julukan APBD FC di kalangan netizen tetap berlangsung. Sebagian mendukung langkah Persija karena dianggap memperkuat identitas Jakarta. Sementara lainnya menilai keterlibatan BUMD berpotensi menimbulkan konflik kepentingan.

‎Bos Persija Jakarta, Mohamad Prapanca, menanggapi sindiran netizen yang menjuluki klubnya APBD FC karena disponsori empat BUMD DKI Jakarta dan didukung Gubernur. Ia menegaskan bahwa kerja sama tersebut merupakan bentuk kolaborasi bisnis, bukan pendanaan langsung dari APBD.

‎Prapanca mengaku risih dengan sindiran netizen yang menyebut Macan Kemayoran sebagai APBD FC. Julukan itu muncul setelah Persija mendapatkan dukungan sponsor dari Bank Jakarta, MRT Jakarta, TransJakarta, dan PAM Jaya.

‎Isu ini semakin ramai mejadi perbincangan di media sosial karena adanya dukungan terbuka dari Gubernur DKI Jakarta terhadap klub kebanggaan ibu kota.

Baca Juga: Mauricio Souza Pusing Hadapi Absennya Pilar Persija Jakarta Jelang Kontra Dewa United

‎Sebagian warganet menilai sponsor dari BUMD identik dengan penggunaan dana publik, sehingga muncul anggapan bahwa Persija dibiayai oleh APBD.

Penjelasan Prapanca Mengenai Persija yang Dijuluki APBD FC

‎Menanggapi hal tersebut, Prapanca menegaskan bahwa kerja sama dengan BUMD tidak berarti klub menerima dana hibah dari pemerintah daerah.

‎Menurutnya, sponsorship adalah bentuk kerja sama komersial yang saling menguntungkan. BUMD mendapatkan eksposur dan promosi melalui Persija. Sementara klub memperoleh dukungan finansial untuk operasional di kompetisi BRI Super League 2025/2026.

‎“Persija tidak pernah menggunakan dana APBD. Sponsorship dari BUMD adalah bagian dari strategi bisnis yang sah dan transparan,” ujar Prapanca pada Rabu (11/3/2026).

‎Ia menambahkan, kolaborasi ini juga sejalan dengan misi BUMD untuk mendekatkan layanan kepada masyarakat, termasuk lewat olahraga.

Baca Juga: Panas di Luar Lapangan! Persija Buka Suara Terkait Polemik Latihan Borneo FC di JIS

‎“Pada saat itu memang Pak Gubernur bilang, ingin Jakarta lebih Persija. Silahkan cek kembali berita yang dulu. Nah, setelah itu beliau membantu mencari sponsor, bukan hanya untuk cuma-cuma, tapi demi bisnis dan kolaborasi,” tegasnya.

Persepsi Penggunaan Dana APBD

‎Meski Prapanca telah menyampaikan penjelasan, namun perdebatan julukan APBD FC di kalangan netizen tetap berlangsung. Sebagian mendukung langkah Persija karena dianggap memperkuat identitas Jakarta. Sementara lainnya menilai keterlibatan BUMD berpotensi menimbulkan konflik kepentingan.

‎Prapanca berharap publik dapat memahami bahwa klub profesional membutuhkan dukungan sponsor untuk bertahan di kompetisi modern.

Ia pun menegaskan bahwa Persija tetap berkomitmen menjaga transparansi dan profesionalisme dalam setiap kerja sama.

Baca Juga: Shayne Pattynama Ceritakan Peran Penting Jordi Amat dan Rizky Ridho dalam Proses Perekrutan ke Persija 

‎Fenomena klub sepak bola bekerja sama dengan perusahaan milik negara atau daerah bukan hal baru. Di berbagai negara, tim olahraga kerap menggandeng perusahaan publik sebagai sponsor.

‎Namun di Indonesia, isu ini sensitif karena berkaitan dengan persepsi penggunaan dana APBD, yang tentunya akan berdampak pada daerah tersebut.

‎Persija Jakarta sebagai salah satu klub dengan basis suporter terbesar, menyadari pentingnya menjaga kepercayaan publik. Oleh karena itu, Bos Persija Jakarta, Mohamad Prapanca berusaha memberikan klarifikasi panjang lebar adanya julukan APBD FC agar tidak terjadi kesalahpahaman. (Revi/R3/HR-Online/Editor: Eva)

BERITA TERBARU