harapanrakyat.com,- Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, merespons ramainya perbincangan terkait rencana Pemprov Jabar yang akan melakukan pinjaman daerah senilai Rp2 triliun kepada Bank BJB. Dedi menegaskan, rencana tersebut saat ini masih dalam tahap wacana dan belum menjadi keputusan final.
Baca Juga: Dedi Mulyadi Sebut Pembebasan PKB Bukan Penyebab Rencana Pinjaman Daerah
Saat ini, kata Dedi, Pemprov Jabar masih melakukan analisis mendalam untuk mencari solusi pembiayaan lain di luar opsi berutang.
“Ramai soal rencana pinjaman Pemprov Jabar ke bank bjb senilai Rp2 triliun. Saya katakan itu baru rencana pinjaman yang bersifat wacana. Kami terus melakukan analisis dan evaluasi tentang opsi-opsi yang bisa Pemprov Jawa Barat lakukan selain opsi utang,” kata Dedi, Sabtu (7/3/2026).
Dedi menyebut, salah satu opsi prioritas yang sedang Pemprov Jawa Barat tempuh yaitu melakukan negosiasi dengan Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Negosiasi tersebut terkait tagihan Dana Bagi Hasil (DBH).
Saat ini, Kemenkeu belum membayarkan DBH selama dua tahun terakhir ke Pemprov Jabar. Apabila DBH dari pemerintah pusat cair, maka Pemprov Jabar tidak akan melakukan pinjaman daerah ke Bank BJB.
“Kalau Menteri Keuangan melakukan pembayaran (DBH), karena PMK-nya sudah keluar. Semoga saja segera terealisasi pembayaran DBH dua tahun lalu itu, sehingga kami tidak perlu berutang,” ujarnya.
Baca Juga: DPRD Jabar Terima Surat dari Gubernur Dedi Mulyadi Soal Pinjaman Daerah Senilai Rp 2 Triliun
Oleh karena itu, Dedi meminta berbagai pihak yang mengkhawatirkan soal keuangan daerah Pemprov Jawa Barat agar tetap tenang. Sebab, sampai saat ini Pemprov Jabar tidak memiliki utang ke Bank BJB, karena pinjaman daerah itu belum terealisasikan. “Untuk itu, santai saja pada semua pihak. Karena Pemprov Jawa Barat sampai hari ini tidak punya utang ke Bank BJB,” pungkasnya. (Reza/R5/HR-Online/Editor: Adi Karyanto)





