BerandaBerita JabarPolda Jawa Barat Matangkan Simulasi Rekayasa Lalu Lintas di Tol Trans Jawa...

Polda Jawa Barat Matangkan Simulasi Rekayasa Lalu Lintas di Tol Trans Jawa dan Jalan Arteri 

Selain fokus di jalur tol, Polda Jawa Barat sudah menyiapkan tiga skenario melalui Tactical Floor Game (TFG) atau metode simulasi taktis menggunakan peta.

harapanrakyat.com,- Ditlantas Polda Jawa Barat telah mematangkan simulasi rekayasa lalu lintas dan pengamanan arus mudik serta balik pada lebaran 2026. Skema rekayasa itu meliputi ruas tol Trans Jawa hingga jalan arteri di wilayah Jawa Barat.

Direktur Ditlantas Polda Jawa Barat, Kombes Raydian Kokrosono mengatakan, pihaknya telah membentuk Rayon 2 yang terdiri dari enam sampai tujuh Polres di sepanjang jalur Tol Trans Jawa yang masuk wilayah hukum Jawa Barat.

Baca Juga: Disnakertrans Sebut Bonus Hari Raya Ojol Jawa Barat 25 Persen dari Penghasilan Driver

Rayon 2 itu nantinya akan berkolaborasi untuk melaksanakan rekayasa lantas di Tol Trans Jawa di masa arus mudik dan balik lebaran 2026.

“Kami sudah siap, mulai rekayasa lantas dari kilometer 47 sampai dengan 65 atau 70, lalu bangkitan bertahap, contra flow sepenggal, one way nasional sepenggal sampai Pejagan,” kata Raydian, Kamis (5/3/2026).

Raydian berujar, pelaksanaan rekayasa lalu lintas di Tol Trans Jawa berada di bawah kendali pusat atau arahan langsung Kakorlantas Polri.

Ia pun sudah menginstruksikan kepada para Kasat Lantas agar mematuhi Standar Operasional Prosedur (SOP), demi kelancaran lalu lintas di Tol Trans Jawa.

“Penekanan khusus sudah kami praktikkan saat simulasi, para Kasat Lantas Polres juga sudah berkolaborasi. Rekayasa di Tol Trans Jawa tentu dari arahan Pak Kakorlantas,” ujarnya.

Baca Juga: Pendaftaran Hingga 12 Maret, Kuota Mudik Gratis Jawa Barat Tinggal 660

 Jalur Arteri dan Wisata Jadi Perhatian Polda Jawa Barat

Selain fokus di jalur tol, Polda Jawa Barat sudah menyiapkan tiga skenario melalui Tactical Floor Game (TFG) atau metode simulasi taktis menggunakan peta.

Tiga skenario di antaranya berfokus pada jalur arteri di wilayah Priangan Timur, Jalur Selatan, dan kawasan wisata Puncak, Bogor.

Khusus untuk rekayasa di jalur Puncak dan Priangan Timur sudah rutin dilakukan setiap akhir pekan. Namun, intensitas pengawasan akan ditingkatkan selama Operasi Ketupat 2026.

Baca Juga: Mulai 2026 Pajak Plat Kuning di Jawa Barat Turun, Tapi Tak Semua Angkutan Dapat Diskon

“Untuk jalur wisata seperti di kawasan Puncak dan arteri Priangan Timur sudah kami laksanakan setiap weekend. Tapi saat pelaksanaan operasi ketupat akan lebih meningkat,” katanya. (Reza/R7/HR-Online/Editor-Ndu)

BERITA TERBARU